Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan | rumahfiqih.com

Pembagian Warisan Cucu dan Keponakan

Fri 24 February 2006 01:50 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.177 views

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Pak ustazd yang dirahmati Allah, saya ada pertanyaan berkaitan dengan pembagian harta warisan. Kasusnya sebagai berikut:

Si A (perempuan) meninggal dengan meninggalkan harta 100 juta. Ahli waris yang ada adalah: beberapa orang cucu (laki-laki dan perempuan) dari beberapa orang almarhum anaknya yang laki-laki dan perempuan dan seorang ponaan laki-laki dari anak almarhum saudaranya yang laki-laki. Pertanyaan: siapa sajakah yang berhak mendapat warisan dari si A tersebut? Apakah ponaannya dari alm. adiknya yang laki-laki juga mendapatkannya dari sudut hukum Islam, dan berapa bagian dari masing-masing mereka?
Atas kesediaan & waktunya menjawab pertanyaan, saya ucapkan banyak terima kasih,

Wassalamu'alaikum wr.wb,
Khoir

Jawaban :

Assalamu 'alaikum wwarahmatulahi wabarakatuh,

Yang berhak mendapatkan warisan dari data yang anda sampaikan adalah cucu almarhumah. Dengan catatan bahwa data dari Anda itu valid tanpa ada ahli waris lainnya yang masih tercecer. Dengan demikian, kita menganggap bahwa almarhumah meninggal tanpa keberadaan keluarga lainnya yang masih hidup. Tidak ada suami, anak, ayah, kakek, nenek, ibu, saudara laki atau perempuan atau lainnya yang masih hidup ketika almarhumah wafat.

Cucu almarhum memang mendapat bagian. Namun dengan catatan bahwa yang menerima warisan hanyalah cucu dari jalur anak laki-laki saja. Sedangkan cucu dari jalur anak perempuan, memang tidak termasuk di dalam daftar penerima warisan.

Cucu dari jalur anak laki-laki kemudian juga dibedakan jenis kelaminnya, antara yang berjenis kelamin laki-laki dan yang berjenis kelamin perempuan. Sebagaimana yang telah dijadikan dasar di dalam Al-Quran, yang perempuan akan mendapat 1/2 dari yang didapat oleh laki-laki.

Allah mensyari'atkan bagimu tentang anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan (QS. An-Nisa': 12)

Sedangkan keponakan laki-laki dari anak almarhum saudaranya yang laki-laki tidak termasuk yang menerima wwarisan. Sebab almarhum punya cabang waris berupa cucu laki-laki. Kedudukan cucu laki-laki ini menghijab (menutup) kesempatan keponakan untuk mendapatkan bagian warisan.

Kalau kita perhatikan daftar ahli waris yang ada, berarti almarhumah tidak punya ahli waris secara fardh, yang ada hanya ahli waris secara ashabah, yaitu para cucu dari jalur anak laki-laki. Sehingga cara membaginya sederhana sekali. Seluruh harta itu dibagi menjadi 2/3 dan 1/3. Di mana semua cucu laki-laki dari jalur anak laki-laki mendapat 2/3 x total harta warisan. Sedangkan semua cucu wanita dari jalur anak laki-laki mendapatkan 1/3 x total harta warisan.

Adapun cucu dari jalur anak wanita tidak dapat apa-apa, karena bukan termasuk ahli waris. Sedangkan keponakan yang seharusnya berhak ternyata terhijab oleh adanya cucu laki-laki. Sehingga keponakan pun tidak mendapat apa-apa alias nihil.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum wwarahmatulahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Pinjam Uang pada Bank Konvensional untuk Beli Motor, Bolehkah?
22 February 2006, 06:47 | Muamalat > Bank | 8.814 views
Senggama Pasca Haidh, Kapan Batas Waktu Kebolehannya?
22 February 2006, 06:44 | Pernikahan > Terkait jima | 31.653 views
Halalkah Beer Bintang 0% Alkohol?
22 February 2006, 04:19 | Kuliner > Alkohol | 36.973 views
Walimatuh Safar dan Aqiqah
22 February 2006, 04:08 | Haji > Ritual terkait haji | 6.901 views
Jika MUI Berseberangan dengan Jumhur Ulama, Manakah yang Kita Pakai?
21 February 2006, 04:03 | Ushul Fiqih > Ulama | 7.669 views
Wali Nikah, Apakah Harus Selalu Ayah Kandung?
21 February 2006, 03:41 | Pernikahan > Wali | 8.063 views
Bolehkah Menjama' Sholat pada Perjalanan Pulang Pergi dalam Satu Hari?
21 February 2006, 03:37 | Shalat > Shalat Jama | 7.576 views
Sikap Sebagai Umat Islam terhadap Aliran dan Pemikiran Sesat
20 February 2006, 05:01 | Aqidah > Aliran-aliran | 8.163 views
Hukum Memakai Parfum
20 February 2006, 04:55 | Wanita > Perhiasan | 8.686 views
Minum Khamar, Tidak Diterima Shalat 40 Hari?
17 February 2006, 03:35 | Kuliner > Alkohol | 63.324 views
Hukum Shalat Berjamaah 5 Waktu
17 February 2006, 03:27 | Shalat > Shalat Berjamaah | 7.927 views
Apakah Program Investasi di Internet itu Riba
17 February 2006, 03:21 | Muamalat > Riba | 6.878 views
Asal Mula Rukun Iman
16 February 2006, 07:22 | Aqidah > Rukun iman | 7.920 views
Bolehkah Akhawat Ikut Demonstrasi?
16 February 2006, 05:23 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 5.811 views
Pembuat Kartun Menghina Nabi, Apakah Boleh Dibunuh?
15 February 2006, 08:33 | Jinayat > Qishash | 6.776 views
Menikah tanpa Penguhulu
14 February 2006, 04:55 | Pernikahan > Akad | 5.800 views
Perbedan Antara (Harta) Waris(an) dengan (Harta) Hibah
14 February 2006, 04:51 | Mawaris > Harta waris | 7.278 views
Status Pernikahan dan Anak karena Married by Accident
13 February 2006, 08:58 | Pernikahan > Terkait zina | 7.709 views
Syarat Sah Kalimat Syahadat
13 February 2006, 07:59 | Aqidah > Syahadat | 13.896 views
Pernikahan Beda Agama
10 February 2006, 03:32 | Umum > Non muslim | 6.923 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,279,791 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-10-2020
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img