Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Uang Santunan Kematian Harus Dibagi Waris? | rumahfiqih.com

Apakah Uang Santunan Kematian Harus Dibagi Waris?

Tue 2 September 2014 05:06 | Mawaris | 11.344 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Orang tua kami baru saja wafat dipanggil Allah SWT. Sekarang yang kami sedang diskusikan adalah tentang uang santunan yang terkumpul dari para pelayat. Ternyata jumlahnya lumayan juga. Pertanyaan kami adalah :

1. Apakah uang santunan ini harus kami bagi sesuai dengan ketentuan hukum waris juga?
2. Bagaimana dengan uang pensiun kematian orang tua kami?
3. Dari pihak asuransi kami juga dapat pembayaran, apakah ini juga harus dibagi sesuai ketentuan hukum waris?

Demikian pertanyaan kami, mohon ustadz berkenan menjawabnya.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Harta yang dibagi waris adalah masalah status kepemilikan, bahwa harta itu adalah harta milik almarhum sejak masih hidup. Adapun harta yang baru datang setelah kematian almarhum, dimana harta itu sebelumnya bukan milik almarhum, statusnya bukan termasuk harta yang diwariskan.

1. Uang Santunan

Biasanya bila ada keluarga yang berduka cita karena kematian, maka diberikan uang santunan kepada keluarga itu. Uang santunan atau sering juga disebut dengan uang duka cita biasa diberikan oleh keluarga, teman, tetangga, handai taulan, bahkan bisa dari pihak tempat kerja dimana dahulu almarhum bekerja dan beraktifitas.

Status uang santunan ini sebenarnya tidak bisa dimasukkan ke dalam harta almarhum yang dibagi waris. Mengapa demikian? Jawabnya karena harta itu memang bukan harta milik almarhum semasa hidupnya. Uang santunan itu pada dasarnya tidak diberikan kepada almarhum, melainkan diberikan kepada pihak keluarga.

Dan pada saat almarhum masih hidup, harta itu bukan milik almarhum. Justru ketika almarhum menghembuskan nafas terakhir, barulah harta itu diberikan. Dan yang beri harta memang bukan almarhum, melainkan keluarganya. Maka jelas sekali bahwa harta itu bukan harta almarhum yang diwariskan.

2. Uang Pensiun

Negara kita punya kebijakan untuk memberikan uang pensiun kepada istri pegawai negeri sipil, yaitu janda yang suaminya meninggal dunia. Uang itu sering disebut dengan uang pensiun.

Apakah uang pensiun ini termasuk harta yang dibagi waris sebagaimana ketentuan hukum faraidh dalam syariat Islam? Jawabannya bukan.

Mengapa bukan?

Karena status uang pensiun itu bukan harta yang dimiliki almarhum sejak masih hidup. Harta itu adalah harta milik negara. Dan negara memang memberikan uang pensiun kepada istri para PNS yang meninggal dunia. Maka kedudukan uang pensiun ini sama dengan kedudukan uang santunan di atas. Oleh karena itu uang pensiun tidak perlu dibagi waris, tetapi diserahkan kepada istri almarhum sesuai dengan ketentuan dari negara.

3. Uang Klaim Asuransi

Uang klaim asuransi (life assurance) tidak termasuk dalam harta yang dibagi kepada para ahli waris. Mengapa demikian? Karena uang klaim asuransi tersebut tidak dimiliki oleh almarhum selama masa hidupnya.

Kalau kita cermati secara mendalam, pada prakteknya ketika masih hidup almarhum membayar uang (premi) kepada pihak perusahaan asuransi yang

diniatkan untuk menjadi investasi bagi ahli waris yang telah ditunjuknya untuk menerima santunan uang dari perusahaan asuransi itu jika kelak ia meninggal dunia.

Maka uang premi asuransi yang dulu dibayarkannya itu, sejatinya sudah berstatus sebagai pemberian atau hibah yang diberikan pada ahli waris yang ditunjuknya itu. Karena statusnya menjadi hibah, maka uang klaim asuransi tersebut hanya menjadi hak pihak yang telah ditunjuk almarhum.

Oleh karena itu maka uang klaim dari pihak perusahaan tidak untuk dibagikan kepada para ahli waris sebagai warisan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Dalam Islam Suami Istri Punya Harta Sendiri-sendiri
1 September 2014, 10:44 | Nikah | 40.441 views
Bolehkah 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
30 August 2014, 04:30 | Qurban Aqiqah | 9.571 views
Haramkah Mengkornetkan Daging Qurban?
29 August 2014, 06:30 | Qurban Aqiqah | 7.415 views
Orang yang Gugur dari Mendapat Warisan
28 August 2014, 10:40 | Mawaris | 12.406 views
Belum Di-Aqiqahi Mau Qurban, Bolehkah?
26 August 2014, 08:09 | Qurban Aqiqah | 12.425 views
Aborsi Dengan Alasan Darurat dan Trauma Pemerkosaan, Bisakah Dibenarkan?
24 August 2014, 05:21 | Kontemporer | 10.509 views
Perbedaan Antara Khalwat dan Ikhtilat
20 August 2014, 10:27 | Wanita | 15.766 views
Tidak Mabit di Mina di Hari Tarwiyah, Tidak Sesuai Sunnah?
19 August 2014, 05:13 | Haji | 7.485 views
Apa Saja Penyebab Munculnya Paham Anti Mazhab?
18 August 2014, 05:30 | Ushul Fiqih | 12.152 views
Daging Qurban Haram Dimakan Setelah Lewat Tiga Hari?
14 August 2014, 07:00 | Qurban Aqiqah | 35.607 views
Indonesia Tidak Berhukum Islam : Kafirkah?
13 August 2014, 04:00 | Negara | 15.647 views
Menyembelih Qurban : Wajib Atau Sunnah?
12 August 2014, 07:25 | Qurban Aqiqah | 9.947 views
Mencari Sosok The Real Islamic State
11 August 2014, 06:12 | Negara | 8.024 views
Benarkah Hadits Shahih Belum Tentu Bisa Dipakai?
10 August 2014, 19:45 | Hadits | 10.172 views
Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah
9 August 2014, 04:00 | Qurban Aqiqah | 23.698 views
Bolehkah Talfiq Antara Mazhab?
8 August 2014, 00:27 | Ushul Fiqih | 12.434 views
Noda Kehitaman Bekas Sujud di Dahi
7 August 2014, 07:08 | Shalat | 15.709 views
Benarkah Indonesia Negara Kafir Yang Harus Diperangi?
6 August 2014, 02:51 | Negara | 24.263 views
Menemukan Uang, Bolehkah Buat Biaya Persalinan?
3 August 2014, 22:26 | Umum | 6.135 views
Bank Susu Dalam Perspektif Islam
2 August 2014, 08:00 | Kontemporer | 7.945 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,909,157 views