Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Jadi Calo Tiket vs Agen Tiket Resmi | rumahfiqih.com

Jadi Calo Tiket vs Agen Tiket Resmi

Sun 3 March 2013 21:29 | Muamalat | 8.664 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
 Assalamu 'alaikum wr. wb.

Langsung saja nih ustadz,

Mohon dan mengharakan penjelasan dari ustadz tentang hukum menjadi perantara dalam sebuah transaksi jual-beli. Apakah syariat Islam membolehkan kita yang bukan penjual dan bukan pembeli, ikut menikmati keuntungan dari transaksi yang mereka lakukan? Jasa yang kita berikan sekedar menjadi perantara saja.

Lalu bagaimana hukumnya dengan apa yang dilakukan oleh para calo tiket? Apakah jadi tukang catut tiket itu halal atau haram? Dan bagaimana juga dengan agen resmi penjualan tiket seperti travel agent, mereka pun sebenarnya mengambil keuntungan dari tiket yang dijual.

Mohon agar ustadz berkenan menjelaskan masalah ini, yaitu bagaimana kita memahami masalah ini dengan pendekatan syariah?

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak. Semoga Allah selalu melindungi dan memberkati ustadz sekeluarga. Amien.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

A. Hukum Menjadi Perantara Dalam Jual Beli

Pada dasarnya syariat Islam tidak mengharamkan orang menjadi perantara dalam jual-beli. Praktek menjadi perantara ini disebut dengan istilah simsarah, dan orang yang jadi perantara disebut simsar.

Secara langsung Nabi SAW pernah meminta kepada salah seorang shahabatnya untuk membelikan seekor kambing. Dan shahabat itu mendapatkan semacam keuntungan dari selisih harga, sebagaimana yang tertuang di dalam hadits berikut ini.

عَنْ عُرْوَةَ البَارِقِيّ أَنَّ النَّبِيَّ بَعَثَ مَعَهُ بِدِيْنَارٍ يَشْتَرِي لَهُ أُضْحِيَّةً فَاشْتَرَى لَهُ اثْنَتَيْنِ فَبَاعَ وَاحِدَةً بِدِيْنَارٍ وَأَتَاهُ بِالأُخْرَى . فَدَعَالَهُ بِالبَرَكَةِ فِي بَيْعِهِ فَكاَنَ لَوِ اشْتَرَى التُّراَبَ لَرِبَحَ فِيْهِ

Dari 'Urwah al-Bariqi bahwa Nabi SAW memberinya satu dinar untuk dibelikan seekor kambing. Maka dibelikannya dua ekor kambing dengan uang satu dinar tersebut, kemudian dijualnya yang seekor dengan harga satu dinar. Setelah itu ia datang kepada Nabi SAW dengan seekor kambing. Kemudian beliau SAW mendoakan semoga jual belinya mendapat berkah. Dan seandainya uang itu dibelikan tanah, niscaya mendapat keuntungan pula. (HR. Ahmad dan At-tirmizy)

Urwah Al-Bariqi adalah salah seorang shahabat yang pandai dalam berdagang. Dia mampu membeli sesuatu dengan harga yang murah, dan bisa menjualnya dengan harga yang mahal, sehingga dia mendapat selisihnya sebagai keuntungan. Walau pun pada hakikatnya uang yang digunakan itu bukan uangnya sendiri, melainkan uang dari Rasulullah SAW.

Fatwa terkait hukum perantara ini oleh kebanyakan ulama diambil dari penjelasan Al-Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya, yaitu Bab Upah Untuk Samsarah. Dan menurut beliau, para ulama umumnya membolehkan praktek sebagai perantara antara penjual dengan pembeli.

Ibnu Abbas radhiyallahuanhu diriwayatkan membolehkan bagi pemilik barang berkata kepada pihak yang menjadi perantara,"Jualkan barangku ini, bila kamu berhasil menjualnya di atas harta tertentu, silahkan kamu ambil lebihnya".

Al-Imam Malik rahimahullah ketika ditanya tentang hukum perantara jual-beli yang mendapatkan keuntungan, beliau menjawab :

لاَ بَأْسَ بِذَلِكَ

Tidak mengapa dengan keuntungan perantara

Ibnu Sirin mengatakan bila seorang pemilik barang berkata kepada perantara, jualkan barang ini dengan harta sekian. Kalau ada untungnya maka ambillah untukmu".

Yang juga berpendapat bahwa praktek perantara seperti ini boleh antara lain Atha', Ibrahim dan Al-Hasan.

Perantara Yang Diharamkan

Ada beberapa contoh praktek perantara jual-beli yang hukumnya haram, dengan beberapa versi ketentuan dan pelanggaran yang terdapat di dalamnya. Antara lain praktek percaloan dalam penjualan tiket atau mafia pertanahan.

1. Calo Tiket

Letak titik haramnya percaloan tiket baik untuk tiket pesawat, kereta api atau lainnya adalah pada hilangnya tiket karena diborong dan dikuasai para calo. Jadi titik masalahnya bukan karena sekedar menjadi perantara.

Seandainya yang dilakukan para calo tiket itu tidak sampai membuat konsumen kehilangan haknya dari mendapat tiket dengan harga asli di loket, maka sebenarnya menarik untung dari menjual tiket itu bisa dibenarkan, sebagaimana yang dilakukan oleh umumnya agen-agen perjalanan (travel agent) yang resmi.

Para calo memborong habis semua tiket yang dijual di loket, lalu menjual kepada calon penumpang dengan harga yang sudah dilipat-duakan. Kalau pun disisakan, biasanya hanya sedikit sekali. Sehingga hampir sebagian besar calon penumpang dibuat terpaksa beli tiket dari calo.

Kadang perbuatan tidak terpuji ini dilakukan dengan bekerja sama dengan 'orang dalam', yang tentunya atas sepengetahuan pimpinannnya. Namun pemimpin stasiun atau terminal biasanya membiarkan saja, barangkali karena juga ikut menikmati hasilnya, atau pun karena tidak mampu berhadapan dengan para backing para calo yang biasanya orang yang sangat berpengaruh.

2. Mafia Tanah

Praktek yang dilakukan oleh para mafia tanah bisa jadi contoh bagaimana peran perantara itu hukumnya menjadi haram.

Yang sering dilakukan oleh para mafia tanah atau sering disebut dengan spekulan itu adalah mencari tanah-tanah yang bakalan terkena proyek penggusuran demi kepentingan publik, seperti proyek pembangunan jalan umum, atau fasilitas publik lainnya.

Para spekulan tanah lalu mendatangi para pemilik tanah dengan berperan seolah-olah menjadi pihak yang mau membeli tanah. Para spekulan tanah ini sengaja menutupi jalan untuk bertemunya pihak calon pembeli dan pemilik tanah secara langsung.

Tujuannya tentu untuk bisa mendapatkan komisi yang sebesar-besarnya dari jual-beli tanah itu. Dari pihak pemerintah para spekulan itu mendapat harga yang tinggi, tetapi kepada pemilik tanah mereka membayar dengan harga semurah-murahnya.

Tentu saja hal ini merugikan para pemilik tanah, juga merugikan pemerintah. Dan seringkali proyek yang telah dicanangkan harus berhenti atau setidaknya jadi terhambat, karena ulah para spekulan tanah ini. Dan pada akhirnya, yang rugi rakyat juga.


Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Umat Terdahulu Islam Juga?
3 March 2013, 03:43 | Aqidah | 8.666 views
Memberi Salam Lebih Dahulu kepada Non Muslim
2 March 2013, 21:01 | Aqidah | 11.015 views
Menanam Modal dengan Keuntungan Tetap, Ribakah?
2 March 2013, 11:13 | Muamalat | 6.948 views
Dilemma Jadi PNS Yang Jujur
2 March 2013, 00:41 | Muamalat | 9.287 views
Hukum Menyekolahkan Anak di Sekolah Non Muslim
1 March 2013, 03:11 | Aqidah | 10.595 views
Berapa Warisan Untuk Istri Kedua?
1 March 2013, 02:55 | Mawaris | 14.849 views
Pengertian Mushaf dan Wujud Fisiknya
1 March 2013, 02:35 | Quran | 76.408 views
Panduan Menyelenggarakan Walimah
28 February 2013, 03:58 | Nikah | 13.129 views
Apakah Bila Telah Jatuh Talak Masih Bisa Bersatu Kembali
28 February 2013, 00:33 | Nikah | 23.245 views
Hak Waris Istri Anak Dari Suami Yang Lebih Dulu Wafat
27 February 2013, 00:01 | Mawaris | 17.914 views
Bolehkah Menyentuh Mushaf Tanpa Wudhu?
26 February 2013, 21:52 | Quran | 25.599 views
Keringanan Apa Saja Yang Diterima Musafir?
25 February 2013, 23:31 | Puasa | 9.143 views
Nikah Sirri tapi Wali tidak Dapat Hadir
25 February 2013, 12:49 | Nikah | 7.052 views
Apakah Tahlilan Termasuk Syirik?
23 February 2013, 02:03 | Aqidah | 33.032 views
Dapat Kerja Tapi Tidak Boleh Mengenakan Jilbab
22 February 2013, 14:57 | Wanita | 7.275 views
Dana Amal Shalat Jum'at Boleh Digunakan Untuk Apa?
22 February 2013, 00:26 | Muamalat | 8.511 views
Nikah Jarak Jauh
21 February 2013, 00:29 | Nikah | 6.749 views
Hukum Kuis Berhadiah dan Kontestannya
21 February 2013, 00:28 | Muamalat | 7.205 views
Sudah Ngaji 15 Tahun Belum Jadi Ahli Syariah
19 February 2013, 02:28 | Ushul Fiqih | 8.478 views
Cara Menyikapi Khilafiyah dalam Jamaah
18 February 2013, 23:59 | Dakwah | 10.570 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,956,768 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img