Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tujuh Perbedaan Antara Zakat dan Pajak | rumahfiqih.com

Tujuh Perbedaan Antara Zakat dan Pajak

Tue 1 July 2014 05:00 | Zakat | 12.178 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di zaman modern ini ada begitu banyak orang yang ingin memaksakan zakat seperti pajak. Padahal bukankah zakat dan pajak itu punya perbedaan? Mohon dijelaskan ustadz, tentang apa saja perbedaan yang utama antara zakat dengan pajak?

Sebelumnya terima kasih.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada begitu banyak perbedaan mendasar dan esensial antara zakat dengan pajak. Sehingga menyamakan begitu saja antara keduanya, adalah tindakan yang fatal. Di antara perbedaan-perbedaan itu adalah :

1. Masa Berlaku Zakat Berbeda Dengan Masa Berlaku Pajak

Kewajiban syariat zakat bersifat tetap dan terus menerus sepanjang zaman hingga akhir dunia. Meski negara sudah kaya dan APBN negara berlebih, namun kewajiban zakat tetap berlaku.

Sedangkan kewajiban membayar pajak atas rakyat dalam pandangan syariat Islam, harus disesuaikan dengan kebutuhan sesaat dari negara, sehingga pada kondisi tertentu dapat dihapuskan. Inilah yang membedakan pajak dalam pandangan syariah dengan pajak yang diberlakukan oleh negara-negara penindas rakyat umumnya.

Sebagai contoh kasus, rakyat Arab Saudi dan negara-negara teluk umunya, mereka kaya dan berkecukupan tetap diwajibkan membayar zakat, meski negaranya sudah kaya raya. Namun ketika pendapat negara itu besar dari sektor minyak bumi, pemerintah negara itu membebaskan rakyatnya dari pungutan pajak. Saudi Arabia nyaris tidak pernah memungut pajak dari rakyatnya. Sebab negara sudah cukup kaya dan keuangannya sangat baik.

2. Wajib Zakat Bukan Wajib Pajak

Dalam syariat zakat, mereka yang terkena kewajibannya hanya terbatas pada rakyat yang beragama Islam saja. Orang-orang yang agamanya bukan Islam, meski kaya raya, mereka tidak diwajibkan untuk membayar zakat.

Maka bila sebuah perusahaan dimiliki secara patungan orang seorang muslim dan temannya yang non muslim, maka hanya yang muslim saja yang diwajibkan membayar zakat. Sedangkan temannya yang non muslim itu bebas dari kewajiban zakat. Sebab zakat adalah perintah agama, bukan kewajiban sebagai warga negara.

Sebaliknya, dalam masalah pajak, semua warga negara terkena kewajiban membayar pajak, tanpa dibedakan berdasarkan agama.

3. Penerima Zakat Bukan Penerima Pajak

Allah SWT telah menetapkan lewat ayat Al-Quran bahwa harta zakat itu hanya boleh dialokasikan untuk 8 golongan saja, sebagaimana disebutkan di dalam surat At-Taubah ayat 60. Ketentuan itu sudah harga mati tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bahkan seorang Rasulullah SAW sendiri pun tidak punya hak untuk mengubahkan.

Sedangkan dana yang terkumpul dari pajak, merupakan hak preogratif pemerintah suatu negara, mau diapakan saja, terserah. Terkadang memang alokasi dana zakat dan pajak beririsan, namun tetap saja tidak sama. Misalnya, dana pajak dialokasikan buat fakir miskin, yang seperti ini memang sama. Tetapi dana zakat tidak untuk membangun jalanan, sarana air bersih, wc umum, penerangan, pembangkit listri dan sebagainya.

4. Kriteria Harta Zakat Bukan Kriteria Pajak

Dari segi kriteria harta yang wajib dikeluarkan, antara zakat dan pajak punya berbedaan yang amat jauh. Misalnya, sebidang tanah yang dimiliki oleh seseorang terkena pajak bumi dan bangungan. Sedangkan dalam masalah zakat, tanah yang tidak produktif sama sekali tidak ada kewajiban zakatnya.

Mobil mewah yang kita miliki pasti terkena pajak besar, bahkan sejak dari membelinya pun sudah dikenakan pajak berlipat.

Sedangkan dari kaca mata zakat, mobil mewah itu, berapa pun mahal dan mewahnya, selama tidak memberikan pemasukan kepada pemilknya, tentu tidak ada kewajiban untuk membayar zakat. Membelinya tidak terkena zakat, memilikinya juga tidak terkena zakat, dan menjualnya pun tidak ada zakatnya juga.

Sebaliknya, kalau dilihat dari kata mata pajak, membeli mobil kena pajak, menjualnya pun kena pajak lagi, bahkan sekedar memilikinya pun kena pajak juga. Padahal boleh jadi mobilnya teronggok rusak tidak bisa dikendarai. Buat petugas pajak, yang penting setoran masuk.

5. Imbalan Zakat dan Pajak Berbeda

Membayar zakat itu kewajiban yang diperintahkan langsung oleh Allah kepada hanya orang-orang yang beriman. Meski diserahkannya kepada amil zakat, namun para pembayar zakat ini tidak pernah diiming-imingi balasan yang bersifat materi di dunia ini. Iming-imingnya hanya sekedar pahala dari Allah saja di akhirat serta janji keberkahan harta di dunia ini.

Sedangkan pajak yang disetorkan kepada pemerintah, tentu wajib dipertanggung-jawabkan pengunaannya. Rakyat yang membayar pajak akan meminta jaminan bahwa uang pajak mereka harus jelas alokasinya, setidaknya harus tersedianya barang dan jasa untuk publik, baik sarana jalan, jembatan, saluran air, dan berbagai pelayanan sosial lainnya.

6. Sanksi Zakat Bukan Sanksi Pajak

Orang yang tidak bayar zakat, selain sanksi di dunia juga ada sanksi di akhirat. Sanksi dari Allah buat yang tidak bayar zakat di dunia dari yang paling ringan adalah berdosa besar, hingga vonis kafir, halal darahnya dan juga halal hartanya.

Sedangkan orang yang tidak bayar pajak, kalau pun ada sanksinya, maka sanksi itu bukan dari Allah, sanksi hanya dari negara atau penguasa. Belum tentu orang yang tidak bayar pajak itu berdosa, sebab pemerintah yang zalim dan mengambil pajak dari rakyat sambil menilep dan menggelapkan kekayaan negeri itu, tidak lain hanyalah perampok rakyat yang berkedok penguasa.

Di masa lalu, para raja terbiasa memeras rakyat dengan memungut pajak yang mencekik leher dan membunuh atau menindas rakyat. Rakyat diharuskan menyerahkan upeti kepada raja, kalau tidak maka raja punya wewenang untuk merampasnya begitu saja dari rakyat, lewat para algojo dan tentara kerajaan.

Di masa pemerintahan umat Islam, para khalifah nyaris tidak pernah memungut upeti dan pajak dari rakyat, karena keadaan keuangan negara sangat baik, hasil pertanian dan berbagai bentuk pemasukan negara berhasil membuat negara mampu menyelenggarakan pemerintahan tanpa harus mengemis atau memaksa rakyat membayar pajak.

Sehingga dalam literatur sejarah Islam, kita tidak menemukan ada ketentuan yang mewajibkan rakyat membayar pajak oleh negara.

7. Hukum Zakat Bukan Hukum Pajak

Zakat adalah perintah agama yang hukumnya fardhu ‘ain bagi orang-orang yang telah terkena syarat kewajiban. Bahkan mengingkari kewajiban zakat, bisa beresiko sampai kehilangan status keislaman.

Sedangkan membayar pajak, hukumnya relatif. Kadang memang menjadi kewajiban, namun kadang tidak wajib.

Misalnya negara kolonialis datang menjajah dan berkuasa dengan cara merampas kedaulatan serta mendirikan pemerintahan. Rakyat ditindas dengan dikenakan pajak yang mencekik. Dalam konteks itu, maka membayar pajak bukan kewajiban agama, sebab pada hakikatnya pajak tidak lain adalah perampasan dan perampokan, atas nama negara.

Kolonialisme kadang bukan hanya dilakukan oleh penjajah asing saja, tetapi sering juga bangsa sendiri menjadi penjajah buat rakyat. Alih-alih mensejahterakan rakyat, pemerintah malah membebani rakyat dengan segudang pajak yang mencekik.

Akibatnya rakyat menjadi sangat miskin dan tambah sengsara. Kalau pun rakyat membayar pajak, semata-mata karena mereka takut dikriminalisasi dan masuk penjara. Dalam konteks seperti itu, membayar pajak bukan kewajiban, sehingga bila rakyat kecil bisa mengelak dari membayar pajak, tentu tidak bisa disalahkan.

Satu ciri yang amat khas antara pajak dan zakat adalah kesan yang amat kuat bahwa pajak itu didesain sedemikian juga agar bisa disedot sebesar-besarnya dari rakyat. Mulai dari undang-undang pajak, hingga para para petugasnya, semua sangat gigih dan mati-matian bekerja sangat serius untuk menguras kantong rakyat. Maka bisa kita saksikan, pajak itu ada di setiap lini kehidupan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadhan
29 June 2014, 13:11 | Puasa | 13.573 views
Posisi Tangan Ketika Beri'tidal Bersedekap atau Tidak?
28 June 2014, 06:35 | Shalat | 23.029 views
Disebut Tarawih Berarti Istirahat, Apa Hubungannya?
27 June 2014, 07:00 | Shalat | 24.646 views
Banyak Pilihan Pendapat, Mana Yang Paling Benar?
26 June 2014, 07:07 | Ushul Fiqih | 9.354 views
Puasa Sunnah Menjelang Ramadhan, Tidak Bolehkah?
22 June 2014, 07:11 | Puasa | 31.371 views
Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
21 June 2014, 06:00 | Puasa | 62.933 views
Lafadz Ulama Dalam Al-Quran dan Hadits
20 June 2014, 06:00 | Quran | 19.515 views
Apakah Jilbab Itu Harus Berupa Gamis Lebar dan Cadar?
19 June 2014, 05:30 | Wanita | 25.301 views
Wajibkah Rejeki Dari Hadiah, Bonus dan THR Dizakatkan?
18 June 2014, 06:00 | Zakat | 25.631 views
Ramadhan Belum Sempat Mandi Janabah Terlajur Shubuh
17 June 2014, 05:40 | Puasa | 12.292 views
Hafal Quran Tapi Tidak Tahu Hukum Agama
16 June 2014, 06:34 | Quran | 17.751 views
Bolehkah Aqiqah Kambing Diganti Sapi?
15 June 2014, 07:07 | Qurban Aqiqah | 113.747 views
Hukum Menshalati Jenazah Yang Sudah Dikubur
14 June 2014, 05:00 | Shalat | 12.037 views
Bagian Mana Dari Tubuh Calon Istri Yang Boleh Dipandang?
13 June 2014, 05:00 | Nikah | 50.320 views
Benarkah Keledai Itu Hewan Yang Haram Dimakan?
12 June 2014, 07:00 | Kuliner | 44.818 views
Perbedaan Antara Khitbah Dan Pertunangan
11 June 2014, 06:00 | Nikah | 19.657 views
Mati Bunuh Diri, Apakah Jenazahnya Dishalatkan?
10 June 2014, 06:01 | Shalat | 20.871 views
Rumah Cicilan Ini Milik Ayah Atau Milik Ibu?
9 June 2014, 05:05 | Mawaris | 8.356 views
Zakat Profesi dan Zakat Maal
6 June 2014, 05:48 | Zakat | 54.580 views
Bagi Waris Buat Satu Istri dan Dua Anak Laki Dua Anak Perempuan
5 June 2014, 05:12 | Mawaris | 116.320 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,377,358 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img