Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal? | rumahfiqih.com

Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal?

Mon 12 May 2014 04:05 | Mawaris | 9.278 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Ust. saya penah dengar bahwa suami tidak bisa mewarisi harta bawaan isteri (misalnya harta warisan dari orang tuanya). Jadi harta isteri tadi dikembalikan ke ahli waris selain suaminya, karena suami \"tetap sbg orang lain\", istilahnya, harta asal kembali ke asal.

1. Apa ada dalam konsep waris islam jargon tersebut?

2. Bagaimana jika konsep itu dilakukan, apakah termasuk pelanggaran?

terima kasih, Wassalam

Ahmad ch

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam konsep pembagian harta warisan menurut syariat Islam, memang tidak dikenal istilah asal muasal harta. Sehingga tidak perlu dijadikan bahan pertimbangan yang mempengaruhi ketentuan pembagian harta warisan.

Yang menentukan justru status kepemilikan harta itu sendiri, yang harus berstatus al-milkut-tam (الملك التام). Artinya, harta itu dimiliki secara mutlak, tidak ada sangkut pautnya dengan hak-hak orang lain di dalamnya.

Maka tatkala bagian harta sudah jadi milik pewaris, silahkan dibagikan kepada ahli warisnya sesuai ketentuan hukum waris Islam. Kita tidak perlu melihat ke belakang, dari mana asal muasal harta itu dimiliki oleh pewaris. Kewajiban kita hanya memastikan apakah harta itu sah dan legal dimiliki oleh pewaris.

Dalam contoh kasus yang Anda sampaikan di atas, yaitu ketika istri wafat dan suami menjadi ahli warisnya, maka suami berhak mendapatkan 1/4 atau 1/2 dari total harta yang dimiliki istri. Suami mendapat 1/4 atau 25% dari harta milik istrinya apabila almarhumah punya anak atau cucu yang juga ikut menerima harta warisan. Sebaliknya, bila tidak ada anak atau cucu yang menerima harta warisan, jatah suami bertambah menjadi 1/2 atau 50% dari total harta istri.

Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman :

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya. (QS. An-nisa' : 12)

Bagian 1/4 atau 1/2 yang menjadi jatah buat suami itu diambilkan dari harta istri yang mana saja, tanpa harus merunut asal muasal harta itu sebelumnya. Yang penting harus dipastikan bahwa semua harta itu milik istri adalah harta yang berstatus al-milkut-taam, maksudnya dimiliki secara sempurna.

Dengan sempurnanya status kepemilikan ini, maka sudah tidak lagi dikenal istilah harta bawaan. Kita sudah tidak lagi mempedulikan dari mana harta itu didapat, apakah dari hasil warisan keluarga, hibah, hadiah, atau dari hasil kerja peras keringat sendiri.

Anggaplah istri mendapat harta secara warisan dari keluarganya. Maka begitu harta tersebut diserahkan, sat itu juga 100% sudah menjadi hak istri secara mutlak, dimana kepemilikannya bersifat al-milkut-tam. Konsekuensinya, harta itu boleh dan bebas diapakan saja oleh istri, termasuk boleh dijual atau diberikan kepada orang lain.

Dan tentunya juga sangat boleh harta itu untuk diwariskan kepada ahli warisnya sendiri, bila istri itu wafat dan suaminya pasti akan menjadi salah satu ahli warisnya. Maka suami tentu sangat berhak menerima sebagian harta istri, walaupun asalnya adalah harta milik keluarga istri.

Dan buat pihak keluarga istri yang lain, menjadi haram hukumnya untuk masih merasa menjadi pemilik atas harta itu. Ibarat jual-beli, harta itu sudah pindah kepemilikan secara 100% dari tangan penjual kepada tangan pembeli. Maka penjual sudah tidak boleh lagi punya perasaan masih memiliki.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Melunasi Kredit Lebih Cepat Jadi Turun Harga, Bolehkah?
10 May 2014, 11:00 | Muamalat | 10.402 views
Apakah Kredit Saya Sudah Sesuai Syariah?
9 May 2014, 08:40 | Muamalat | 25.028 views
Shalat Jum'at di Aula
8 May 2014, 07:20 | Shalat | 10.502 views
Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia
7 May 2014, 04:40 | Kontemporer | 11.542 views
Kapan Makmum Dapat Satu Rakaat?
5 May 2014, 08:10 | Shalat | 14.312 views
Mazhab Dalam Islam
4 May 2014, 13:46 | Ushul Fiqih | 26.074 views
Hukum Ternak Cacing
2 May 2014, 07:01 | Kontemporer | 28.234 views
Wudhu Tanpa Membuka Jilbab
1 May 2014, 04:12 | Wanita | 13.633 views
Bagaimana Hukumnya Dokter Kandungan/Bersalin Laki-Laki?
30 April 2014, 12:57 | Wanita | 33.958 views
400 Penumpang Pesawat Mau Shalat Semua, Bagaimana Caranya?
29 April 2014, 05:12 | Shalat | 8.144 views
Menthalaq Isteri Saat Haidh
28 April 2014, 06:37 | Nikah | 6.907 views
Meninggal di Hari Jum'at Bebas Siksa Kubur?
26 April 2014, 06:36 | Umum | 30.720 views
Ijab Qabul, Harus Wudhu?
25 April 2014, 06:59 | Nikah | 20.153 views
Bolehkah Suami Melihat Kemaluan Isterinya?
24 April 2014, 05:13 | Nikah | 35.601 views
Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?
23 April 2014, 06:50 | Aqidah | 15.003 views
Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | Nikah | 13.534 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | Shalat | 26.457 views
Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | Shalat | 50.595 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | Umum | 13.779 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | Umum | 14.686 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,008,303 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

18-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img