Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid? | rumahfiqih.com

Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid?

Sun 18 November 2012 17:00 | Shalat | 12.663 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum wr.w wb.

Saya punya pertanyaan penting, terkait dengan amanah saya sebagai pengurus masjid. Kebetulan sebentar lagi di masjid akan diadakan perayaan, dan dalam daftar undangan tercantum nama pejabat dan orang-orang penting yang diminta hadir. Tetapi saya tahu bahwa sebagian dari mereka bukan muslim. Padahal acara akan digelar di dalam masjid.

Untuk itu saya jadi ragu dan bimbang, apalagi saya sebagai pengurus masjid, saya takut disalahkan karena membiarkan atau membolehkan orang kafir masuk ke dalam masjid.

Mohon penjelasan ustadz tentang hukum orang kafir masuk ke dalam masjid. Apakah dibolehkan atau tidak, mengingat masjid itu tempat suci.Atau barangkali ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum-hukumnya, mohon pencerahannya.

Sekian terima kasih,

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum orang kafir memasuki masjid. Sebagian ulama berpendapat bahwa hal itu tidak dilarang, asalkan orang kafir tersebut berniat baik dan bersedia memenuhi ketentuan dan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Sementara sebagian ulama yang lain berpendapat sebaliknya, bahwa meski niatnya baik dan bersedia memenuhi syarat-syarat tertentu, namun kekafiran mereka menjadi penghalang atas kebolehan mereka masuk ke dalam masjid.

Berikut ini adalah rincian yang agak lebih detail tentang perbedaan pendapat dalam masalah ini.

Ada dua macam orang kafir, yaitu kafir harbi dan kafir zimmi. Kafir harbi tidak akan kita temukan, kecuali di dalam medan pertempuran, dimana dia menghunuskan pedang untuk membunuh kita. Untuk itu maka kita wajib membela diri dan melawan sebisanya, dan Allah SWT telah memerintahkan kita untuk melawan kafir harbi bila berusaha untuk membunuh.

Adapun kafir zimmi adalah non muslim yang mengulurkan tangan persahabatan, berteman, dan tidak memusuhi umat Islam. Bahkan dalam kasus tertentu, kafir zimmi sering juga memberikan pertolongan yang tulus kepada umat Islam, entah atas nama persahabatan atau pun atas nama kemanusiaan.

Dalam hal ini, Allah SWT memerintahkan kita untuk memperlakukan kafir zimmi dengan sebaik-baiknya. Bahkan umat Islam dilarang membunuh mereka, menyakiti atau mengganggu harta, nyawa dan kelurga mereka.

Lalu bagaimana hukum kafir zimmi masuk ke dalam masjid? Apakah hal itu dibolehkan atau diharamkan?

Ternyata para ulama agak sedikit berbeda dalam hukumnya.

a. Mazhab Al-Hanafiyah

Mahab ini mengatakan seorang kafir zimmi dibolehkan masuk ke dalam masjid, termasuk masjid Al-Haram di Mekkah atau Masjid An-Nabawi di Madinah. 

Dasarnya adalah praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri yang menerima para utusan dari Bani Tsaqif di dalam masjid. Padahal para utusan jelas-jelas orang kafir dan bukan muslim. Namun beliau SAW bersabda :

إِنَّهُ لَيْسَ عَلَى الأْرْضِ مِنْ أَنْجَاسِ النَّاسِ شَيْءٌ إِنَّمَا أَنْجَاسُ النَّاسِ عَلَى أَنْفُسِهِمْ

Tidak ada di atas bumi ini bekas najis manusia, sesungguhnya najis manusi itu adanya di dalam diri mereka sendiri. (HR. Bukhari dalam Syarah Ma’ani Al-Atsar).[1]

b. Mazhab Al-Malikiyah

Mazhab Al-Malikiyah justru punya pendapat yang berlawanan dari mazhan Al-Hanafiyah. Mazhab ini justru mengharamkan kafir zimmi untuk masuk ke dalam masjid.

Namun larangan ini berlaku selama tidak ada izin dari umat Islam atau imam masjid. Bila seorang kafir zimmi itu mendapatkan izin dari imam masjid, dan jelas kepentingan dan tujuannya, seperti untuk mengerjakan pembangunan fisik masjid atau melakukan renovasi, maka hal itu dibolehkan.

c. Mazhab As-Syafi’iyah

Al-Imam An-Nawawi dan Al-Imam Ar-Rafi’i mewakili mazhab Asy-Syafi’iyah menegaskan bahwa seorang kafir dzimmi yang mendapatkan izin dari umat Islam untuk masuk ke dalam masjid, maka hukumnya boleh. Tetapi bedanya dengan pendapat di atas, beliau mengatakan bahwa hal itu tidak berlaku untuk masjid Al-Haram di Mekkah.

Bila ada orang kafir zimmi masuk masjid tanpa izin dari umat Islam, maka dia wajib dihukum ta’zir. Namun bila dia melakukannya karena ketidak-tahuannya, cukup diberitahu tanpa harus dihukum.

Sedangkan Az-Zamakhsyari dengan tegas menyebutkan kebolehan bagi orang kafir zimmi untuk memasuki masjid, meski mereka dalam keadaan janabah. Sebab para utusan dari Bani Tsaqih yang diterima oleh Rasulullah SAW di dalam masjid, pastinya mereka dalam keadaan janabah. Sebab mereka tidak pernah mandi janabah. Kalau mereka mandi janabah, hukumnya tidak sah, karena syarat mandi janabah harus menjadi muslim terlebih dahulu.[2]

Demikian sekilas tentang hukum orang kafir masuk ke dalam masjid, semoga bermanfaat.

Wallahu a;lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA



[1] Bila ada hadits disebutkan telah diriyawatkan oleh Al-Bukhari tanpa disebutkan dalam kitab apa, maka hal itu artinya hadits shahih yang terdapat di dalam Shahih Bukhari. Sedangkan bila disebutkan suatu hadits telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari sambil disebutkan pada kitab tertentu selain dari Shahih Al-Bukhari, maka derajat hadits itu belum tentu shahih.

[2] Az-Zamakhsyari, I’lamus Sajid fi Ahkamil Masajid, hal. 318-320

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Demokrasi Soal Aqidah atau Muamalah?
17 November 2012, 17:00 | Kontemporer | 9.182 views
Shalat Hadiah untuk Orang Tua Meninggal
16 November 2012, 00:45 | Shalat | 11.716 views
Operasi Selaput Dara
15 November 2012, 17:00 | Wanita | 7.591 views
Dzikir Ratib Al Haddad
14 November 2012, 17:00 | Umum | 51.040 views
Hukum Wanita Haid Masuk Masjid
12 November 2012, 03:25 | Thaharah | 36.807 views
Wanita Haram Menjadi Imam Buat Laki-laki
7 March 2012, 17:00 | Shalat | 9.346 views
Benarkah Wanita Boleh Jadi Imam Shalat Buat Laki-laki?
6 March 2012, 17:00 | Shalat | 6.294 views
Mengulang-ulang Tayammum
4 March 2012, 17:00 | Thaharah | 5.748 views
Benarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa?
6 September 2008, 22:45 | Puasa | 8.479 views
Mimpi Basah Saat Ramadhan
6 September 2008, 22:44 | Puasa | 6.831 views
Perlukah Bersyahadat Lagi?
6 September 2008, 12:20 | Aqidah | 8.749 views
Kafirkah Orang Tua Rasullulloh?
6 September 2008, 12:18 | Aqidah | 12.279 views
Nabi Isa Disebutkan 25 Kali Dalam Al-Quran
6 September 2008, 11:53 | Aqidah | 6.927 views
Taqdir, Bisakah Diubah?
6 September 2008, 11:51 | Aqidah | 10.224 views
Cara Menyadarkan Teman yang Inkar-Sunnah
6 September 2008, 11:50 | Hadits | 12.983 views
Status Pernikahan Isteri yang Murtad
6 September 2008, 11:49 | Nikah | 8.160 views
Baiat Dan Syahadatain
6 September 2008, 11:46 | Aqidah | 9.061 views
Adakah Ayat Al-Quran atau Hadits yang Dinasakh?
6 September 2008, 11:23 | Quran | 9.650 views
Menanam Kepala Sapi Mencari Keselamatan
6 September 2008, 10:16 | Aqidah | 6.613 views
Shalat di Mushalla Ahmadiyah
6 September 2008, 03:16 | Shalat | 7.179 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,192,313 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

13-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:52 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img