Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan? | rumahfiqih.com

Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?

Fri 9 August 2013 21:54 | Zakat | 12.829 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Asslm wr wb,

Ustadz, saya mau tanya...

Saya rumah tangga baru, sekarang masih tinggal di rumah mertua dan sekarang sedang menabung untuk membeli rumah.

Alhamdulillah tabungan saya kalau dihitung sudah mencapai nishab dan haul nya. Apakah tabungan saya wajib dikeluarkan zakatnya? karena tabungan itu untuk persiapan beli rumah dan rumah merupakan kebutuhan pokok yang tidak terkena zakat.

Terimakasih atas jawaban Ustadz

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Uang tabungan punya status dan keadaan yang nyaris mirip dengan emas yang ditimbun. Maka hukumnya sama-sama wajb dikeluarkan zakat, apabila sudah mencapai nishab dan dimiliki selama satu haul.

Di masa lalu, orang menggunakan emas dan perak sebagai alat pembayaran. Sedangkan uang kertas belum digunakan di masa itu. Tetapi di masa sekarang, orang-orang sudah tidak lagi menggunakan emas atau perak sebagai alat tukar. Selain kurang praktis, juga tidak aman.

Namun nyaris tidak ada beda antara emas dan uang kertas. Keduanya sama-sama alat pembayaran yang sah dan resmi, untuk masing-masing zamannya. Oleh karena itu, keduanya sama-sama kena zakat apabila telah memenuhi nishab dan haul.

Dan dalam prakteknya, nishab dan haul untuk uang kertas tidak ada bedanya sedikitpun dengan emas. Nishab untuk uang kertas adalah seharga emas 85 gram. Kalau kita hitung misalnya 1 gram emas senilai 500 ribu, maka nishab itu jatuh pada angka 42,5 juta rupiah. Kalau kita menabung uang minimal 43,5 juta selaam setahun qamariyah, maka 2,5 persen dari jumlah uang itu harus dikeluarkan zakatnya.

Satu hal yang harus dicatat baik-baik, uang bahwa zakat atas emas atau uang kertas itu berlaku bukan hanya sekali saja. tetapi berlaku selama kita masih menjadi pemiliknya. Dan itu artinya bahwa setiap tahun tetap harus dikeluarkan, sepanjang uang itu masih di atas 42,5 juta ke atas.

Apakah Tabungan Kena Zakat Juga?

Kewajiban mengeluarkan zakat atas uang itu berlaku secara otomatis, tanpa melihat peruntukan uang itu. Apakah statusnya tabungan, atau untuk keperluan yang lainnya. Pokoknya, apabila uang itu dimiliki secara sempurna oleh satu orang, jumlhanya melebihi nishab, dan masa kepemilikannya sudah melebihi 1 tahun qamariyah, maka wajiblah dikeluarkan zakatnya.

Mungkin ada orang yang berpikir, kalau tiap tahun uang tabungan itu kena zakat, apa nanti tidak habis?

Jawabannya tentu tidak akan habis. Sebab apabila jumlah uang itu sudah tidak menembus angka 42,5 juta atau senilai emas 85 gram, sudah tidak lagi terkena zakat. Jadi lupakan saja kekhawatiran bahwa uang tabungan itu akan habis. Hal itu tidak mungkin terjadi.

Selain itu, nilai uang yang harus dikeluarkan zakatnya terlalu kecil, yaitu hanya 2,5% atau 1/40 bagian saja. Ibaratnya seseorang punya tabungan 100 juta, maka zakatnya cuma 2,5 juta rupiah. Nilai itu amat kecil dan tidak akan berpengaruh apa-apa dari segi jumlah.

Sementara di sisi lain, apabila kita mengeluarkan zakat, maka Allah SWT akan menjaga harta itu dari kepunahan, kerugian dan juga kehilangan. Rasulullah SAW bersabda :

حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ

Bentengi harta-harta kalian dengan zakat (HR. At-Thabarani)

مَا تَلَفَ مَالٌ فيِ بَرٍّ وَلاَ بَحْرٍ إِلاَّ بِحَبْسِ الزَّكاَةِ

Tidaklah musnah harta yang ada di daratan atau di lautan kecuali oleh sebab tidak dikeluarkan zakatnya. (HR. At-Thabarani)

Jangan lupa bahwa orang yang membayar zakat, maka dari hartanya itu Allah SWT akan membuatnya menjadi berlipat ganda. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)

Bahkan untuk menyembuhkan sakit, salah satu resepnya adalah banyak-banyak bersedekah. Maka tidak akan rugi orang yang berzakat atau bersedekah. Rasulullah SAW yang menjamin hal itu.

وَدَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

Sembuhkan orang sakit di antar kalian dengan bersedekah (HR. At-Thabarani)

Kewajiban Mengeluarkan Zakat Atas Harta Yang Disimpan (Ditimbun)

Jawaban akan lebih lengkap kalau membahas tentang kewajiban mengeluarkan zakat atas harta yang disimpan. Di dalam Al-Quran disebut dengan istilah emas yang ditimbun.

Mereka yang punya emas melebihi batas dan hanya ditimbun saja, apabila emas itu tidak dikeluarkan zakatnya, maka Allah akan menyiksa pemiliknya dengan emasnya itu di hari kiamat. Emas itu akan dipanaskan hingga membara, lalu ditempelkan ke tubuh mereka. Kita bisa bayangkan, emas yang panas membara ditempelkan ke tubuh kita, itu lebih panas dari bila tubuh kita disetrika.

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih (QS. At-Taubah : 34)

يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".(QS. At-Taubah : 35)

Selain ayat-ayat Al-Quran di atas, ada banyak hadits yang shahih yang mensyariatkan kewajiban zakat atas kepemilikan emas dan perak, diantaranya :

لاَ صَاحِبِ كَنْزٍ لا يَفْعَلُ فِيهِ حَقَّهُ إِلاَّ جَاءَ كَنْزُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ يَتْبَعُهُ فَاتِحًا فَاهُ فَإِذَا أَتَاهُ فَرَّ مِنْهُ فَيُنَادِيهِ خُذْ كَنْزَكَ الَّذِي خَبَأْتَهُ فَأَنَا عَنْهُ غَنِيٌّ فَإِذَا رَأَى أَنْ لَا بُدَّ مِنْهُ سَلَكَ يَدَهُ فِي فِيهِ فَيَقْضَمُهَا قَضْمَ الْفَحْلِ

"Tidaklah pemilik harta simpanan yang tidak melakukan haknya padanya, kecuali harta simpanannya akan datang pada hari kiamat sebagai seekor ular jantan aqra’ yang akan mengikutinya dengan membuka mulutnya. Jika ular itu mendatanginya, pemilik harta simpanan itu lari darinya. Lalu ular itu memanggilnya,“Ambillah harta simpananmu yang telah engkau sembunyikan! Aku tidak membutuhkannya.” Maka ketika pemilik harta itu melihat, bahwa dia tidak dapat menghindar darinya, dia memasukkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut. Maka ular itu memakannya sebagaimana binatang jantan memakan makanannya". (HR Muslim)

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحَ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

"Tidaklah pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya (perak) darinya (yaitu zakat), kecuali jika telah terjadi hari kiamat (perak) dijadikan lempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari kiamat), yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka". (HR Muslim)

Emas yang ditimbun itu adalah sebuah istilah untuk harta yang sudah melebihi nishab dan haul tetapi tidak dikeluarkan zakatnya. Bila pemiliknya mengeluarkan zakatnya, tentu tidak mengapa memiliki emas yang ditimbun.

Dan tidak mengapa pula bila seseorang punya tabungan dengan jumlah yang besar, asalkan tidak lupa membayar zakat.

مَا أَدَّيْتَ زَكَاتَهُ فَلَيْسَ بِكَنْزٍ

Apa yang kamu keluarkan zakatnya maka dia bukan (emas) yang ditimbun. (HR. Al-Hakim)

Belum pernah ada sejarahnya orang yang membayar zakat tiba-tiba jatuh miskin dan melarat. Sebab zakat yang dikeluarkannya malah membuatnya semakin hidup berkah.

Jadi tunaikan zakat anda, Allah SWT akan mengganti harta yang anda zakatkan, dengan limpahan penggantian yang jauh lebih banyak.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 13.350 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 12.275 views
Bayi Dalam Kandungan Apakah Dibayarkan Zakatnya?
4 August 2013, 13:17 | Zakat | 13.941 views
Emas Berstatus Digadaikan, Wajibkah Dizakati?
2 August 2013, 23:57 | Zakat | 14.702 views
Pernikahan Beda Jamaah
31 July 2013, 04:36 | Nikah | 13.113 views
Fiqih I'tikaf Lengkap
29 July 2013, 21:43 | Puasa | 26.733 views
Jumlah Takbir Shalat Iedul Fitri
29 July 2013, 09:44 | Shalat | 12.707 views
Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?
27 July 2013, 06:51 | Puasa | 30.622 views
Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 31.766 views
Zakat Perniagaan, Bagaimana Menghitungnya?
25 July 2013, 03:55 | Zakat | 10.363 views
Cara Perhitungan Zakat Hasil Pertanian
24 July 2013, 01:30 | Zakat | 113.613 views
Dana Zakat untuk Kegiatan Dakwah, Bolehkah?
22 July 2013, 23:00 | Zakat | 9.945 views
Haruskah Pembantu Bayar Zakat Fitrah?
22 July 2013, 08:29 | Zakat | 9.301 views
Bolehkah Uang Zakat Dipinjamkan pada Mustahik?
20 July 2013, 01:41 | Zakat | 8.587 views
Berhubungan Seksual Masa Haidh dan Tidak Tahu Keharamannya
19 July 2013, 02:38 | Nikah | 11.150 views
Perbedaan Antar Mazhab
17 July 2013, 23:47 | Ushul Fiqih | 18.659 views
Lupa Niat Puasa dan Menjilat Shampoo
17 July 2013, 02:12 | Puasa | 9.671 views
Zakat Fitrah : Pakai Beras Atau Uang?
12 July 2013, 21:02 | Zakat | 25.249 views
Apakah Tiap Transaksi Penjualan Ada Zakatnya?
11 July 2013, 23:22 | Zakat | 26.549 views
Hasil Panen Tembakau Wajibkah Dizakati?
11 July 2013, 14:33 | Zakat | 9.033 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,439,625 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-9-2019
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:46 | Ashar 14:56 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img