Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Makmum Masbuk : Takbiratul Ihram Dulu Atau Langsung Ikut Imam? | rumahfiqih.com

Makmum Masbuk : Takbiratul Ihram Dulu Atau Langsung Ikut Imam?

Tue 18 February 2014 06:10 | Shalat | 16.675 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu Alaikum Ustadz,

Semoga Allah selalu menyertai anda semua.

Selama ini pemahaman saya kalau terlambat sholat dalam jamaah, maka saya akan melakukan takbiratul ihrom baru kemudian mengikuti posisi imam saat itu. Tetapi saat ini kadang kadang saya melihat beberapa orang tidak melakukan takbirotul ihrom tetapi langsung mengikuti posisi imam saat itu.

Manakah dari keduanya yang sesuai dengan hukum fiqih, ataukah keduanya ?

Jazakallah

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama sepakat bahwa takbiratul ihram adalah ucapan takbir yang menandakan dimulainya shalat. Tidka ada shalat kecuali dimulai dengan takbir. Dan tanpa adanya takbir itu, tentu saja shalat belum dimulai.

Takbir ini dinamakan dengan takbiratul-ihram, yang berasal dari kata 'haram'. Maksudnya takbir ini berfungsi sebagai pengharam, yaitu mengharamkan segala sesuatu yang tadinya halal menjadi tidak halal atau tidak boleh dikerjakan di dalam shalat, seperti makan, minum, berbicara dan sebagainya.

Seluruh ulama baik mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa takbiratul Ihram termasuk ke dalam rukun shalat. Sehingga shalat yang dilakukan tanpa melafadzkan takbiratul-ihram bukanlah shalat yang sah.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :

مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطَّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Kunci shalat itu adalah kesucian. Yang mengharamkannya (dari segala hal di luar shalat) adalah takbir. Dan yang menghalalkannya adalah salam". (HR. Khamsah kecuali An-Nasai)

Dalil lainnya adalah hadits berikut :

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا 

Imam itu dijadikan untuk diikuti, maka jangan berbeda dengannya. Bila dia bertakbir maka bertakbirlah (HR. Muttafaq Alaihi)

Dari Rufa'ah Ibnu Rafi' bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidak sah shalat serorang hamba hingga dia berwudhu' dengan sempurna dan menghadap kiblat lalu mengucapkan Allahu Akbar. (HR. Ashabus Sunan dan Tabarany)

Bila kamu shalat maka bertakbirlah. (HR. Muttafaqun Alaihi)

Maka takbiratul ihram ini mutlak wajib dibaca ketika shalat, yaitu saat memulai shalat. Baik seseorang shalat sendirian, atau pun berjamaah menjadi imam atau makmum, mau tidak mau mutlak wajib membaca takbiratul ihram.

Makmum Mudrik dan Masbuk

Dan makmum tetap wajib membaca takbiratul-ihram, baik sebagai makmum yang mudrik atau pun makmum yang masbuk. 

Makmum mudrik adalah makmum yang tidak ketinggalan satu pun rakaat bersama imam, walaupun barangkali dia memulai shalat agak terlambat. Asalkan tidak ketinggalan satu rakaat pun, maka dia termasuk mudrik.

Makmum masbuk adalah makmum yang ketinggalan setidaknya satu rakaat dari imamnya. Dan ketinggalannya ini ditandai ketika tidak bisa ruku' bersama imam. Maka makmum masbuk ini tetap wajib membaca takbiratul ihram dulu sebelum memulai shalatnya, kemudian dia ikut posisi imam yang didapatinya saat itu.

Berbeda Dengan Al-Fatihah

Kedudukan takbiratul ihram yang mutlak wajib dibaca ini agak berbeda dengan kedudukan surat Al-Fatihah. Meskipun surat Al-Fatihah juga termasuk rukun di dalam shalat menurut jumhur ulama, namun buat makmum ada pengecualian. Setidaknya para ulama berbeda pendapat, apakah makmum wajib membaca Al-Fatihah di belakang imam atau tidak.

Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa seorang makmum dalam shalat jamaah yang jahriyah (yang bacaan imamnya keras) untuk tidak membaca apapun kecuali mendengarkan bacaan imam. Sebab bacaan imam sudah dianggap menjadi bacaan makmum.

Demikian juga dengan mazhab Al-Hanafiyah yang berpendapat bahwa makmum secara mutlak tidak perlu membaca surat Al-Fatihah, baik di dalam shalat jahriyah atau pun sirriyah. Bahkan mereka sampai ke titik mengharamkan makmum untuk membaca Al-Fatihah di belakang imam.

Yang agak berbeda adalah mazhab As-Syafi'iyah, yang dalam hal ini tetap mewajibkan makmum dalam shalat jamaah untuk membaca surat Al-Fatihah, baik dalam shalat jahriyah maupun shalat sirriyah.

Meski pun Masbuk Tetap Wajib Bertakbiratul Ihram

Semua fatwa di atas menunjukkan perbedaan kedudukan takbiratul-ihram dengan Al-Fatihah. Intinya, meski pun seseorang menjadi makmum yang masbuk alias sudah tertinggal satu rakaat atau lebih, dia tetap wajib bertakbiratul ihram ketika memulai shalatnya. 

Adapun mengangkat tangan saat takbritaul-ihram dan bersedakep alias meletakkan kanan di atas tangan kiri tentu bukan termasuk rukun shalat. Sehingga kalau memang tidak diperlukan, boleh saja ditinggalkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Anak Susuan Mendapatkan Waris?
17 February 2014, 12:00 | Mawaris | 9.156 views
Kiat-kiat Agar Terselamat Dari Bahaya Riba
17 February 2014, 01:07 | Muamalat | 10.955 views
Apakah Wanita Disyariatkan Adzan dan Iqamah?
15 February 2014, 05:01 | Wanita | 10.477 views
Hukum Menghias Masjid Dengan Megah
14 February 2014, 06:12 | Shalat | 8.956 views
Dosa Riba Setara Berzina Dengan Ibu Kandung Sendiri?
13 February 2014, 00:32 | Muamalat | 69.058 views
Beda Pajak dengan Zakat
12 February 2014, 04:06 | Zakat | 13.488 views
Adakah Ahli Waris Pengganti?
11 February 2014, 06:01 | Mawaris | 11.845 views
Orang Tua Non-Muslim, Apakah Wajib Menafkahi Mereka?
10 February 2014, 06:12 | Muamalat | 6.888 views
Imam Terlalu Lama, Bolehkah Mufaraqah?
9 February 2014, 05:02 | Shalat | 12.493 views
Wajibkah Seorang Anak Memberi Nafkah Kepada Orang Tuanya?
8 February 2014, 13:00 | Nikah | 13.064 views
Apa Yang Disebut Satu Kali Susuan?
7 February 2014, 10:17 | Nikah | 6.014 views
Tayammum : Sampai Siku Atau Pergelangan Tangan?
6 February 2014, 06:30 | Thaharah | 8.415 views
Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris?
4 February 2014, 06:03 | Mawaris | 8.441 views
Haruskah Tayammum Lagi Tiap Mau Shalat?
3 February 2014, 06:01 | Thaharah | 8.576 views
Hukum-hukum Terkait Najis
2 February 2014, 13:50 | Thaharah | 14.645 views
Wasiat Orang Tua Bertentangan Dengan Hukum Waris
1 February 2014, 05:20 | Mawaris | 50.706 views
Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?
31 January 2014, 12:00 | Thaharah | 36.199 views
Tahun Baru Imlek dan Angpau
30 January 2014, 06:26 | Kontemporer | 6.811 views
Bolehkah Menjama' Shalat Karena Sakit?
29 January 2014, 06:30 | Shalat | 10.409 views
Bolehkah Foto Paspor Tanpa Jilbab?
28 January 2014, 06:16 | Wanita | 8.646 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,934,581 views