Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Menuruti Wasiat Tentang Pernikahan | rumahfiqih.com

Hukum Menuruti Wasiat Tentang Pernikahan

Sun 16 September 2007 09:30 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 5.263 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. Wb

Ada satu hal yang ingin saya tanyakan kepada ustad, yakni bagaimana hukumnya wasiat tentang pernikahan, karena sebenarnya masing-masing dari kami sudah mempunyai calon sendiri. Awalnya saya sempat menuturkan kepada orangtua saya bahwa saya mempunyai pilihan pendamping hidup, namun orangtua saya menginginkan agar saya menikah dengan pilihan orangtua saya dengan alasan bahwa calon dari orangtua saya lebih baik daripada pilihan saya (hasil dr sholat istikharah ayah saya ). Tapi tidak berapa lama setelah ayah saya meninggal wanita pilihan dari orangtua saya tersebut melangsungkan pernikahan dengan calonnya sendiri. Dan setelah itu saya coba tanyakan lagi kepada ibu saya tentang wanita pilihan saya, ternyata ibu tetap berpedoman kepada pendapat ayah saya dengan alasan itu sudah wasiat ayah saya. Yang bikin saya bingung sekarang adalah:

  1. apakah saya harus tetap mengikuti wasiat tersebut padahal calon dr orangtua saya tersebut sudah menikah.
  2. bagaimana baiknya agar saya tidak menjadi anak yang durhaka kepada orangtua dan tidak pula menyakiti hati orang lain.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jangankan wasiat ayah, seandainya hal itu perintah langsung seorang presiden RI sekalipun, hukumnya tetap haram untuk dilakukan.

Mengapa?

Karena wanita yang anda disuruh menikah dengannya sudah jadi isteri orang. Dan menikahi isteri orang lain hukumnya haram. Dengan demikian, wasiat itu gugur dengan sendirinya demi hukum.

Mungkin seandainya wanita itu masih sendiri, anda boleh mempertimbangkan permintaan ayah anda selagi masih hidup. Siapa tahu anda mendapat berkah dari taat dan tunduk kepada ayah anda.

Tapi sekarang, seandainya ayah anda masih hidup sekali pun, atau atas izin Allahbeliau hidup kembali, pastilah beliau batalkan perintahnya sendiri. Karena wanita yang diharapkan menjadi menantunya sudah menikah. Sudah jadi isteri orang dan haram untuk dipaksa cerai.

Dan barangkali memang di situlah letak rahasia Allah SWT untuk menjawab dilema anda. Ternyata wanita itu sudah menikah duluan. Jadi anda bebas, tidak punya kewajiban untuk mentaati perintah atau wasiat orang tua anda.

Kecuali bila seandainya wanita itu kematian suaminya, atau dicerai oleh suaminya. Dengan statusnya yang janda danbila telah selesai masa 'iddahnya, dia boleh dinikahi. Terbuka kembali kemungkinan anda untuk menikahinya.

Maka berdoalah agar perkawinan wanita itu tetap utuh sepanjang zaman sampai mereka jadi kakek dan nenek, biar anda tidak perlu menikahinya. Lagi pula, kalau pun dia janda, masih ada masalah lain, yaitu: maukah dia dinikahi oleh anda? Kalau dia tidak mau, ya gugurlah kewajiban anda.

Tetapi siapa yang bisa menebak hati seseorang. Bukankah bagi Allah SWT sangat mudah untuk membolak-balik hati seseorang? Mungkin dulu anda tidak suka, tetapi suatu saat Allah SWT bisa saja membalik keadaan hati kita, dari tidak suka menjadi suka.

Yang bisa kita katakan hanyalah bahwa taqdir Allah adalah misteri.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Berbuka dengan Daging dan Darah Bayi Palestina?
15 September 2007, 23:36 | Kontemporer > Hukum | 6.056 views
Tidak Puasa Ramadhan Tetapi Menjalankan Sholat Tarawih, Apa Hukumnya?
13 September 2007, 23:16 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 6.206 views
Tadarrus Menggunakan Pengeras Suara
13 September 2007, 22:30 | Al-Quran > Tilawah | 7.282 views
Puasa Masih Ada Sisa Makanan di Mulut, Batalkah?
13 September 2007, 01:48 | Puasa > Membatalkan Puasa | 7.840 views
Benarkah Hadits Ramadhan Awalnya Rahmat Adalah Hadits Dhaif?
13 September 2007, 01:31 | Hadits > Status Hadits | 6.546 views
Niat Puasa untuk Sebulan Penuh
12 September 2007, 02:32 | Puasa > Niat Puasa | 12.027 views
Benarkah Kewajiban Suami Mengurus Rumah Tangga?
11 September 2007, 02:05 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 9.804 views
Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang
11 September 2007, 01:11 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 6.488 views
Hal-Hal yang Membolehkan Tidak Puasa
10 September 2007, 21:37 | Puasa > Keringanan | 11.074 views
Puasa dan Produktifitas
10 September 2007, 08:02 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 5.898 views
Amalan Sunnah dan Anjuran di Bulan Ramadhan
10 September 2007, 02:37 | Puasa > Amalan terkait berpuasa | 8.445 views
Prosentase Waris 1 Anak Perempuan dan 2 Anak Laki
7 September 2007, 01:08 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 19.150 views
Sepi Saat Shalat Tarawih
6 September 2007, 02:56 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 5.821 views
Tadarus Al-Quran
5 September 2007, 01:09 | Al-Quran > Tilawah | 14.744 views
Menyelenggarakan Walimah Harus Pakai Hijab?
4 September 2007, 23:57 | Pernikahan > Walimah | 5.694 views
Niat Puasa Harus Tiap Malam atau di Awal Ramadhan Saja?
4 September 2007, 23:34 | Puasa > Niat Puasa | 6.833 views
Haruskah Mengganti Sholat yang Kita Tinggalkan?
4 September 2007, 11:13 | Shalat > Shalat Qadha | 6.683 views
Memakai Batu Akik Sebagai Cincin?
3 September 2007, 01:49 | Umum > Pakaian | 8.176 views
Pemikiran Tentang Pembangunan Masjid
3 September 2007, 01:22 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 6.072 views
Apakah Harus Sholat Zhuhur Setelah Sholat Jumat?
31 August 2007, 02:04 | Shalat > Shalat Jumat | 16.988 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,542,010 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

4-12-2020
Subuh 04:06 | Zhuhur 11:44 | Ashar 15:11 | Maghrib 18:01 | Isya 19:14 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img