Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Minuman 0.00% Alkohol dengan Rasa Beer | rumahfiqih.com

Minuman 0.00% Alkohol dengan Rasa Beer

Sat 19 January 2013 13:20 | Kuliner | 11.447 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu,

Ustad yang saya hormati,

Saya sekarang berada di negara Jepang. Ada seorang muallaf warga negara Jepang bertanya kepada saya: "Apakah diperbolehkan meminum minuman bebas alkohol (0.00% alkohol) namun dengan aroma/rasa beer?"

Beliau bertanya seperti ini karena beliau sulit mengubah kebiasaan minum beer (sebagaimana umumnya orang Jepang setelah dewasa), sedangkan di pasaran beliau menemukan alternatif minuman bebas alkohol dengan rasa beer. Terima kasih Ustad.

Jazaakumullah khoir.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada persepasi yang perlu sedikit disamakan dalam hal ini, bahwa yang diharamkan bagi seorang muslim untuk diminum itu sebenarnya bukan beer dan bukan Alkohol, tetapi yang haram itu adalah khamar.

Walaupun sebuah minuman dinamakan beer, kalau bukan termasuk khamar, tentu tidak haram hukumnya. Demikian juga, meski suatu bahan makanan itu mengandung Alkohol, asalkan bukan khamar, tentu tidak haram hukumnya.

Mungkin Anda akan bertanya balik,"Memangnya beda ya antara beer, Alkohol dan khamar?".

Jawabnya bisa ya dan bisa tidak. Kalau beer atau makanan yang mengandung Alkohol itu menjadi khamar, maka hukumnya haram. Tetapi kalau beer atau minuman mengandung Alkohol itu bukan khamar, maka hukumnya tidak haram.

Ringkasnya begini, istilah beer atau Alkohol itu adalah nama jenis makanan. Sedangkan khamar itu adalah nama status makanan. Maka dengan demikian, meski pun kita dianjurkan minum madu, susu atau air putih, tetapi kalau semua itu sudah diolah sedemikian rupa sehingga bisa membuat yang meminumnya mabuk, maka status dari madu, susu dan air putih itu adalah khamar. Sebaliknya, kalau tidak membuat mabuk, namanya bukan khamar.

Beer Bukan Khamar

Beer itu belum tentu khamar. Ini penting untuk dicatat. Meski pun kita lebih sering mendapatkan kenyataan bahwa umumnya beer itu khamar, namun kalau kita telurusi, istilah beer itu sendiri sebenarnya bukan nama minuman, melainkan nama tumbuhan.

Memang beer itu umumnya dibuat dari jenis tanaman tertentu, yang pada dasarnya tanaman itu tidak atau belum memabukkan. Misalnya, buah kurma dan anggur asalnya tentu tentu halal, lalu ketika buah itu diproses sedemikian rupa sehingga menjadi minuman memabukkan, barulah datang keharamannya.

Adapun buah kurma dan anggur sendiri, selama tidak sampai menjadi khamar, tentu bukan buah-buahan yang terlarang untuk dimakan. Demikian juga dengan tanamanan apapun, selama tidak diproses menjadi khamar, maka bukan termasuk khamar. Setidaknya belum lagi menjadi khamar.

Oleh karena itu, selama minuman yang disebut-sebut punya rasa beer, tetapi jelas-jelas tidak memabukkan, maka tentu saja bukan khamar.

Alkohol Bukan Khamar

Demikian juga dengan Alkohol, cairan itu tidak bisa tiba-tiba disamakan dengan khamar. Sebab orang yang minum Alkohol 70% satu gelas, insya Allah tidak akan mabuk. Cuma yang pasti dia akan meninggal dunia.

Sementara itu di sisi lain, kita menemukan begitu banyak makanan halal di sekeliling kita, yang ternyata mengandung Alkohol. Pisang, durian, nanas, sawo, bahkan beras dan gandum, semua mengandung Alkohol. Kalau seandainya kita membuat peraturan bahwa semua yang mengandung Alkohol itu haram, maka sudah pasti nasi itu haram. Sebab di dalam nasi ada kandungan Alkoholnya.

Namun kita akui bahwa kebanyakan khamar itu memang mendandung Alkohol, walaupun bukan berarti kalau tidak mengandung Alkohol berarti sudah pasti bukan khamar.

Justru kita menemukan pil dan obat-obatan digunakan untuk bermabuk-mabukan, padahal tidak mengandung Alkohol. Demikian juga dengan ganja, mariyuana, termasuk juga kokain, heroin dan semua zat-zat memabukkan, tidak ada satu pun yang mengandung Alkohol. Apakah berarti semua itu halal?

Jawabnya tentu saja tidak.

Semua itu adalah khamar, karena semua itu adalah zat-zat yang kalau dikonsumsi akan memabukkan. Maka semua zat itu meski tidak mengandung Alkohol, 100% adalah khamar. Dan satu lagi yang penting untuk dicatat, bahwa semua benda yang sudah mendapat status sebagai khamar, maka haram untuk dikonsumsi, meski pun hanya setetes dua tetes, dimana sudah pasti kalau cuma segitu pasti tidak akan mabuk.

Sebab manakala suatu zat sudah berpredikat khamar, maka dikonsumsi sedikit atau banyak, penggunanya mabuk atau tidak mabuk.hukumnya tetap haram.

Demikian semoga menjadi pencerahan.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc. MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Nikah Gantung
19 January 2013, 12:13 | Nikah | 18.392 views
Cara Bayar Hutang Kepada Almarhum
19 January 2013, 01:55 | Muamalat | 22.584 views
Ternyata Suami Istri Saudara Sesusuan, Bagaimana Nasib Pernikahan Mereka?
19 January 2013, 01:11 | Nikah | 16.799 views
Benarkah Quran Menetapkan Bahwa Matahari Mengelilingi Bumi?
18 January 2013, 21:12 | Quran | 12.682 views
Sampai Kapan Kita Masih Jadi Musafir?
16 January 2013, 20:51 | Shalat | 40.385 views
Minta Dana Pembangunan Masjid di Tengah Jalan Bikin Macet
15 January 2013, 23:17 | Kontemporer | 11.073 views
Bolehkah Menabung di Bank Tanpa Ambil Bunga?
15 January 2013, 21:31 | Muamalat | 15.930 views
Mana Sajakah Bacaan Rukun dan Sunah Dalam Shalat
15 January 2013, 02:58 | Shalat | 47.230 views
HP Terinstal Quran Dibawa Masuk WC, Bolehkah?
15 January 2013, 02:20 | Quran | 31.650 views
Beberapa Contoh Judi Terselubung
15 January 2013, 01:51 | Muamalat | 34.542 views
Bolehkah Nyicil Bayar Padi
14 January 2013, 04:19 | Muamalat | 7.306 views
Apakah Takhrij Hadits Termasuk Hasil Ijtihad
14 January 2013, 03:46 | Hadits | 9.375 views
Adakah Tanda Bahwa Taubat Kita Diterima Allah
13 January 2013, 22:06 | Aqidah | 76.963 views
Anggota Keluarga Murtad, Kita Menanggung Dosa Tujuh Turunan?
12 January 2013, 21:55 | Aqidah | 26.247 views
Membasuh Kepala Tapi Tak Sehelai Rambut Pun Basah
12 January 2013, 07:00 | Thaharah | 16.280 views
Rumah Kebanjiran Quran Terandam
12 January 2013, 00:19 | Quran | 6.998 views
Anak Saya Bertanya Kenapa Daging Babi Haram?
11 January 2013, 01:00 | Kuliner | 9.832 views
Daun Ganja untuk Masakan
11 January 2013, 01:00 | Umum | 8.889 views
Mengundang Makan Orang Non-Muslim
11 January 2013, 00:00 | Kuliner | 7.719 views
Berdoa Dalam Shalat Pakai Bahasa Indonesia
10 January 2013, 01:25 | Shalat | 18.849 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,223,456 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img