Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Doa Agar Suami Tidak Dipoligami, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Doa Agar Suami Tidak Dipoligami, Bolehkah?

Tue 27 August 2013 07:54 | Nikah | 12.013 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaykum..

Ustadz, sebagai umat muslim kita tidak boleh menentang syariat Allah termasuk poligami. Sebagai istri kita juga boleh memutuskan untuk tidak mau dimadu. Tetapi tentu saja suami tidak harus menuruti keputusan istri tersebut. Kita juga tidak boleh menghalangi jika suami ingin poligami karena hal tersebut dibolehkan.

Yang ingin saya tanyakan adalah, bolehkah seorang istri berdoa kepada Allah agar dirinya tidak dimadu oleh suaminya? Mengingat firman Allah "memintalah kepadaku maka akan Aku perkenankan".

Adakah batasan-batasan dalam berdoa, artinya berdoa seperti apa saja yang tidak dibolehkan. Apakah doa seperti diatas (tidak ingin suami poligami) termasuk doa yg diharamkan mengingat poligami sendiri dibenarkan syariat?

Untuk jawabannya saya ucapkan jazakumullah khairan katsiir

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Suami beristri lebih dari satu tidak wajib hukumnya. Dan suami cuma punya satu istri pun juga tidak haram. Oleh karena itu, kalau istri berdoa agar suaminya punya istri lebih dari satu, hukumnya boleh saja. Dan tentu saja bila doanya terbalik, yaitu agar suaminya hanya punya satu istri, hukumnya juga boleh.

Doa yang tidak diperbolehkan adalah hal-hal yang sifatnya merupakan larangan Allah. Misalnya mendoakan suami masuk neraka, atau jadi tukang bunuh orang, tukang judi, tukang zina dan tukang minum khamar. Bagi suami, semua itu hukumnya haram dikerjakan, dan bagi istri juga haram mendoakan.

Sedangkan mendoakan hal-hal yang halal, tentu saja hukumnya halal. Hukum punya suami beristri satu tentu saja 100% halal. Maka jangan ragu-ragu untuk berdoa agar suami punya istri hanya satu. Silahkan saja minta kepada Allah SWT.

Beda Pandangan Manusia Tentang Poligami

Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya poligami atau tidak poligami itu lebih merupakan budaya dan tradisi suatu masyarakat. Sehingga positif dan negatifnya poligami akan kembali kepada tsaqafah dari masing-masig masyarakat itu. 

Saat ini yang kita tahu umumnya memang kebanyakan wanita memandang bahwa poligami itu negatif. Setidaknya kalau kita bicara tentang wanita di negeri ini. Maka tidak aneh kalau paradigma masyarakat lebih sering menganggap poligami sebagai aib. Seringkali tokoh yang berpoligami dipandang kurang baik di mata para wanita kita.

Namun beda masyarakat beda bisa saja beda pandangan. Di masyarakat tertentu, kita bisa menemukan para wanita justru memandang poligami sebagai sesuatu yang sangat positif dan malah jadi kebanggaan. Mungkin buat cara pandang kita hal itu cukup aneh.

Tetapi kita harus maklum, bahwa Allah SWT menciptakan bangsa-bangsa di dunia dengan beraneka ragam. Katakanlah di suatu suku tertentu, siapa yang dikawini oleh kepala suku, maka dia akan bangga. Walaupun kepala suku itu sudah punya 25 orang istri. Justru semakin banyak istrinya, kewibawaan kepala suku itu semakin tinggi.

Di komunitas tertentu kadang kita juga menemukan 'anomali' seperti itu. Seorang istri akan merasa amat minder ketika suaminya 'cuma' punya satu istri. Maka dia akan berusaha menawar-nawarkan suaminya kepada para gadis, agar mau menikah dengan suaminya. Dalam komunitas itu, semakin banyak jumlah koleksi istri sang suami, maka istri-istri itu semakin bangga bersuamikan dirinya.

Bagaimana Pandangan Syariah?

Lalu bagaimana syariat Islam memandang berbagai 'anomali' ini? Apakah Islam menganjurkan para lelaki untuk berpoligami? Ataukah sebaliknya, sekedar membolehkan tetapi prinsip dasarnya justru lebih mengutamakan beristri satu? Ataukah semua dikembalikan kepada keadaan masing-masing?

Para ulama sebenarnya juga berpolemik dalam hal ini. Mereka sepakat bahwa poligami hingga empat orang istri dibolehkan, namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama.

Tentu saja jawaban para ulama itu juga sangat dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan yang masing-masing jalani. Bila mereka lahir dan hidup di negeri yang memandang poligami itu sesuatu yang mulia, biasanya mereka akan berfatwa bahwa poligami itu disunnahkan dan dianjurkan.

Sebaliknya, bila latar belakang kehidupan mereka adalah masyarakat yang tidak terbiasa berpoligami, maka biasanya fatwa mereka hanya sebatas bahwa poligami itu dibolehkan, tentu dengan sejumlah persyaratan tertentu.

Dan biasanya, kalau ulamanya berjenis kelamin wanita, umumya syarat yang mereka ajukan jauh lebih ketat lagi. Jadi walaupun mereka tidak bisa menampik kehalalan poligami, namun sejumlah syarat yang amat berat sudah disiapkan.

Dan pada akhirnya, kalau bukan karena benar-benar keadaan sudah darurat, umumnya menghalangi orang yang mau poligami, termasuk mengajarkan doa-doa tertentu agar suami tidak berpoligami.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tidak Tahan Menggauli Isteri Masih Nifas
27 August 2013, 04:39 | Nikah | 10.398 views
Kondangan Diniatkan Infaq?
26 August 2013, 04:39 | Umum | 11.313 views
Hukum Menikah untuk Diceraikan
22 August 2013, 07:40 | Nikah | 7.955 views
Tarif Memanggil Penceramah Terkenal Mahalnya
21 August 2013, 03:24 | Kontemporer | 12.340 views
Bolehkah Menikah Dengan Wali Hakim?
20 August 2013, 21:52 | Nikah | 13.454 views
Janda Berangkat Haji Dalam Masa Iddah, Haramkah?
19 August 2013, 18:59 | Haji | 10.099 views
Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun
16 August 2013, 11:35 | Shalat | 9.422 views
Minum Khamar Harus Dicambuk?
14 August 2013, 23:26 | Jinayat | 10.544 views
Mengganti Hutang Puasa Yang Sudah Terlalu Lama
12 August 2013, 23:40 | Puasa | 275.003 views
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?
9 August 2013, 21:54 | Zakat | 11.901 views
Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 11.028 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 11.496 views
Bayi Dalam Kandungan Apakah Dibayarkan Zakatnya?
4 August 2013, 13:17 | Zakat | 11.704 views
Emas Berstatus Digadaikan, Wajibkah Dizakati?
2 August 2013, 23:57 | Zakat | 13.899 views
Pernikahan Beda Jamaah
31 July 2013, 04:36 | Nikah | 12.449 views
Fiqih I'tikaf Lengkap
29 July 2013, 21:43 | Puasa | 22.895 views
Jumlah Takbir Shalat Iedul Fitri
29 July 2013, 09:44 | Shalat | 9.691 views
Saya dan Suami Berhubungan Badan di Ramadhan, Harus Bagaimana?
27 July 2013, 06:51 | Puasa | 26.483 views
Bersentuhan Suami-Isteri Setelah Berwudlu, Batalkah?
26 July 2013, 00:45 | Thaharah | 30.891 views
Zakat Perniagaan, Bagaimana Menghitungnya?
25 July 2013, 03:55 | Zakat | 9.617 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,801,920 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img