Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mati Bunuh Diri, Apakah Jenazahnya Dishalatkan? | rumahfiqih.com

Mati Bunuh Diri, Apakah Jenazahnya Dishalatkan?

Tue 10 June 2014 06:01 | Shalat | 15.622 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr.wb

Ustadz Ahmad Sarwat yang dirahmati Allah. Perkenankan saya bertanya terkait dengan orang yang mati bunuh diri.

1. Apa hukum bunuh diri dan apakah orang yang bunuh diri itu kafir?

2. Apakah jenazah orang mati yang sengaja menghilangkan nyawanya sendiri itu wajib kita dishalatkan atau haram dan langsung kita kuburkan saja seperti orang kafir?

Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih sebelumnya.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

A. Hukum Bunuh Diri

Bunuh diri apapun alasannya tentu hukumnya haram. Syariat Islam melarang orang yang putus asa lalu membunuh dirinya dengan sengaja.

Di antara dalil larangannya adalah fimran Allah SWT di dalam Al-Quran :

وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah sangat mengasihi kamu. (QS. An-Nisa: 29)

Selain itu Rasulullah SAW juga melarang tindakan bunuh diri. Beliau SAW mengumpamakan orang yang bunuh diri itu ibarat orang yang terjun bebas masuk ke neraka jahannam. Dan setelah itu kekal abadi di dalamnya tidak keluar lagi selamanya.

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فيِ نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيْهَا خَالِدًا مُخْلِدًا فِيْهَا أَبَدًا

Orang yang melempar tubuhnya dari atas gunung, berarti dia melempar dirinya masuk ke dalam neraka jahanam, kekal untuk selama-lamanya. (HR. Bukhari) 

Namun apakah orang yang mati bunuh diri itu hukumnya kafir?

Umumnya para ulama sepakat bahwa orang yang mati bunuh diri tidak kafir, tetapi perbuatannya itu dosa besar yang membuat siksaannya di neraka nanti mirip dengan siksaan buat orang kafir. Sama-sama kekal di dalam jahannam.

B. Apakah Jenazahnya Dishalatkan?

Dalam hal ini para ulama sedikit berbeda pendapat, ada yang dishalatkan dan ada yang bilang tidak.

Mazhab Al-Hanafyah mengatakan bahwa orang yang mati dengan cara membunuh dirinya sendiri, walaupun dengan sengaja, tetap dishalatkan jenazahnya dan dimandikan dulu sebelumnya. Urusan dosanya kita kembalikan kepada Allah SWT.

Namun murid Al-Imam Abu Hanifah, yaitu Al-Imam Abu Yusuf punya pandangan berbeda. Dalam pandangan beliau, jenazah orang yang mati bunuh diri tidak dishalatkan, tetapi dimandikan dulu lalu langsung dikuburkan. [1]

Al-Imam Malik menyebutkan bahwa jenazahnya boleh dishalatkan. Beliau berkata :

يُصَلَّى عَلَى قَاتِل نَفْسِهِ وَيُصْنَعُ بِهِ مَا يُصْنَعُ بِمَوْتَى الْمُسْلِمِينَ وَإِثْمُهُ عَلَى نَفْسِهِ

Dishalatkan jenazah orang yang membunuh dirinya sendiri dishalatkan dan diperlakukan sebagaimana jenazah orang-orang Islam, sedangkan dosanya adalah urusan dirinya sendiri.

Namun beliau berkata sebaiknya Imam dari umat Islam tidak melakukannya.

Al-Imam Ahmad menyebutkan tentang hukum menyalatkan jenazah orang yang mati bunuh diri : [2]

لاَ يُسَنُّ لِلإْمَامِ الأْعْظَمِ وَإِمَامِ كُل قَرْيَةٍ وَهُوَ وَالِيهَا فِي الْقَضَاءِ الصَّلاَةُ عَلَى غَالٍّ وَقَاتِل نَفْسِهِ عَمْدًا وَإِنْ صَلَّى عَلَيْهِمَا فَلاَ بَأْسَ بِهِ

Tidak disunnahkan bagi al-imam al-a'dzham (kepala negara) atau imam tiap kampung yang menjadi hakim untuk menyalatkan jenazah penilep harta ghanimah dan orang yang mati bunuh diri. Namun kalau dishalatkan oleh orang lain tidak mengapa.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA



[1] Fatawa Al-Hindiyah, jilid 1, hal. 162

[2] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 2 hal. 355

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Rumah Cicilan Ini Milik Ayah Atau Milik Ibu?
9 June 2014, 05:05 | Mawaris | 6.419 views
Zakat Profesi dan Zakat Maal
6 June 2014, 05:48 | Zakat | 41.396 views
Bagi Waris Buat Satu Istri dan Dua Anak Laki Dua Anak Perempuan
5 June 2014, 05:12 | Mawaris | 31.081 views
Perbedaan Hukum Ta'zir Dengan Hukum Hudud
4 June 2014, 05:00 | Jinayat | 17.796 views
Warisan Ayah Dikuasai Ibu Tiri
3 June 2014, 06:12 | Mawaris | 10.626 views
Menyesal Mentalak Tiga Istri, Bolehkah Istri Pura-pura Menikah Dulu Dengan Orang Lain?
2 June 2014, 04:25 | Nikah | 15.352 views
Apakah Bayi Yang Lahir Tidak Bernyawa Harus Dishalatkan?
1 June 2014, 11:45 | Shalat | 6.768 views
Benarkah Zakat Jual Beli Tidak Dikenal Dalam Syariat?
30 May 2014, 10:00 | Zakat | 6.266 views
Apakah Dalam Shalat Tarawih Makmum Tidak Wajib Baca Fatihah?
29 May 2014, 05:02 | Shalat | 30.078 views
Ghibah dalam Memilih Capres, Bolehkah?
28 May 2014, 08:23 | Negara | 8.197 views
Bolehkah Memilih Pendapat Yang Mana Saja?
27 May 2014, 05:00 | Ushul Fiqih | 8.241 views
Suami Menelan Air Susu Istri, Apakah Jadi Mahram?
26 May 2014, 05:20 | Wanita | 18.752 views
Batasan Peran Negara Dalam Menegakkan Syariat Islam
25 May 2014, 07:30 | Negara | 6.387 views
Saya Sedang Menjalani Masa Iddah, Apa Saja Yang Haram Saya Lakukan?
23 May 2014, 20:20 | Nikah | 26.919 views
Apakah Bacaan Quran Harus Khatam Pada Sebulan Shalat Tarawih?
22 May 2014, 09:00 | Shalat | 7.120 views
Belum Membai'at Khalifah, Mati Jahiliyyah Kah?
21 May 2014, 06:45 | Negara | 12.278 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu?
19 May 2014, 06:05 | Haji | 45.916 views
Mengapa Banyak yang Tidak Menerapkan Hukum Waris?
18 May 2014, 06:29 | Mawaris | 7.647 views
Membaca Al-Qur'an Latinnya Saja
17 May 2014, 21:00 | Quran | 42.057 views
Posisi Duduk Masbuk Saat Imam Tahiyat Akhir
15 May 2014, 06:07 | Shalat | 19.626 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,908,913 views