Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Membuat Merek Makanan Dengan Nama Orang? | rumahfiqih.com

Bolehkah Membuat Merek Makanan Dengan Nama Orang?

Mon 11 February 2013 20:07 | Muamalat | 6.774 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum

Pak ustadz, bolehkah menamai perusahaan atau product dengan nama orang/ nama pemiliknya? Misal "Bakso Joko", atau merk keripik dengan nama "Mbah Dul"?

Bukan kah nama itu do'a untuk yang empunya ya tadz? Terus kalau statusnya untuk makanan gimana tadz ?

Mohon di jawab tadz, soalnya saya baru mau bikin brand dengan nama kakek saya.

Wassalamualaikum

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Benar sekali bahwa salah satu fungsi dari nama yang disandang adalah doa. Kalau kita namakan anak kita Muhammad, pada hakikatnya kita sedang mendoakannya agar menjadi orang yang terpuji. Kalau namanya Abdullah, kita mendoakan agar anak itu menjadi hamba Allah yang taat. Dan kalau kita namanya puteri kita Aisyah, kita sedang berdoa agar bisa mengikuti jejak Aisyah ummmul mukminin radhiyallahuanha.

Namun tentu saja nama tidak harus selalu berarti doa. Tetapi nama punya fungsi yang utama, yaitu sebagai identitas dari suatu. Sebut saja ada masjid yang diberi nama Masjid Nabi. Kota Madinah pun juga disebut sebagai kota Nabi.

Adapun bila jenis makanan tertentu dinamakan dengan nama seseorang, asalkan tujuannya baik dan bukan terkesan menghina, tentu tidak ada salahnya. Bukankah jenis kurma yang paling mahal di  dunia hingga harganya mencapai 100 Riyal Saudi (kurang lebih 250 ribu ) perkilo dinamakan dengan kurma Nabi? Sebenarnya jenis kurma itu ajwa, tetapi juga dikenal dengan kurma Nabi.

Maka tidak mengapa kalau seseorang punya jenis makanan atau masakan khas, lalu dinamakan dengan nama pembuatnya. Misalnya nasi goreng yang khas dan enak, tidak kita temukan dimana pun kecuali di dapur ibu kita, lantaran ibunda kita punya resep nasi goreng yang tidak ada duanya, bolehlah kita sebut dengan nasi goreng ibu.

Di sekeliling tempat tinggal saya ada banyak jenis masakan yang enak dan khas. Bang Sani tetangga saya kalau bikin nasi uduk bikin lidah bergoyang-goyang saking enaknya. Dan kita para tetangga menjuluki nasi uduk buatannya dengan sebutan Nasi Uduk Babe Sani. Akhirnya sekarang jadi merek dagang walau tidak pernah didaftarkan secara aturan legalitas.

Di banyak tempat kita mengenal begitu banyak produk makanan khas seperti sate Haji Musa, soto Haji Makruf, ayam Mbok Berek atau Nyonya Suharti, Jamu Tjap Potret Njonja Meneer, dan lain-lainnya. Dalam hal ini, nama yang kita sematkan memang tidak harus terkait dengan doa, tetapi sedang mengidentikkan jenis masakan tertentu dengan pemiliknya. Dan hal itu sah-sah saja.

Kita tidak diwajibkan untuk menamakan nasi goreng dengan nama yang mengandung doa, seperti nasi goreng "semoga kenyang", atau bakso "semoga untung terus".

Namun penamaan yang kurang baik lebih utama untuk dihindari, misalnya rawon setan, nasi goreng gila, sambal laknat, sambal terkutuk, sambal iblis, bakso kepala bayi,dan lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Saya Sedang di Iran, Halalkah Sembelihan Mereka?
11 February 2013, 02:43 | Umum | 11.949 views
Hukum Perayaan Empat dan Tujuh Bulanan Kehamilan
10 February 2013, 21:36 | Kontemporer | 22.940 views
Kafirkah Orang Yang Meninggalkan Shalat?
10 February 2013, 11:15 | Shalat | 10.793 views
Ya Rabbi bil Musthafa, Apa Hukumnya?
10 February 2013, 11:14 | Aqidah | 12.678 views
Berkampanye untuk Meraih Jabatan
8 February 2013, 21:58 | Negara | 6.368 views
Bagaimana Menghadapi Krisis Ulama di Akhir Zaman
8 February 2013, 03:03 | Ushul Fiqih | 9.176 views
Apakah Kitab Barzanji Syirik dan Bidah?
7 February 2013, 07:34 | Aqidah | 54.142 views
Tata Cara dan Bacaan Sujud Sahwi
6 February 2013, 00:16 | Shalat | 66.656 views
Benarkah Menuduh Orang Berzina Dicambuk 80 Kali?
5 February 2013, 01:00 | Jinayat | 21.199 views
Kafirkah Indonesia Tidak Berhukum Dengan Hukum Allah?
4 February 2013, 11:35 | Negara | 11.612 views
Tertangkap Tangan Sedang Berduaan Dengan Wanita di Hotel
3 February 2013, 23:01 | Negara | 13.374 views
Hukuman Buat Orang Yang Mengkonsumsi Khamar
3 February 2013, 14:03 | Jinayat | 13.097 views
Adakah Nikah Jarak Jauh?
3 February 2013, 00:19 | Nikah | 8.211 views
Mau Tobat karena Mencuri dan Memakan Haram, Bagaimana Caranya?
2 February 2013, 11:56 | Umum | 9.717 views
Utang Piutang Dengan Standar Dinar
1 February 2013, 10:10 | Umum | 5.778 views
Apakah Korupsi Dosa Besar?
31 January 2013, 22:51 | Kontemporer | 7.678 views
Bolehkah Umrah dengan Berhutang
30 January 2013, 22:46 | Haji | 15.468 views
Haruskah Menikah Dengan Ikhwan?
30 January 2013, 08:56 | Dakwah | 9.729 views
Mendirikan Televisi Khusus Konsumsi Umat Islam
30 January 2013, 01:07 | Dakwah | 6.698 views
Hukum Main Drama, Teater, Sinetron dan Film
29 January 2013, 00:22 | Umum | 13.262 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,876,491 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img