Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Anak Susuan Mendapatkan Waris? | rumahfiqih.com

Apakah Anak Susuan Mendapatkan Waris?

Mon 17 February 2014 12:00 | Mawaris | 16.132 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum ustadz,

Ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan mengenai warisan. yang jelas mendapat warisan itu ialah anak kandung, lalu bagaimana dengan anak susuan, apakah susuannya tersebut menyebabkan ia menjadi ahli waris sebagaimana anak kandung?

mohon penjelasannya, jazakallah khairan
wassalamualaikum

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam hadits nabi memang disebutkan bahwa anak susuan itu menjadi mahram sebagaimana mahram-nya anak nasab (kandung).

يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعَةِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ

"diharamkan karena sebab penyusuan apa-apa yang diharamkan karena nasab" (Muttafaq 'Alayh)

maka ketika ada seorang wanita yang menyusui seorang anak, amak secara otomatis anak tersebut menjadi mahramnya layaknya ibu, termasuk suaminya juga menjadi mahram anak susuan itu layaknya ayah kandung yang terlarang untuk meninkah.

Jika wanita penyusu itu punya anak kandung, maka status anak kandungnya pun menjadi mahram dengan anak susuannya tersebut, boleh bersentuhan jika memang berbeda jenis kelamin dan juga boleh berkholwat, akan tetapi haram untuk dinikahi karena statusnya adalah mahram.

Mewarisi Atau Tidak?

Kemudian muncul pertanyaan, apakah mereka (anak susuan) itu selain menjadi mahram, mereka juga mendapatkan waris sebagaimana anak atau saudara kandung lainnya?

Jawabannya jelas tidak! menyusui itu hanya merubah status menjadi mahram, tapi tidak memasukkan ke dalam jajaran ahli waris yang akan mewariskan nantinya ketika ada salah satu kerabat meninggal.

Karena sebab-sebab waris itu ada 3: [1] Pernikahan (Suami-Istri), [2] Nasab (keturunan), [3] Perbudakan,

Dan penyusuan tidak termasuk dalam 3 tersebut. Yang berubah setelah penyusuan itu ialah hanya status ke-mahram-an saja, tidak untuk yang lainnya.

Imam Nawawi dalam Syarh Shohih Muslim (10/19) menjelaskan:

وأجمعت الأمة على ثبوتها (الحرمة) بين الرضيع والمرضعة وأنه يصير ابنها يحرم عليه نكاحها أبدا ويحل له النظر اليها والخلوة بها والمسافرة ولا يترتب عليه أحكام الأمومة من كل وجه فلا يتوارثان ولا يجب على واحد منهما نفقة الآخر ولا يعتق عليه بالملك ولا ترد شهادته لها ........ فهما كالأجنبيين في هذه الأحكام

"Umat ini telah ber'ijma' atas ke-mahram-an antara yang menyusui dan disusui, dan ia menjadi anaknya yang haram dinikahi selamanya, dan ia boleh melihat kepadanya (auratnya) dan berkhalwat dengannya serta berpergian bersamanya. Dan tidak semua hukum per-ibu-an berlaku (akibat susuan), seperti bahwa ia tidak mewarisi satu sama lain, dan tidak wajib saling menafkahi, dan tidak membebaskan perbudakannya, dan juga tidak tertolak kesaksian keduanya untuk satu sama lain…..mereka dalam hukum-hukum ini seperti 2 orang asing" .

Jadi memang seorang anak susuan tidak punya jatah warisan dari ibu atau babapk susuannya, jika salah satu dari keduanya meninggal anak susuan tersebut kedudukannya bukanlah sebagai ahli waris. Karena memang susuan itu hanya menyebabkan kemahraman saja, tidak menjadikannya sebagai ahli waris.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Zarkasih, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kiat-kiat Agar Terselamat Dari Bahaya Riba
17 February 2014, 01:07 | Muamalat | 14.712 views
Apakah Wanita Disyariatkan Adzan dan Iqamah?
15 February 2014, 05:01 | Wanita | 15.331 views
Hukum Menghias Masjid Dengan Megah
14 February 2014, 06:12 | Shalat | 13.896 views
Dosa Riba Setara Berzina Dengan Ibu Kandung Sendiri?
13 February 2014, 00:32 | Muamalat | 124.441 views
Beda Pajak dengan Zakat
12 February 2014, 04:06 | Zakat | 15.999 views
Adakah Ahli Waris Pengganti?
11 February 2014, 06:01 | Mawaris | 15.929 views
Orang Tua Non-Muslim, Apakah Wajib Menafkahi Mereka?
10 February 2014, 06:12 | Umum | 10.639 views
Imam Terlalu Lama, Bolehkah Mufaraqah?
9 February 2014, 05:02 | Shalat | 18.968 views
Wajibkah Seorang Anak Memberi Nafkah Kepada Orang Tuanya?
8 February 2014, 13:00 | Nikah | 21.685 views
Apa Yang Disebut Satu Kali Susuan?
7 February 2014, 10:17 | Nikah | 8.646 views
Tayammum : Sampai Siku Atau Pergelangan Tangan?
6 February 2014, 06:30 | Thaharah | 14.506 views
Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris?
4 February 2014, 06:03 | Mawaris | 10.365 views
Haruskah Tayammum Lagi Tiap Mau Shalat?
3 February 2014, 06:01 | Thaharah | 24.632 views
Hukum-hukum Terkait Najis
2 February 2014, 13:50 | Thaharah | 24.634 views
Wasiat Orang Tua Bertentangan Dengan Hukum Waris
1 February 2014, 05:20 | Mawaris | 84.719 views
Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?
31 January 2014, 12:00 | Thaharah | 62.278 views
Tahun Baru Imlek dan Angpau
30 January 2014, 06:26 | Kontemporer | 8.611 views
Bolehkah Menjama' Shalat Karena Sakit?
29 January 2014, 06:30 | Shalat | 26.622 views
Bolehkah Foto Paspor Tanpa Jilbab?
28 January 2014, 06:16 | Wanita | 11.925 views
Hukum Mengenakan Cadar, Wajibkah?
27 January 2014, 05:00 | Wanita | 19.855 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,312,559 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img