Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mensucikan Najis Dengan Kain Pel dan Pengharum | rumahfiqih.com

Mensucikan Najis Dengan Kain Pel dan Pengharum

Mon 10 June 2013 00:34 | Thaharah | 12.643 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, saya mau tanya, apakah mensucikan najis di lantai keramik dengan kain pel dan airnya bercampur dengan pengharum lantai itu benar ?

Kalau secara indikator warna, rasa dan bau sudah hilang, tetapi air bekas pel-pel an menyebar kemana-mana, bagaimana ustadz? Takutnya najisnya menyebar, walaupun sudah tidak ada indikator najisny.

Terima kasih ustadz jika berkenan menjawab karena saya khawatir metode pensucian najis saya selama ini salah

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam upaya pensucian najis, memang kita mengenal prinsip dasar, yaitu najis itu hilang bersama dengan hilangnya warna, rasa dan aroma.

Sedangkan air memang biasa dipakai sebagai pelarut dari najis agar mudah dibersihkan bila menempel pada benda-benda yang menyerap najis. Namun tidak selamanya air digunakan untuk membersihkan najis.

Ragam Metode Penghilangan Najis

Untuk menghilangkan najis, ada banyak cara yang bisa dilakukan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Antara lain dengan cara berikut ini :
  1. Pencucian
  2. Penyiraman
  3. Penambahan Air
  4. Pengerikan 
  5. Pengelapan (gosok)
  6. Dikesetkan ke Tanah
  7. Dijemur Matahari Hingga Kering
  8. Taqwir
  9. Diperciki Air
  10. Diseret Di Atas Tanah

Masing-masing cara di atas tentu disesuaikan dengan karakter najis dan juga karakter benda yang terkena najis.

Benda Dengan Permukaan Keras dan Licin

Di antara karakter benda yang terkena najis adalah benda-benda yang keras dan punya permukaan yang licin, karakternya tidak menyerap najis. Jadi najis itu hanya sekedar berada pada permukaan benda itu begitu saja.

Dalam keadaaan ini, membersihkan najis menjadi lebih mudah. Pendapat mazhab Al-Hanafiyah bahwa benda-benda yang licin dan keras, bila terkena najis, pensuciannya cukup dengan dilap menggunakan kain saja, tanpa harus dicuci.

Kaca, cermin, permukaan logam, pedang, barang pecah belah, seperti piring, gelas, mangkuk, nampan, dan termasuk juga keramik anda itu, atau benda-benda keras tapi licin lainnya, bila terkena najis, cukup dibersihkan dengan kain lap, hingga hilang warna, rasa dan aromanya.

Dalil

Dasarnya bahwa dahulu para shahabat Nabi dalam peperangan melaksanakan shalat dengan pedang terselip di pinggang mereka. Padahal pedang mereka bekas membunuh orang kafir dalam jihad. Dan pedang itu pastinya berlumuran darah yang hukumnya najis.

Namun pedang mereka tidak dicuci dengan air, hanya dibersihkan dengan menggunakan kain tanpa proses pencucian. Dan mereka menyelipkan pedang yang tidak dicuci hanya dilap itu di pinggang mereka sambil menunaikan ibadah shalat.

Inilah yang menjadi dasar bagi mazhab Al-Hanafiyah untuk mengatakan bahwa mengelap najis hingga hilang warna, rasa dan aroma sudah cukup untuk menghilangkan najis dan mensucikan benda yang terkena najis.

Namun pengelapan ini khusus berlaku pada benda yang licin seperti logam atau kaca, karena najisnya tidak terserap hanya sekedar menempel. Sedangkan bila najis itu menempel dan diserap pada benda, seperti kain, karpet, makanan dan lainnya, tentu tidak cukup hanya dilakukan pengelapan saja. Sebab najis pada kain tidak akan hilang kalau hanya dilap saja.

Hindari Penyebaran Najis

Kalau ada najis di atas keramik, lalu kita siram dengan seember air, maka yang terjadi bukan najisnya hilang tetapi malah menyebar kemana-mana. Ini jelas harus dihindari dengan cermat.

Cukuplah najis itu dilap dengan lap basah saja dulu agar najis itu terangkat, lalu kalau terakhir mau dilap lagi untuk memastikan kebersihannya silahkan saja.

Tindakan ini demi melokalisir penyebaran najis, agar tidak melebar. Setelah kita pastikan tidak ada lagi warna, rasa, dan aroma, maka yakinlah bahwa lantai itu sudah suci. 

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bagaimana Menentukan Keshahihan Hadits?
8 June 2013, 00:05 | Hadits | 8.631 views
Mewarnai Rambut dan Batasan Pendeknya Rambut bagi Akhwat
4 June 2013, 00:31 | Wanita | 11.709 views
Bolehkah Laki-Laki Memanjangkan Rambut?
3 June 2013, 23:55 | Hadits | 10.155 views
Pernikahan Anak Perempuan Adopsi
2 June 2013, 21:39 | Nikah | 6.747 views
Tidak Ada Label Halalnya, Haramkah?
29 May 2013, 23:48 | Kuliner | 9.177 views
Bolehkah Menghapus Tanda Hitam di Dahi
27 May 2013, 22:29 | Shalat | 47.113 views
Wanita Melakukan Safar ke Luar Kota Tanpa Mahram
26 May 2013, 21:39 | Wanita | 17.976 views
Adakah Keringanan Berpuasa di Musim Dingin?
26 May 2013, 05:01 | Puasa | 6.569 views
26-30 Mei 16.18 WIB: Menit-Menit Mencocokkan Arah Kiblat
25 May 2013, 01:12 | Shalat | 7.306 views
Halal Haram Hukum Vaksinasi
24 May 2013, 01:59 | Kontemporer | 19.307 views
Hukum Menindik Telinga dan Memakai Anting bagi Wanita
22 May 2013, 23:36 | Wanita | 8.685 views
Bermewah-Mewahan dalam Islam, Haramkah?
20 May 2013, 22:34 | Umum | 26.555 views
Adakah Kitab Sifat Shalat Nabi Yang Paling Sahih?
17 May 2013, 04:23 | Shalat | 13.369 views
Berinvestasi Untuk Melahirkan Ulama
16 May 2013, 00:28 | Ushul Fiqih | 7.091 views
Hadits Tentang Bulan Rajab
15 May 2013, 00:44 | Hadits | 11.519 views
Ipar Dengan Ipar Saling Menikah, Bolehkah Hukumnya?
14 May 2013, 01:38 | Nikah | 47.639 views
Hukum Arisan
13 May 2013, 01:33 | Muamalat | 10.903 views
Bolehkah Biaya Operasional Dakwah Dari Harta Haram?
8 May 2013, 22:20 | Dakwah | 6.741 views
Bisakah Masuk Islam Secara Online?
6 May 2013, 22:14 | Aqidah | 8.371 views
Manual Menjalankan Agama Islam di Jepang
5 May 2013, 20:16 | Kuliner | 6.228 views

TOTAL : 2.301 tanya-jawab | 27,640,733 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema