Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Catatan 8 Kali Gerhana di Masa Nabi SAW | rumahfiqih.com

Catatan 8 Kali Gerhana di Masa Nabi SAW

Thu 10 March 2016 00:01 | Umum | 5.734 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Berapa kali Nabi SAW melaksanakan shalat gerhana dan berapa kali terjadi gerhana matahari dan bulan di masa Nabi SAW menurut catatan sejarah dan teknologi?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan Anda sebenarnya sudah dijawab oleh sala satu tokoh ahli falak di Indonesia. Beliu adalah  Ahmad Izzuddin, Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia.

Dalam catatan beliau, selama masa Nabi SAW setidaknya terjadi 8 kali gerhana dengan beragama jenisnya. Rnciannya adalah tiga kali gerhana matahari dan lima kali gerhana bulan, sehingga total ada 8 kejadian gerhana.

Tetapi kalau kita merujuk pada riwayat-rowayat yang sampai kepada kita, kita hanya menemukan Nabi SAW sekali melakukan shalat gerhana matahri dan sekali shalat gerhana bulan.

Rincian catatan beliau itu adalah sebagai berikut :

1. Gerhana Bulan 20 November 625

Inilah awal mula shalat gerhana di masa Nabi SAW. Tanggal itu bertepatan dengan 10 atau 11 Jumadal Akhirah tahun ke-4 Hijriyah.

عن عائشة - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - قالت: جهر النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - في صلاة الخسوف بقراءته

Dari Aisyah radhiyallahuanhu bekata,"Rasulullah SAW menjaharkan suaranya dalam shalat khusuf (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Gerhana Bulan 17 Mei 626

Gerhana bulan terjadi di waktu subuh yang terjadi pada 17 Mei 626. Kalau kita konversikan pakai komputer tanggal tersebut jatuh pada hari Sabtu 22 Dzul-Hijjah tahun ke-4 Hijriyah.

Menurut Ahmad Izzudin, gerhana bulan itu terjadi hanya parsial (sebagian) menjelang waktu subuh hingga subuh berakhir. Bahkan ketika bulan tenggelam masih dalam keadaan gerhana. Belum lagi, waktu gerhana ini sangat luas dengan waktu tenggelamnya sekitar 2 jam.

“Waktu tersebut merupakan waktu di mana kaum muslimin lebih banyak di rumah atau masjid untuk melakukan qiyamul lail. Bahkan umat biasanya masih melakukan zikir setelah subuh. Sehingga fenomena ini terabaikan,” kata Izzuddin.

3. Gerhana Matahari Mini 21 April 627

Gerhana yang kedua adalah gerhana matahari mini yang jatuh bertepatan dengan 26 Dzul-Qa'idah tahun ke-5 Hijriyah. Namun sangat kecil dan jelas tidak mungkin terasa, karena persentase piringan matahari yang tertutup bulan hanya 2 persen saja.Meski gerhana ini  berdurasi 32 menit 4 detik, namun nyaris tidak akan terasa. 

Menurut Ahmad Izzudin kita tidak mendapatkan riwayat bahwa di tahun itu Nabi SAW melaksanakan shalat gerhana. Boleh jadi kita tidak mendapatkan riwayat bahwa Nabi SAW melakukan shalat gerhana saat fenomena ini karena terlalu parsial hanya 2% saja.

4. Gerhana Bulan 25 Maret 628

Gerhana bulan sebagian ini terjadi dalam durasi 2 jam 7 menit 1 detik. Meski besar gerhana saat itu sudah 31 persen, namun waktunya terjadi saat maghrib tiba, di mana umat muslim tengah menjalankan Salat Maghrib di masjid.

Kalau kita konversikan diperkirakaan jatuh pada hari Selasa, 10 Dzul Qa'idah tahun ke-6 Hijriyah

5. Gerhana Matahari Mini 3 Oktober 628

Kalau kita konversikan gerhana ini terjadi pada hari Jumat 26 Jumadal Awwal tahun ke7 Hijriyah dengan durasi gerhana 59 menit 46 detik. Nampaknya kita pun juga tidak mendapat riwayat bahwa  Nabi SAW menjalankan shalat gerhana pada saat itu. Alasannya barangkali karena gerhana ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sebab piringan matahari yang tertutup hanya 12 persen.

“Awal gerhana saat itu terjadi sebelum matahari terbit dilihat dari Madinah. Sehingga saat terbit, matahari sudah dalam keadaan gerhana. Lalu beberapa saat gerhana sudah berakhir. Jadi mustahil dapat disadari,” kata dosen UIN Walisongo Semarang itu.

6. Gerhana Bulan 15 Maret 629

Gerhana itu merupakan gerhana bulan total yang terjadi selama 1 jam 40 menit 31 detik. Kalau kita konversikan tanggal itu jatuh pada tanggal 10 atau 11 Dzul Qa'idah tahun ke-7 Hijriyah.

Namun karena terjadi pada Maret di mana menjadi waktu mulai berakhirnya musim dingin, aktivitas masyarakat Arab kala itu masih rendah.

“Di samping itu sisa-sisa mendung kemungkinan masih banyak, sehingga bulan yang sedang gerhana luput dari perhatian masyarakat Madinah,” katanya.

7. Gerhana Bulan Sebagian 4 Maret 630

Gerhana ini bertepatan dengan 10 atau 11 Dzul Qa'idah tahun ke-8 Hijriyah.

Durasi gerhana ini mencapai 2 jam 42 menit 47 detik dengan besar gerhana 68 persen saat waktu Maghrib. Tapi, Nabi tidak menjalankan salat gerhana karena kemungkinan awal gerhana terjadi sebelum bulan terbit. Sehingga saat terbit bulan sudah dalam keadaan gerhana. Lalu 23 menit setelah matahari terbenam (waktu Maghrib) gerhana sudah berakhir. Gerhana ini mungkin juga tidak tersadari oleh masyarakat Madinah saat itu.

8. Gerhana Matahar 27 Januari 632


Inilah gerhana dimana Rasulullah SAW diriwayatkan telah melakukan shalat berjamaah. Tanggal 27 Januari 632 bertepatan dengan 25 atau 26 Syawwal tahun ke-10 Hijriyah. Saat itu jalur gerhana melewati sejumlah negara di antaranya, Afrika, Arab Selatan, India, dan Asia Tengah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Jakarta Mengalami Gerhana Cuma 88% Persen, Masihkah Disyariatkan Shalat Gerhana?
7 March 2016, 11:30 | Shalat | 9.917 views
Istilah Quran Yang Beda Antara Makna Harfiyah dan Maksudnya
1 March 2016, 11:00 | Quran | 9.430 views
LGBT : Operasi Ganti Kelamin, Haramkah?
15 February 2016, 10:23 | Kontemporer | 14.614 views
Bolehkah Uang Zakat Untuk Membangun Masjid dan Membiayai Dakwah?
13 February 2016, 06:10 | Zakat | 8.923 views
Mazhab Cuma Pendapat Manusia, Buang Saja Cukup Quran dan Sunnah
10 February 2016, 09:20 | Ushul Fiqih | 25.163 views
Bingung, Ini Hibah atau Wasiat?
15 December 2015, 04:52 | Mawaris | 12.406 views
Lima Sisi Kekuatan Pribadi Ulama Yang Dinantikan
14 December 2015, 08:52 | Ushul Fiqih | 10.699 views
Air Bekas Diminum Kucing, Najiskah?
11 December 2015, 10:44 | Thaharah | 14.408 views
Kedudukan Hadits Perpecahan Umat Jadi 73 Golongan
9 December 2015, 23:43 | Hadits | 17.725 views
Hukum Tinta Pemilu dan Air Wudhu
8 December 2015, 06:00 | Thaharah | 25.136 views
Telapak Kaki Perempuan Bukan Aurat?
7 December 2015, 03:21 | Wanita | 20.762 views
Gemar Berdakwah Tapi Tidak Menguasai Bahasa Arab
4 December 2015, 08:00 | Kontemporer | 11.642 views
Hukum Voucher Belanja Undian Berhadiah
2 December 2015, 06:27 | Muamalat | 22.720 views
Berdakwah Tapi Meminta Upah
30 November 2015, 08:10 | Dakwah | 13.125 views
Benarkah Tidak Semua Perintah di dalam Al-Quran itu Wajib Dikerjakan?
29 November 2015, 07:12 | Ushul Fiqih | 7.833 views
Hukum Menerima Transfusi Darah dari Non Muslim
28 November 2015, 06:24 | Aqidah | 20.930 views
Dalam Keadaan Apa Saja Kita Boleh Bertayammum?
25 November 2015, 04:23 | Thaharah | 12.275 views
Ternyata dalam Al-Quran Kata 'Shalat' Punya Banyak Makna
24 November 2015, 05:20 | Quran | 12.148 views
Ketika Tayammum Menepuk Tanah Dua Kali Atau Cukup Sekali?
23 November 2015, 05:00 | Thaharah | 6.181 views
Apakah di Masa Para Tabi`in Sudah Ada Mazhab Fiqih?
17 November 2015, 06:23 | Ushul Fiqih | 11.632 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,879,196 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img