Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ban Motor Terkena Najis Anjing, Haruskah Disamak? | rumahfiqih.com

Ban Motor Terkena Najis Anjing, Haruskah Disamak?

Sun 29 December 2013 06:05 | Thaharah | 14.148 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Ustad Ahmad Sarwat Lc, MA.

Saya mau bertanya, begini ustad, daerah tempat tinggal saya banyak sekali anjing yang berkeliaran di jalan, dan kebetulan di daerah saya banyak orang Kristen yang tinggal disana, dan sudah menjadi kebiasaan bagi mereka untuk memelihara anjing, bahkan anjing peliharaan mereka ini bebas berkeliaran di jalan tersebut.

Saya sering melintasi jalan tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Kebetulan jalan tersebut merupakan jalan utama yang harus dilewati apabila mau ke tempat lain.

Pada suatu hari saya melintasi jalan tersebut dan pada saat itu sedang hujan, kebetulan anjing peliharaan tersebut lalu lalang pada jalan tersebut. Jadi yang menjadi pertanyaan saya.

Bagaimana hukumnya apabila saya melintasi jalan yang basah bekas lalu lalang anjing tersebut, apakah saya wajib mensamak ban sepeda motor saya ?.

Demikianlah pertanyaan saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda tidak perlu mensamak ban sepeda motor milik Anda. Karena ban sepeda motor memang tidak bisa disamak.

Istilah samak atau dalam bahasa Arabnya dibagh itu hanya berlaku pada kulit bangkai yang mati dan kita ingin memanfaatkan kulit yang najis itu untuk dibuat menjadi benda suci yang bermanfaat. Misalnya, kulit bangkai macan yang mati bisa dikuliti lalu dibuat menjadi jaket atau sepatu.

Sedangkan ban motor tentu bukan disamak, karena ban motor bukan kulit bangkai. Ban motor itu karet yang dibuat sedemikian rupa untuk dijadikan roda pada kendaraan. Dan yang namanya roba kendaraan itu tidak mengapa apabila menginjak najis, sebagaimana sepatu kita pun boleh jadi sering menginjak najis.

Barangkali yang Anda maksud bukan menyamak ban motor tetapi adalah mungkin maksudnya bagaimana cara mensucikan ban motor itu? Mengingat ban motor itu terkena najis mughalladzah.

Jawabnya kalau memang ban motor itu sudah dipastikan terkena najis mughallazhah, tentu cara mensucikannya adalah dengna mencucinya  tujuh kali, dan salah satunya dengan menggunakan tanah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW terkait dengan anjing yang memasukkan moncongnya ke dalam air dalam suatu wadah.

Ada banyak hadits tentang air liur anjing ini, salah satunya diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya :

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذْ وَلَغَ فِيهِ اَلْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاهُنَّ بِالتُّرَابِ

Dari Abi Hurairah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Sucinya wadah air kalian yang diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali salah satunya dengan tanah. (HR. Muslim)

إِذَا شَرِبَ الكَلْبُ فيِ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلُهُ سَبْعًا

Dari Abi Hurairah radhiyallahuanhu bahw Rasulullah SAW bersabda’Sucinya wadah kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali". (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun perlu diingat bahwa Itu pun sebenarnya tidak perlu Anda lakukan. Toh ban motor itu tidak akan Anda gunakan untuk shalat, bukan?

Sedangkan perintah Nabi SAW untuk mencuci tujuh kali itu karena tempat wadah air itu akan digunakan untuk minum, wudhu bahkan mandi janabah. Kalau tidak disucikan dulu, nanti najisnya akan menular kemana-mana.

Sedangkan ban motor Anda itu sama sekali tidak akan digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan minum, wudhu dan mandi janabah. Tugas ban motor itu hanya untuk berjalannya roda motor anda. Tidak ada kaitannya dengan sesuatu yang mengharuskan atau mensyaratkan kesucian.

Lagian kalau pun suatu ketika Anda terpaksa shalat di atas motor (itu pun kalau bisa dilakukan), tidak ada urusannya dengan ban motor yang terkena air liur anjing. Sebab Anda kan tidak shalat dengan menempelkan badan ke ban motor Anda.

Yang jadi masalah dengan air liur anjing dan juga najis-najis lainnya adalah bahwa kita tidak boleh shalat dalam keadaan menempel dengan najis itu. Baik najis itu menempel pada badan kita secara langsung, atau menempel pada pakaian yang kita gunakan ketika shalat.

Dan shalat juga tidak sah apabila najis itu menempel pada tempat shalat kita secara langsung. Tetapi kalau menempelnya tidak secara langsung, seperti kita shalat dengan menggunakan alas yang kering dan suci, di atas kotoran hewan yang najis, maka meskipun menempel tetapi tetap diperbolehkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Anak Belum Mandiri, Apakah Semua Warisan Ayah Jatuh ke Tangan Ibu?
28 December 2013, 14:56 | Mawaris | 9.264 views
Berhubungan Badan Berpakaian Lengkap, Wajibkah Mandi Junub?
25 December 2013, 07:00 | Nikah | 15.889 views
Shalat Subuh Sebelum Waktunya, Bolehkah?
24 December 2013, 06:30 | Shalat | 37.318 views
Nabi Isa Akan Diturunkan ke Dunia Lagi?
24 December 2013, 03:34 | Aqidah | 12.647 views
Masakan Natal, Bolehkah Kita Memakannya?
21 December 2013, 15:01 | Kuliner | 8.593 views
Berdosakah Muslim Mendesain Kartu Ucapan Natal?
20 December 2013, 17:32 | Aqidah | 9.577 views
Wisatawan Arab ke Puncak Buat Kawin Sesaat : Zinakah?
18 December 2013, 03:10 | Nikah | 11.160 views
Hukum Memasak Menggunakan Arak
17 December 2013, 11:02 | Kuliner | 23.616 views
Was-was Jangan-jangan Bekas Dijilat Anjing
16 December 2013, 21:40 | Thaharah | 13.604 views
Gugatan Cerai Dari Istri : Talak, Fasakh Atau Khulu?
15 December 2013, 21:40 | Nikah | 21.851 views
Fasakh Versus Talak
14 December 2013, 06:15 | Nikah | 11.199 views
Menyembelih Tanpa Bismillah, Halalkah?
13 December 2013, 09:17 | Qurban Aqiqah | 41.818 views
Haramnya Laki-laki Memakai Emas Tidak Ada di Quran
12 December 2013, 00:49 | Umum | 10.910 views
Mendukung Partai Islam Demi Tegaknya Hukum Islam di Indonesia
10 December 2013, 03:09 | Negara | 9.646 views
Bagaimana Kiat Mempelajari Kitab
9 December 2013, 03:40 | Umum | 6.957 views
Terpaksa Harus Memanipulasi Bon Nota, Bagaimana Menyikapinya?
8 December 2013, 03:49 | Muamalat | 9.487 views
Suara Wanita, Auratkah?
6 December 2013, 22:13 | Wanita | 9.299 views
Adzan Dua Kali di Hari Jumat
6 December 2013, 01:29 | Shalat | 9.401 views
Membangun Masjid di Atas Kuburan
5 December 2013, 03:25 | Aqidah | 9.741 views
Kereta Komuter Penuh Sesak, Bagaimana Cara Shalat Maghribnya?
3 December 2013, 21:21 | Shalat | 13.855 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 29,930,719 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema