Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Posisi Duduk Masbuk Saat Imam Tahiyat Akhir | rumahfiqih.com

Posisi Duduk Masbuk Saat Imam Tahiyat Akhir

Thu 15 May 2014 06:07 | Shalat | 22.265 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mohon penjelasan lagi ustadz, masih terkait jamaah makmum yang masbuk. Kali ini pertanyaannya bagaimana posisi duduk seorang makmum yang masbuk pada saat imam sedang duduk pada tasyahhud akhir?

Apakah masbuk ini duduk sebagaimana duduknya imam, yaitu duduk yang miring itu? Ataukah duduknya seperti waktu lagi duduk tasyahhud awal?

Bukankah aturannya bahwa masbuk itu wajib mengikuti imam? Mohon penjelasan dan tambah wawasan ilmu.

Semoga Allah SWT memberikan tambahan keberkahan buat antum dan ustadz-ustadz lainnya di Rumah Fiqih Indonesia. Amin.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya pertanyaan ini masuk dalam ruang lingkup kajian fiqih mazhab Asy-Syafi'iah. Sebab memang di dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, posisi duduk tahiyat akhir adalah duduk tawarruk dan bukan duduk iftirasy.

Lalu apa perbedaan keduanya, duduk tawarruk itu apa dan duduk iftirasy itu apa?

Duduk Iftirasy

Duduk dengan melipat kaki ke belakang dan bertumpu pada kaki kiri. Maksudnya kaki kiri yang dilipat itu diduduki, sedangkan kaki yang kanan dilipat tidak diduduki namun jari-jarinya ditekuk sehingga menghadap ke kiblat.

Duduk Tawarruk

Posisinya hampir sama dengan istirasy, namun posisi kaki kiri tidak diduduki melainkan dikeluarkan ke arah bawah kaki kanan. Sehingga duduknya di atas tanah tidak lagi di atas lipatan kaki kiri seperti pada iftirasy.

Sedangkan hujjah yang melatarbelakangi kenapa mazhab Asy-Syafi'iyah merjihkan pendapat bahwa duduk pada tasyahhud akhir dengan duduk tawarruk adalah hadits-hadits shahih berikut ini :

وَإِذَا جَلَسَ فِي الرَّكْعَةِ اْلآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ اْلأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ.

Dan bila beliau SAW duduk pada raka’at terakhir maka beliau mengedepankan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya serta beliau duduk diatas tempat duduknya (duduk tawarruk). (HR. Al Bukhari).

حَتَّى إِذَا كَانَتِ السَّجْدَةُ الَّتِي فِيْهَا التَّسْلِيْمُ أَخَّرَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَقَعَدَ مُتَوَرِّكًا عَلَى شِقِّهِ الْأَيْسَرِ.

“Hingga tatkala sampai sujud terakhir yang ada salamnya, maka Nabi mengeluarkan kaki kirinya dan beliau duduk dengan tawarruk diatas sisi kiri beliau.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

حَتَّى إِذَا كَانَتِ السَّجْدَةُ الَّتِي تَكُوْنُ خَاتِمَةَ الصَّلَاةِ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْهُمَا وَأَخَّرَ رِجْلَهُ وَقَعَدَ مُتَوَرِّكًا عَلَى رِجْلِهِ

“Hingga tatkala sampai pada sujud yang merupakan penutup shalat, maka beliau mengangkat kepalanya dari dua sujud tersebut dan beliau mengeluarkan kakinya serta duduk tawarruk diatas kakinya.” (HR. Ibnu Hibban).

إِذَا كَانَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ تَنْقَضِي فِيْهِمَا الصَّلَاةُ أَخَّرَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَقَعَدَ عَلَى شِقِّهِ مُتَوَرِّكًا ثُمَّ سَلَّمَ

“Apabila sampai kepada raka’at terakhir yang menutup shalat, maka beliau mengeluarkan kaki kirinya dan beliau duduk tawarruk diatas sisinya kemudian beliau salam.” (HR. An Nasa’i)

Namun yang jadi masalah, bagaimana dengan makmum yang masbuk, apakah masbuk duduk sebagaimana duduknya imam yaitu duduk tawarruk ataukah duduk iftirasy?

Dalam hal ini ada perbedaan pendapat di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah tentang posisi duduk masbuk pada saat imam duduk tahiyat akhir.

1. Duduk Iftirasy

Pendapat ini adalah apa yang tertuang dalam teks kitab Al-Umm karya Al-Imam Asy-syafi'i sendiri. Yang juga berpendapat duduk iftirash seperti tasyahhud awal atau duduk di antara dua sujud di antaranya Abu Hamid, Al-Bandaniji, Al-Qadhi Abu Thayyib dan Al-Ghazali.

Alasannya, karena masbuk belum berada pada rakaat terakhir, sehingga duduknya bukan duduk tawarruk melainkan duduk iftirasy.

2. Duduk Tawarruk

Sedangkan pendapat kedua di mazhab Asy-syafi'i adalah duduk tawarruk sebagaimana duduknya imam.

Alasannya, karena makmum itu harus mengikuti imam.

Yang berpendapat seperti ini di kalangan ulama mazhab Asy-syafi'iyah adalah Ar-Rafi'i dan Imam Al-Haramain.

3. Tergantung Bilangan Rakaat

Pendapat ketiga sebagaimana disampaikan juga oleh Ar-rafi'i, bahwa masbuk memilah berdasarkan hitungan rakaat dirinya sendiri.

Bila saat itu masbuk berada pada rakaat kedua dan memang seharusnya duduk tasyahhud awal, maka dia duduk iftirasy.

Tetapi bila dia berada pada rakaat pertama atau ketiga, maka duduknya mengikuti duduknya imam, yaitu tawarruk.

Alasannya, karena pada rakaat kedua dia memang seharusnya bertasyahhud awal, maka duduk iftirasy itu memang ketentuan aslinya. Sedangkan bila hitungan rakaat pertama atau ketiga, sebenarnya masbuk tidak bertasyahhud.

Tetapi karena harus ikut imam maka dia 'terpaksa' duduk. Dan duduknya seperti duduknya imam, yaitu tawarruk. Yang ditekankan dirinya motivasi duduknya sejak awal memang sekedar ikut kepada imamnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Masbuk Meneruskan Rakaat Tertinggal, Rakaat Manakah Yang Diganti?
14 May 2014, 10:07 | Shalat | 17.167 views
Bolehkah Qadha' Puasa Dicicil Tiap Senin dan Kamis?
13 May 2014, 04:45 | Puasa | 153.295 views
Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal?
12 May 2014, 04:05 | Mawaris | 7.910 views
Melunasi Kredit Lebih Cepat Jadi Turun Harga, Bolehkah?
10 May 2014, 11:00 | Muamalat | 9.170 views
Apakah Kredit Saya Sudah Sesuai Syariah?
9 May 2014, 08:40 | Muamalat | 19.041 views
Shalat Jum'at di Aula
8 May 2014, 07:20 | Shalat | 9.762 views
Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia
7 May 2014, 04:40 | Kontemporer | 10.474 views
Kapan Makmum Dapat Satu Rakaat?
5 May 2014, 08:10 | Shalat | 12.887 views
Mazhab Dalam Islam
4 May 2014, 13:46 | Ushul Fiqih | 22.795 views
Hukum Ternak Cacing
2 May 2014, 07:01 | Kontemporer | 24.220 views
Wudhu Tanpa Membuka Jilbab
1 May 2014, 04:12 | Wanita | 12.129 views
Bagaimana Hukumnya Dokter Kandungan/Bersalin Laki-Laki?
30 April 2014, 12:57 | Wanita | 27.125 views
400 Penumpang Pesawat Mau Shalat Semua, Bagaimana Caranya?
29 April 2014, 05:12 | Shalat | 7.074 views
Menthalaq Isteri Saat Haidh
28 April 2014, 06:37 | Nikah | 6.270 views
Meninggal di Hari Jum'at Bebas Siksa Kubur?
26 April 2014, 06:36 | Umum | 27.434 views
Ijab Qabul, Harus Wudhu?
25 April 2014, 06:59 | Nikah | 16.042 views
Bolehkah Suami Melihat Kemaluan Isterinya?
24 April 2014, 05:13 | Nikah | 26.739 views
Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?
23 April 2014, 06:50 | Aqidah | 13.684 views
Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | Nikah | 12.577 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | Shalat | 18.292 views

TOTAL : 2.301 tanya-jawab | 27,666,469 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema