Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menentang Pembagian Waris Islam Kekal di Neraka | rumahfiqih.com

Menentang Pembagian Waris Islam Kekal di Neraka

Thu 10 September 2015 06:00 | Mawaris | 9.986 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA yang dirahmati Allah SWT.

Banyak sekali umat Islam dan keluarga islami yang ketika membagi harta waris ternyata tidak sejalan dengan ketentuan waris secara syariah. Lalu apa ancaman hukuman bagi orang yang membagi waris tetap tidak sesuai dengan ketentuan dari Allah dan Rasulullah SAW?

Mohon pencerahannya dan sebelumnya terima kasih.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Membagi waris adalah wasiat Allah SWT, dimana orang yang menentang tata cara pembagian waris itu bukan hanya diancam masuk neraka, tetapi lebih parah dari itu, bahkan sampai dipastikan tidak akan keluar lagi untuk selamanya di dalam neraka.

Padahal umumnya umat Islam mendapatkan jaminan dari Nabi SAW, bahwa siapa yang di dalam hatinya ada setitik iman atau matinya dalam keadaan muslim, maka dipastikan akan masuk surga. Kalau harus masuk neraka terlebih dahulu karena besarnya dosa, tetap saja pada akhirnya akan dikeluarkan dari neraka dan dipindahkan ke surga.

Namun ketentuan ini ada pengecualiannya, yaitu ada beberapa orang yang beragama Islam, lalu mati dalam keadaaan muslim, tetapi ketika masuk neraka ternyata diabadikan di dalamnya dan tidak pernah dipanggil keluar. Selamanya abadi di dalam neraka, meski mati dalam keadaan muslim. Siapakah orang itu?

Allah SWT telah menurunkan ketentuan-Nya serta mewajibkan umat Islam untuk membagi warisan sesuai dengan ketentuan itu. Dan bagi mereka yang secara sengaja melanggar dan tidak mengindahkan ketentuan Allah ini, padahal dia sadar dan tahu tentang hukum yang Allah tentukan, maka Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka.

Tidak cukup hanya masuk neraka, bahkan hukuman buat para penentang adalah bahwa keberadaan mereka itu kekal abadi selamanya di dalam neraka.

Cukup?

Belum!

Bahkan masih ditambahkan lagi dengan jenis siksaan yang menghinakan. Ketentuan seperti ini telah Allah cantumkan di dalam Al-Quran Al-Kariem.

وَمَن يَعْصِ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya (hukum waris), niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.(QS. An-Nisa' 14)

Di ayat ini Allah SWT telah menyebutkan bahwa membagi warisan adalah bagian dari hudud, yaitu sebuah ketetapan yang bila dilanggar akan melahirkan dosa besar. Bahkan di akhirat nanti akan diancam dengan siksa api neraka.

Al-Imam Al-Qurtubi di dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Quran menyebutkan bahwa ada dua macam maksiat. Maksiat pertama adalah maksiat yang tidak berdampak kepada kekafiran, dan maksiat kedua adalah maksiat yang berdampak kepada kekafiran dari pelakunya. Dan menentang ketentuan Allah dalam hukum mawaris ini termasuk jenis yang kedua, yaitu yang berakibat kepada kekafiran. Sebab yang berada abadi di dalam neraka hanya orang-orang yang kafir saja.[1]

Tidak seperti pelaku dosa lainnya, mereka yang tidak membagi warisan sebagaimana yang telah ditetapkan Allah SWT tidak akan dikeluarkan lagi dari dalamnya, karena mereka telah dipastikan akan kekal selamanya di dalam neraka sambil terus menerus disiksa dengan siksaan yang menghinakan.

Sungguh berat ancaman yang Allah SWT tetapkan buat mereka yang tidak menjalankan hukum warisan sebagaimana yang telah Allah tetapkan. Cukuplah ayat ini menjadi peringatan buat mereka yang masih saja mengabaikan perintah Allah sebagai ancaman. Jangan sampai siksa itu tertimpa kepada kita semua.

Kalau kita perhatikan secara seksama, salah satu perbedaan siksa antara seorang muslim dengan seorang kafir di hari akhir nanti adalah masalah keabadian di dalam neraka. Orang kafir nanti akan masuk neraka kekal di dalamnya. Sedangkan orang Islam yang masuk neraka, apabila siksanya di neraka sudah dianggap cukup menebus dosa-dosanya, ada kemungkinan dia akan diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Namun ternyata, ayat ini malah menunjukkan anomali. Seorang seorang muslim yang tidak mau menjalankan aturan hukum waris, diancam akan kekal di dalam neraka. Ini siksaan khas buat orang kafir, padahal secara hukum, pelakunya masih tetap dianggap muslim. Kalau dia meninggal, kita tetap memperlakukan secara Islam. Dia tetap kita mandikan, kafani, shalatkan dan kita kuburkan di lokasi pekuburan milik umat Islam.

Artinya, secara hukum kita tidak memposisikan orang yang menentang hukum Allah ini sebagai orang kafir. Akan tetapi, di akhirat nanti, ternyata hukumannya mirip dengan hukuman buat orang kafir, yaitu kekal di dalam neraka selama-lamanya. Sungguh ancaman Allah SWT ini sangat merisaukan hati kita.

Maka cukup ayat ini sudah menjadi dasar motivasi kita untuk tidak main-main dengan urusan pembagian waris, dimana kita semua terikat untuk membaginya sesuai dengan perintah dan ketentuan dari Allah SWT.

Kalau ktia tidak paham atau belum mengerti, maka di pundak kita ada kewajiban dan beban untuk terus belajar menguasai dan memahami ilmu faraidh. Sebab kita tidak mau mendekam selamanya di dalam neraka, cuma karena urusan yang kita anggap sepele, padahal sangat dahsyat di sisi Allah SWT.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Imam Al-Qurtubi di dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Quran, jilid 3 hal. 276




Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kalau Pembagian Harta Waris Harus Disegerakan Lalu Ibu Harus Tinggal Dimana?
9 September 2015, 18:57 | Mawaris | 15.240 views
Dalam Keadaan Yang Bagaimana Menunda Shalat Jadi Lebih Utama?
3 September 2015, 10:25 | Shalat | 17.979 views
Bolehkah Membeli Hewan Qurban Dengan Uang Hutang?
31 August 2015, 23:37 | Qurban Aqiqah | 10.666 views
Syarat Orang Yang Hajinya Dibadalkan dan Syarat Orang Yang Membadalkan
30 August 2015, 05:03 | Haji | 17.621 views
Mengapa Panitia Diharamkan Menjual Kulit Hewan Qurban?
28 August 2015, 06:21 | Qurban Aqiqah | 10.086 views
Bolehkah Kita Qurban Untuk Orang Tua Yang Sudah Wafat?
26 August 2015, 05:45 | Qurban Aqiqah | 11.650 views
Tidak Mau Bi'at dengan Jamaah Apakah Mati Jahiliyah?
24 August 2015, 11:10 | Aqidah | 14.916 views
Mana Lebih Utama Haji Qiran, Ifrad atau Tamattu'?
21 August 2015, 11:15 | Haji | 6.423 views
Bolehkah Kita Membuat Mazhab Sendiri Di Luar Mazhab Empat?
15 August 2015, 06:06 | Ushul Fiqih | 9.193 views
Lima Perbedaan Mendasar Antara Haji dan Umrah
14 August 2015, 03:30 | Haji | 19.903 views
Tiga Versi Lafadz Tasyahhud Yang Berbeda
13 August 2015, 04:50 | Shalat | 9.955 views
Bagaimana Proses Munculnya Mazhab Fiqih, Apakah Merupakan Gerakan Sempalan?
12 August 2015, 03:00 | Ushul Fiqih | 10.275 views
Apakah Mazhab Itu Bentuk Perpecahan Umat?
11 August 2015, 06:00 | Ushul Fiqih | 5.931 views
Kenapa Puasa Wajib Diqadha' Tapi Shalat Tidak Wajib Diqadha'?
10 August 2015, 04:35 | Shalat | 19.413 views
Shalat Idul Fithr dan Idul Adha : Mana Yang Lebih Utama, di Masjid atau di Lapangan?
8 August 2015, 06:03 | Shalat | 6.072 views
Bolehkah Kita Tidur di dalam Masjid?
7 August 2015, 03:01 | Shalat | 8.820 views
Menikah di Luar Negeri Tanpa Kehadiran Wali
5 August 2015, 09:13 | Nikah | 13.901 views
Apa Yang Dibaca Pada Saat Sujud Dan Ketentuannya
2 August 2015, 03:12 | Shalat | 176.561 views
Haramkah Gaji Satpam di Bank Konvensional?
1 August 2015, 08:10 | Muamalat | 40.936 views
Fasakh dan Talak : Perbedaan dan Persamaannya
31 July 2015, 06:45 | Nikah | 32.102 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,522,045 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:40 | Ashar 15:04 | Maghrib 17:55 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img