Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Membasuh Kepala Tapi Tak Sehelai Rambut Pun Basah | rumahfiqih.com

Membasuh Kepala Tapi Tak Sehelai Rambut Pun Basah

Sat 12 January 2013 07:00 | Thaharah | 14.688 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum.

Saya sudah baca beberapa konsultasi di situs ini terkait ttg wudhunya wanita. Namun, masih ada yang perlu saya tanyakan. Dikatakan bahwa menurut suatu mahzab (saya lupa mahzab mana), minimal dlm membasuh kepala, ada satu helai rambut yg basah.

Namun, bagaimana jika kasusnya adalah seorang wanita membasuh kepalanya tanpa membuka kerudungnya sehingga ketika hanya membasuh bagian depan kepala, tak sehelai rambutpun yg basah. Kemungkinan hanya setengah bagian dari helaian-helaian rambut karena rambut wanita itu panjang sehingga tidak mungkin sehelai rambut panjang basah hanya dengan basuhan bagian depan kepala, tanpa membuka kerudung pula.

Mohon penjelasan

Jazakumullahu khoiron katsiro.

Wassalam.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya yang dimaksud dengan minimal sehelai rambut itu harus basah bukan begitu. Tetapi maksudnya adalah mengusap kepala, dimana minimal ada bagian rambut tertentu yang basah akibat terkena usapan jemari atau telapak tangan kita saat berwudhu'.  Walau pun cuma sepanjang 1 centimeter dan hanya sehelai saja, tetap sudah dianggap sah urusan mengusap kepalanya. Demikian pengertiannya.

Namun kalau yang diusap hanya kerudung atau bagian wajah seperti dahi, tentu belum dikatakan sah. Sebab yang merupakan wudhu' itu aslinya adalah kepala. Dan rambut adalah bagian dari kepala, sehingga salah satu pendapat menyebutkan bahwa asalkan rambutnya sudah basah, walaupun hanya sehelai, dan walau pun cuma sepanjang satu centimeter, maka rukunnya sudah terpenuhi.

Sedangkan mengusap kerudung tanpa membasahi rambut, jelas tidak sah wudhu'nya. Demikian juga bila yang basah hanya dahi saja, juga tidak sah wudhu'nya.

Mengusap Kepala : Rukun Wudhu'

Yang dimaksud dengan mengusap adalah meraba atau menjalankan tangan ke bagian yang diusap dengan membasahi tangan sebelumnya dengan air. Sedangkan yang disebut kepala adalah mulai dari batas tumbuhnya rambut di bagian depan (dahi) ke arah belakang hingga ke bagian belakang kepala.

1. Al-Hanafiyah

Al-Hanafiyah mengatakan bahwa yang wajib untuk diusap tidak semua bagian kepala melainkan sekadar sebagian kepala, yaitu mulai ubun-ubun dan di atas telinga.

2. Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah

Sedangkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa yang wajib diusap pada bagian kepala adalah seluruh bagian kepala. Bahkan Al-Hanabilah mewajibkan untuk membasuh juga kedua telinga baik belakang maupun depannya. Sebab menurut mereka kedua telinga itu bagian dari kepala juga.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah : Dua telinga itu bagian dari kepala. Namun yang wajib hanya sekali saja tidak tiga kali.

3. Asy-Syafi’iyyah

Adapun Asy-Syafi’iyyah mengatakan bahwa yang wajib diusap dengan air hanyalah sebagian dari kepala meskipun hanya satu rambut saja. Dalil yang digunakan beliau adalah hadits Al-Mughirah :

أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى الْعِمَامَةِ

Bahwa Rasulullah SAW ketika berwudhu’ mengusap ubun-ubunnya dan imamahnya (HR. Bukhari).


Berwudhu Tanpa Melepas Kerudung


Sebenarnya tidak ada sedikit pun kesulitan bagi wanita untuk berwudhu tanpa melepaskan kerudung. Caranya tentu bukan dengan mengusap kerudung sebagai ganti dari mengusap kepala. Kalau yang dilakukan seperti itu, wudhu'nya malah tidak sah.

Yang seharusnya dilakukan adalah memasukkan jari-jari tangan atau sebagian telapak tangan yang telah dibasahi dengan air sebelumnya ke sela-sela kerudung agar tersentuh rambut di dalamnya. Cara bisa dari arah wajah ke dalam, atau bisa juga dari arah bawah kerudung atau dari dalam. Yang penting tangan yang basah ini bisa menyentuh rambut, sehingga rambut itu ikut basah.

Dalam hal ini, walau pun cuma sehelai rambut dan tidak dari ujung hingga akarnya, sudah dianggap sah dalam mengusap kepala. Dan cara ini tentu sangat meringankan, khususnya buat wanita yang kesulitan berwudhu' lantaran tidak menemukan tempat wudhu' yang tertutup.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat,Lc.,MA


Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Rumah Kebanjiran Quran Terandam
12 January 2013, 00:19 | Quran | 6.834 views
Anak Saya Bertanya Kenapa Daging Babi Haram?
11 January 2013, 01:00 | Kuliner | 9.423 views
Daun Ganja untuk Masakan
11 January 2013, 01:00 | Umum | 8.523 views
Mengundang Makan Orang Non-Muslim
11 January 2013, 00:00 | Kuliner | 7.513 views
Berdoa Dalam Shalat Pakai Bahasa Indonesia
10 January 2013, 01:25 | Shalat | 18.126 views
Shalat Sembari Membaca Mushaf Al-Quran
9 January 2013, 23:30 | Quran | 11.151 views
Adakah Mazhab Salaf?
9 January 2013, 01:37 | Ushul Fiqih | 56.000 views
Hak Waris untuk Anak Perempuan Tunggal
8 January 2013, 10:01 | Mawaris | 8.527 views
Poligami dalam Pandangan Syariah
7 January 2013, 22:57 | Nikah | 14.594 views
Menikah dalam Kondisi Hamil
7 January 2013, 22:12 | Nikah | 12.008 views
Imam Membaca Surat Pendek Makmum Membaca Al-Fatihah
6 January 2013, 22:23 | Shalat | 79.606 views
Harta Istri dan Suami Apabila Cerai
6 January 2013, 20:47 | Nikah | 31.186 views
Kalung Emas Tidak Dizakati Selama 20 Tahun
5 January 2013, 21:23 | Zakat | 8.909 views
Keluar dari Suatu Jamaah, Murtadkah Saya?
4 January 2013, 15:08 | Dakwah | 10.198 views
Benarkah Pemeluk Madzhab Syafi'i Ahli Bid'ah?
4 January 2013, 02:00 | Ushul Fiqih | 17.788 views
Talfiq Antar Mazhab, Apa Maksud dan Pengertiannya
4 January 2013, 01:22 | Ushul Fiqih | 24.620 views
Istri Menikah Lagi Sebelum Habis Masa 'Iddah
4 January 2013, 00:47 | Nikah | 9.572 views
Perbedaan Antara Syariah dan Fiqih
3 January 2013, 02:50 | Ushul Fiqih | 48.995 views
Jawaban Shalat Istikharah Apakah Harus Mimpi?
3 January 2013, 01:05 | Shalat | 25.120 views
Haruskah Memilih Satu Jama'ah Tertentu?
3 January 2013, 00:46 | Dakwah | 10.074 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,133,559 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img