Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Komisi Dokter dari Industri Obat | rumahfiqih.com

Komisi Dokter dari Industri Obat

Sun 21 October 2007 22:41 | Muamalat > Upah | 5.375 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum

Sebagai dokter kita sering harus memutuskan obat yang harus di berikan kepada pasien, ribuan jenisnya. Secara umum dibagi jadi obat generik dan obat paten.

Obat generik umumnya lebih murah dari paten. Kandungannya sama namun bahan pembawanya dapat berbeda. Khasiatnya dapat sama, namun kualitasnya dapat berbeda dengan obat paten, sepertikemampuan penyerapan obat dan lainnya.

Obat paten umumnya lebih mahal, karena ada dana promosi dan marketing untuk dokter, selain dana pokok pembuatan obat tersebut.

Setiap dokter yang meresepkan obat tersebut umumnya diberi uang dari perusahaan farmasi dari dana promosi.

Ustadz, bagaimana hukum uang yang didapat dokter dari dana marketing pabrik obat?

Jawaban :

Asalamu 'alaikum waramatullahi wabarakatuh,

Kami tidak tahu apakah ada kode etik tersendiri dalam dunia kedokteran tentang hal itu atau tidak. Tetapi kalau dilihat dari segi hukum fiqih jual beli, pada dasarnya tidak ada larangan bagi seorang dokter untuk sekaligus juga berjualan obat. Atau mengambil keuntungan dari resep yang dibuatnya.

Selama -tentu saja- tidak sampai mengada-ada dan menipu pasien. Jangan mentang-mentang pasiennya orang kaya tapi awam dalam masalah medis, diberi resep untuk membeli obat tertentu yang harganya mahal, padahal sebenarnya pasien itu sama sekali tidak butuh. Di balik itu, si dokter sudah 'cincay' dengan perusahaan farmasi tertentu dan mendapat uang komisi.

Yang begini ini tentu saja haram, karena ada unsur penipuannya dengan memanfaatkan keawaman pasein. Lalu pasien dijadikan sapi perah yang harus ikhlas ketika diambil susunya.

Tapi kalau obat itu secara ilmiyah terbukti bisa menyembuhkan, dan resep itu memang harus ditebus, sebaiknya dokter memberikan dahulu penjelasan secara rinci. Dan juga alangkah baiknya kalau pasien diberi pilihan, apakah mau obat generik atau mau yang paten. Sambil diberitahukan juga apa kelebihan dan kekurangan masing-masing obat.

Dan tidak salah kalau seandainya seorang dokter lebih menyarankan merek obat tertentu, karena mungkin akan mendapat komisi atau semacam fee dari perusahaan obat tertentu, yang penting jangan menipu dan jangan menjual obat yang sekiranya tidak diperlukan oleh pasien.

Sedikit berpromosi tentu tidak haram, asalkan tidak bohong dan tidak menipu. Itu saja barangkali sebagai bekal dasar. Tentunya kode etik kedokteran akan membahas lebih tuntas masalah ini.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum waramatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Apakah Honor Jaga Bisa Diqyaskan dengan Rikaz?
21 October 2007, 02:52 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 5.092 views
Salat Subuh Jam 10 Pagi Karena Hobi Nonton Bola
21 October 2007, 02:24 | Shalat > Shalat Qadha | 6.832 views
Mungkinkah Ikhwan, Hizbuttahrir dan Salafi Bergabung?
20 October 2007, 04:56 | Dakwah > Kelompok dan golongan | 9.465 views
Gaji PNS Halalkah?
20 October 2007, 04:55 | Muamalat > Syubhat | 7.635 views
Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, Adakah?
20 October 2007, 04:52 | Hadits > Status Hadits | 10.501 views
Hadits Pahala yang Hilang Karena Diambil Orang
20 October 2007, 04:51 | Hadits > Syarah Hadits | 9.754 views
Mengapa Penetapan 1 Syawal Berbeda
20 October 2007, 04:50 | Puasa > Idul Fithr | 9.474 views
Bolehkah Kartu Langganan Kereta Dipakai Oleh Orang Lain?
20 October 2007, 04:45 | Muamalat > Syubhat | 5.477 views
Apakah Memancing Ikan Termasuk Menyiksa Hewan
20 October 2007, 04:44 | Umum > Hukum | 8.664 views
Korupsi Waktu Sama Berdosanya dengan Korupsi Uang
20 October 2007, 04:43 | Kontemporer > Perspektif Islam | 6.979 views
Masalah Halaqoh dengan Murobbi Lawan Jenis
20 October 2007, 04:42 | Wanita > Hukum | 6.113 views
Shalat Tepat Waktu atau Setelah Jam Kerja?
20 October 2007, 04:40 | Shalat > Waktu Shalat | 8.229 views
Apakah Syetan dan Malaikat Adalah Petugas Allah?
20 October 2007, 04:38 | Aqidah > Malaikat | 6.397 views
Makan Bersama Keluarga Non-Muslim
20 October 2007, 04:37 | Kuliner > Non Muslim | 6.621 views
Menyambut Bulan Suci Ramadhan
20 October 2007, 04:36 | Puasa > Ramadhan | 9.609 views
Teh Kombucha, Halal atau Haram?
20 October 2007, 04:34 | Kuliner > Alkohol | 19.691 views
Berhutang untuk Pergi Haji
18 October 2007, 21:12 | Haji > Kemampuan | 5.982 views
Keluar dari Kelompok Sesat
18 October 2007, 04:53 | Umum > pemikiran dan aliran-aliran | 5.116 views
Menjadikan Ceramah Sebagai Profesi
17 October 2007, 22:30 | Kontemporer > Fenomena sosial | 8.888 views
Ingin Belajar Ilmu Hisab di Dua Kubu yang Berbeda
17 October 2007, 00:01 | Umum > Belajar agama | 5.057 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,005,737 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

6-8-2020
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img