Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berdoa Agar PSSI Menang, Kok Nggak Menang-menang Juga? | rumahfiqih.com

Berdoa Agar PSSI Menang, Kok Nggak Menang-menang Juga?

Sat 24 November 2012 09:46 | Kontemporer | 7.594 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Saya ingin bertanya pada ustad dan ini mungkin sesuatu yang bersifat umum mengenai hubungan antara hasil dari suatu usaha dengan doa yang kita panjatkan.

Contohnya mengenai Timnas PSSI yang mungkin dari dulu belum pernah juara atau mungkin jarang sekali menjadi juara dalam suatu turnamen walaupun berbagai upaya telah dilakukan dan padahal saya yakin bahwa mayoritas pendukung PSSI selalu berdoa pada ALLAH SWT agar Timnas kita bisa memenangkan suatu turnamen, tetapi mengapa sering kalah terus padahal mungkin yang menjadi lawan kita para pendukungnya berdoanya bukan pada Allah SWT.

Mohon penjelasan

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menang atau kalahnya team kesebelasan sepak bola tentu tidak semata-mata berdasarkan faktor doa. Tetapi semua kembali kepada kehendak Allah SWT. Dan kehendak Allah SWT itu rata-rata bersandar kepada sunnatullah.

Istilah sunnatullah ini kalau dalam bahasa orang sekuler yang tidak beriman, mereka menyebutkan dengan hukum alam atau hukum sebab akibat.

Maksudnya?

Maksudnya, faktor kemenangan itu amat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sebenarnya fenomena yang nyata, misalnya dengan skil para pemain, jam terbang, stamina, penguasaan teknik individu, kekompakan, termasuk juga faktor kualitas latihan dan intensitasnya.

Bahkan sering juga faktor psikologis pun ikut bermain menentukan memang kalah. Karena itulah setiap team biasanya punya supoorter, untuk memberikan energi psikologis kepada para pemain.

Satu lagi faktor yang seringkali kurang diperhatikan, yaitu faktor kualitas bibit pemain. Negeri yang sudah maju dunia sepakbolanya, biasanya sudah mengkader para pemain sejak mereka masih kecil. Anak-anak itu kemudian sejak dini sudah diarahkan jalan hidupnya untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Nantinya, segala aktifitas, seluruh hidup dan matinya, untuk memenangkan pertandingan sepak bola.

Maka kalau hasilnya adalah team sepak bola yang handal, kualitas pemain yang terbaik, tentu itu merupakan sunnatullah. Siapa yang bisa memenuhi semua syarat sunatullah, maka dia berhak untuk menang dan jadi juara.

Sunnatullah dan Doa

Sedangkan kedudukan doa, memang terkadang bisa saja mengalahkan apa yang kita sebut dengan sunnatullah. Tetapi yang perlu kita ketahui, Allah SWT tidak terlalu sering mengubah sunnah-Nya hanya gara-gara doa yang dipanjatkan, apalagi bila kasusnya tidak penting-penting amat.

Maksudnya begini,  misalnya ada orang yang rajin ibadah, dia berdoa minta sesautu yang agak melanggar sunnatullah, misalnya dia minta agar dirinya bisa terbang ke udara. Maka mulailah dia berdoa setiap hari siang dan malam, tidak berhenti-berhenti sampai sepanjang 10 tahun lamanya. Nah, menurut Anda kira-kira apakah doanya diterima dan setelah 10 tahun berdoa tiba-tiba dia bisa terbang?

Jawabnya kemungkinan besar tidak. Tidak tidak akan bisa terbang ke udara melawan gaya gravitasi bumi hanya dengan cara berdoa dan meminta.

Sebab di luar doa dan keinginannya itu, ada sunnatullah yang sangat kuat, yaitu gaya gravitasi bumi. Ya, gravitasi bumi iu adalah salah satu sunnatullah. Doa tidak bisa begitu saja dipanjatkan untuk melawan sunnatullah.

Berat jenis tubuh si pendoa itu masih jauh lebih berat dari berat jenis udara di sekitarnya. Sementara dia tidak punya energi dorong yang bisa melawan daya tarik bumi atas dirinya.

Maka sebenarnya yang dia butuhkan adalah semua faktor sunnatullah yang bisa melawan sunnatullah grafitasi bumi. Sunnatullah itu tidak lain adalah peswat terbang, balon udara dan sejenisnya. Begitu ada orang naik pesawat, muslim atau kafir, berdoa atau tidak berdoa, maka dia bisa terbang melawan gaya grafitasi bumi.

Kedudukan Doa

Mungkin Anda bertanya, kalau begitu, lalu apa artinya doa? Bukankah katanya kalau kita berdoa meminta kepada Allah, pasti akan dikabulkan?

Memang benar bahwa Allah SWT telah berfirman bahwa hamba-hamba-Nya diminta untuk berdoa dan akan dikabulkan.

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (QS. Al-Mukmin : 60)

Namun kita tidak boleh salah dalam mengartikan ayat ini secara zahir (lahiriyah). Sebab meski pernyataan ayat di atas secara zahirnya demikian, tetapi kita tetap keliru kalau hanya bermain-main dengan pengertian yang dangkal.

Sebab posisi orang berdoa itu hanyalah posisi meminta, bukan meminta itu bukan mencipta. Meminta itu sangat berbeda dan jauh sekali maknanya dengan mencipta. Dalam posisi meminta, apakah permintaan itu akan dikabulkan atau tidak, masih ada banyak faktor lainnya. Berbeda dengan mencipta. Allah SWT itu Maha Pencipta. Kalau Dia mencipta, begitu dikatakan 'kun' yang maknanya 'jadilah', maka saat itu juga akan langsung jadi (fa yakun).

Maka orang tua kita sering menasehati, bahwa yang namanya doa itu bukan kun fayakun. Sunnatullah itu adalah ciptaan Allah, maka kita tidak bisa seenaknya mengubah ciptaan Allah, hanya dengan berdoa. Allah saja sebagai sang Pencipta, tidak begitu saja mengubah seenaknya apa yang Dia telah ciptakan.

Lho, kok tiba-tiba ada hamba yang bukan pencipta, tiba-tiba merasa berhak untuk mengubah-ubah seenaknya apa yang telah Allah SWT ciptakan.

Maka bagian akhir dari jawaban ini cuma ingin mengingatkan, bahwa berdoa apa PSSI memang itu sih boleh-boleh saja. Tetapi ketika beragam rangkaian sunnatullah untuk tercapainya kemenangan tidak dipenuhi, tentu akan sulit kemenangan itu bisa tercapai.

Karena titik masalahnya bukan pada doa, melainkan pada syarat sunnatullah yang tidak dipenuhi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bersalaman Seusai Shalat
22 November 2012, 17:01 | Shalat | 9.580 views
Bolehkah Merevisi Mahar Setelah Akad?
20 November 2012, 17:00 | Nikah | 21.192 views
Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid?
18 November 2012, 17:00 | Shalat | 12.268 views
Demokrasi Soal Aqidah atau Muamalah?
17 November 2012, 17:00 | Kontemporer | 8.770 views
Shalat Hadiah untuk Orang Tua Meninggal
16 November 2012, 00:45 | Shalat | 11.257 views
Operasi Selaput Dara
15 November 2012, 17:00 | Wanita | 7.452 views
Dzikir Ratib Al Haddad
14 November 2012, 17:00 | Umum | 46.524 views
Hukum Wanita Haid Masuk Masjid
12 November 2012, 03:25 | Thaharah | 33.142 views
Wanita Haram Menjadi Imam Buat Laki-laki
7 March 2012, 17:00 | Shalat | 8.957 views
Benarkah Wanita Boleh Jadi Imam Shalat Buat Laki-laki?
6 March 2012, 17:00 | Shalat | 6.216 views
Mengulang-ulang Tayammum
4 March 2012, 17:00 | Thaharah | 5.634 views
Benarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa?
6 September 2008, 22:45 | Puasa | 7.971 views
Mimpi Basah Saat Ramadhan
6 September 2008, 22:44 | Puasa | 6.686 views
Perlukah Bersyahadat Lagi?
6 September 2008, 12:20 | Aqidah | 8.523 views
Kafirkah Orang Tua Rasullulloh?
6 September 2008, 12:18 | Aqidah | 11.997 views
Nabi Isa Disebutkan 25 Kali Dalam Al-Quran
6 September 2008, 11:53 | Aqidah | 6.790 views
Taqdir, Bisakah Diubah?
6 September 2008, 11:51 | Aqidah | 9.939 views
Cara Menyadarkan Teman yang Inkar-Sunnah
6 September 2008, 11:50 | Hadits | 9.860 views
Status Pernikahan Isteri yang Murtad
6 September 2008, 11:49 | Nikah | 7.816 views
Baiat Dan Syahadatain
6 September 2008, 11:46 | Aqidah | 8.693 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,255,720 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img