Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Air Bekas Diminum Kucing, Najiskah? | rumahfiqih.com

Air Bekas Diminum Kucing, Najiskah?

Fri 11 December 2015 10:44 | Thaharah | 14.331 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz, izinkan saya ingin bertanya tetang hukum air yang sudah bekas diminum kucing.  Kucing adalah hewan yang hidup di sekitar kita, tetapi juga termasuk hewan buat karena memangsa hewan lain untuk dimakan. Lalu apa hukum air bekas diminum kucing, apakah berubah menjadi najis atau suci?

Mohon penjelasan dari ustadz, Jazakallahu ahsanal jaza'.

Wassalam

Jawaban :
Dalam istilah fiqih, kita mengenal kata as-su’ru. Istilah ini sering didefinisikan menjadi :

فَضْلَةُ الشُّرْبِ وَبَقِيَّةُ الْمَاءِ الَّتِي يُبْقِيهَا الشَّارِبُ فِي الإْنَاءِ أَوْ فِي الْحَوْضِ ثُمَّ اسْتُعِيرَ لِبَقِيَّةِ الطَّعَامِ أَوْ غَيْرِهِ

Bekas minum dan sisa air yang ditinggalkan oleh orang yang minum dari suatu wadah atau telaga, kemudian digunakan untuk sisa makanan dan selainnya.

Hukum su'ru atau bekas minum hewan punya pembahasan cukup luas dalam ilmu fiqih. Sebagian dari su'ru hewan itu ada yang najis, dan sebagian lagi ada yang tidak najis.

Su'ru Kucing

Hukum kucing itu sendiri berbeda-beda dalam pandangan ulama. Sebaigan ulama mengatakan najis dan sebagian ulama lainnya mengatakan tidak najis.

At-Thahawi mengatakan bahwa kucing itu najis karena dagingnya najis bagi kita. Dan karena itu pula maka ludahnya atau sisa minumnya pun hukumnya najis. Sebab dagingnya pun najis.

Namun meski demikian karena ada dalil yang secara khusus menyebutkan bahwa sisa minum kucing itu tidak najis maka ketentuan umum itu menjadi tidak berlaku yaitu ketentuan bahwa semua yang dagingnya najis maka ludahnya pun najis. Minimal khusus untuk kucing.

Dalil yang menyebutkan tidak najisnya ludah kucing itu adalah hadits berikut ini :

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجِسٍ إَنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِيْنَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

Rasulullah SAW bersabda"Kucing itu tidak najis sebab kucing itu termasuk yang berkeliaran di tengah kita". (HR. Abu Daud, At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad) .

Sedangkan Al-Kharkhi dan Abu Yusuf mengatakan bahwa su’ru kucing itu hukumnya makruh. Alasannya adalah bahwa kucing itu sering menelan atau memakan tikus yang tentu saja mengakibatkan su’runya saat itu menjadi najis.

Dalam hal ini Abu Hanifah juga sependapat bahwa kucing yang baru saja memakan tikus maka su’runya najis. Sedangkan bila tidak langsung atau ada jeda waktu tertentu maka tidak najis.

Hal ini sesuai dengan hukum su’ru manusia yang baru saja meminum khamar maka ludahnya saat itu menjadi najis.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kedudukan Hadits Perpecahan Umat Jadi 73 Golongan
9 December 2015, 23:43 | Hadits | 17.676 views
Hukum Tinta Pemilu dan Air Wudhu
8 December 2015, 06:00 | Thaharah | 25.062 views
Telapak Kaki Perempuan Bukan Aurat?
7 December 2015, 03:21 | Wanita | 20.699 views
Gemar Berdakwah Tapi Tidak Menguasai Bahasa Arab
4 December 2015, 08:00 | Kontemporer | 11.610 views
Hukum Voucher Belanja Undian Berhadiah
2 December 2015, 06:27 | Muamalat | 22.641 views
Berdakwah Tapi Meminta Upah
30 November 2015, 08:10 | Dakwah | 13.071 views
Benarkah Tidak Semua Perintah di dalam Al-Quran itu Wajib Dikerjakan?
29 November 2015, 07:12 | Ushul Fiqih | 7.780 views
Hukum Menerima Transfusi Darah dari Non Muslim
28 November 2015, 06:24 | Aqidah | 20.853 views
Dalam Keadaan Apa Saja Kita Boleh Bertayammum?
25 November 2015, 04:23 | Thaharah | 12.021 views
Ternyata dalam Al-Quran Kata 'Shalat' Punya Banyak Makna
24 November 2015, 05:20 | Quran | 11.910 views
Ketika Tayammum Menepuk Tanah Dua Kali Atau Cukup Sekali?
23 November 2015, 05:00 | Thaharah | 6.124 views
Apakah di Masa Para Tabi`in Sudah Ada Mazhab Fiqih?
17 November 2015, 06:23 | Ushul Fiqih | 11.496 views
Wajib Merendahkan Pandangan, Haramkah Melihat Wajah Wanita?
16 November 2015, 10:05 | Wanita | 8.709 views
Persamaan dan Perbedaan Antara Qishash, Jinayat dan Hudud
15 November 2015, 04:55 | Jinayat | 10.315 views
Apakah Kita Harus Bermazhab?
13 November 2015, 04:23 | Ushul Fiqih | 12.264 views
Adakah Dalil Wajibnya Mencuci Najis Babi Tujuh Kali?
12 November 2015, 06:30 | Thaharah | 9.265 views
Mazhab-Mazhab Fiqih Itu, Apakah Masih Relevan Hari Ini?
10 November 2015, 08:18 | Ushul Fiqih | 19.089 views
Apakah Pintu Ijtihad Sudah Tertutup?
6 November 2015, 09:30 | Ushul Fiqih | 19.911 views
Pedoman Shalat Istisqa Minta Hujan
2 November 2015, 09:50 | Shalat | 8.304 views
Hak Warisan Pria dan Wanita Dua Banding Satu, Adilkah?
30 October 2015, 14:27 | Mawaris | 13.058 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,670,078 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img