Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bagi Waris Buat Satu Istri dan Dua Anak Laki Dua Anak Perempuan | rumahfiqih.com

Bagi Waris Buat Satu Istri dan Dua Anak Laki Dua Anak Perempuan

Thu 5 June 2014 05:12 | Mawaris | 31.009 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr.wb

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah SWT.

Saya mau bertanya, bagaimanakah pembagian waris untuk ahli waris. Almarhum wafat  meninggalkan ahli waris 1 orang istri, 2 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Berapakah bagian masing-masing?

Demikian pertanyaan saya semoga dapat dimengerti dan semoga ustadz selalu mendapat rahmat dari Allah SWT.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Dengan asumsi tidak ada lagi ahli waris yang lainnya kecuali hanya yang Anda sebutkan, maka pembagian warisnya bahwa istri mendapat 1/8 dan sisanya yang 7/8 bukan anak-anak almarhum, dengan cara dibagi rata tetapi dengan catatan bahwa anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat lebih besar dari bagian untuk anak perempuan.

Untuk lebih jelas bagaimana cara penghitungannya, mari kita rinci masalah ini lebih jauh :

1. Istri

Sebenarnya ada dua kemungkinan bagi seorang istri yang ditinggal mati oleh suaminya. Bisa saja dia mendapat 1/8 bagian, tetapi bisa saja mendapat 1/4 bagian.

Kok bisa begitu?

Karena memang seperti itu bunyi ayatnya di dalam Al-Quran. Bila suami yang meninggal itu tidak punya anak atau cucu yang menerima harta waris (fara' waris) , maka hak istri adalah 1/4 bagian dari harta peninggalan almarhum suaminya.

وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ

Dan mereka mendapat 1/4 dari apa yang kamu tinggalkan bila kamu tidak mempunyai anak (QS. An-Nisa': 12)

Sebaliknya kalau suami punya anak atau cucu yang ikut juga menerima harta waris (fara' waris), artinya dia punya keturunan yang mendapatkan warisan, maka bagian istri adalah adalah 1/8 dari harta peninggalan suami. Dasarnya adalah lanjutan dari potongan ayat tersebut :

فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم مِّن بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ

Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. (QS. An-Nisa': 12)

Dalam kasus ini istri almarhum mendapat 1/8 (seperdelapan) bagian dari total harta yang diwariskan.Sebab almarhum punya anak-anak yang ikut juga menerima harta warisan.

Kalau kita asumsikan nilai harta itu 8 milyar, maka istri mendapat satu milyar. Karena sudah diambil satu milyar, berarti masih tersisa 7 milyar lagi. Lalu buat siapa saja sisanya itu?

Sisanya tentu buat anak-anak almarhum yang 4 orang itu.

2. Anak laki-laki

Dalam hal ini, almarhum punya anak laki-laki dan juga anak-anak perempuan, maka semua anak itu menjadi ashabah, yaitu menerima sisa yang sudah diambil duluan oleh ashabul-furudh, yaitu istri almarhum atau ibunya anak-anak.

Tetapi perlu dicatat bahwa cara membagi buat anak-anak itu ada ketentuannya, sebagaimana firman Allah SWT :

يُوصِيكُمُ اللّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأُنثَيَيْنِ

Allah mensyariatkan bagimu tentang pembagian waris untuk anak-anakmu, yaitu bagian buat seorang anak lelaki sama dengan bagian buat dua orang anak perempuan. (QS. An-Nisa : 11)

Maka caranya, tiap anak laki-laki harus dihitung seolah-olah dua orang anak perempuan.  Maka seolah-olah jumlah anaknya ada 6 orang, karena tiap anak laki-laki dihitung dua orang.

Uang sebesar 7 milyar itu kita bagi enam sama besar, yaitu 1,16 milyar atau tepatnya Rp.  1.166.666.667,-. Lalu tiap anak laki-laki kita kasih dua bagian, yaitu Rp 1,16 x 2 = Rp. 2,33 milyar.
 
3. Anak perempuan

Lalu buat anak perempuan, tiap satu orang mendapat Rp.  1.166.666.667,-, tidak perlu dikalikan dua.  

Hitungan Anak SD

Kalau kita cermati matematika bagi waris di atas, sebenarnya sederhana sekali. Sama sekali tidak butuh komputer atau kalkulator. Bahkan anak-anak SD kelas IV atau V pun sudah pasti bisa mengerjakan hitungan ini.

Lalu kenapa kok hitung waris seolah-olah jadi susah dan rumit?

Karena metode pengajarannya kurang membumi, sehingga belum apa-apa kita terjebak dengan begitu banyak istilah (musthalahat) dari bahasa Arab, yang kadang agak susah dipahami atau diterjemahkan dengan bahasa yang sederhana.

Kadang kiyai atau guru ngaji ketika mengajar ilmu waris, mereka lebih sering mementingkan penggunakan kitab asli berbahasa arab yang njelimet dan bikin puyeng, ketimbang memikirkan bagaimana agar kontennya bisa mudah dipahami oleh murid.

Atau bisa juga karena terjebak skala prioritas, lebih mendahulukan materi yang kurang penting, dengan meninggalkan masalah yang lebih penting dan harus didahulukan.  

Dan yang paling parah, ketika ada guru pengajar ilmu waris yang ilmunya pas-pasan dan hanya bersifat teoritis. Dengan kata lain, pak guru sendiri sebenarnya kurang menguasai ilmu yang diajarkannya.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perbedaan Hukum Ta'zir Dengan Hukum Hudud
4 June 2014, 05:00 | Jinayat | 17.716 views
Warisan Ayah Dikuasai Ibu Tiri
3 June 2014, 06:12 | Mawaris | 10.601 views
Menyesal Mentalak Tiga Istri, Bolehkah Istri Pura-pura Menikah Dulu Dengan Orang Lain?
2 June 2014, 04:25 | Nikah | 15.337 views
Apakah Bayi Yang Lahir Tidak Bernyawa Harus Dishalatkan?
1 June 2014, 11:45 | Shalat | 6.760 views
Benarkah Zakat Jual Beli Tidak Dikenal Dalam Syariat?
30 May 2014, 10:00 | Zakat | 6.258 views
Apakah Dalam Shalat Tarawih Makmum Tidak Wajib Baca Fatihah?
29 May 2014, 05:02 | Shalat | 30.063 views
Ghibah dalam Memilih Capres, Bolehkah?
28 May 2014, 08:23 | Negara | 8.189 views
Bolehkah Memilih Pendapat Yang Mana Saja?
27 May 2014, 05:00 | Ushul Fiqih | 8.231 views
Suami Menelan Air Susu Istri, Apakah Jadi Mahram?
26 May 2014, 05:20 | Wanita | 18.734 views
Batasan Peran Negara Dalam Menegakkan Syariat Islam
25 May 2014, 07:30 | Negara | 6.381 views
Saya Sedang Menjalani Masa Iddah, Apa Saja Yang Haram Saya Lakukan?
23 May 2014, 20:20 | Nikah | 26.847 views
Apakah Bacaan Quran Harus Khatam Pada Sebulan Shalat Tarawih?
22 May 2014, 09:00 | Shalat | 7.104 views
Belum Membai'at Khalifah, Mati Jahiliyyah Kah?
21 May 2014, 06:45 | Negara | 12.270 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu?
19 May 2014, 06:05 | Haji | 45.655 views
Mengapa Banyak yang Tidak Menerapkan Hukum Waris?
18 May 2014, 06:29 | Mawaris | 7.642 views
Membaca Al-Qur'an Latinnya Saja
17 May 2014, 21:00 | Quran | 42.042 views
Posisi Duduk Masbuk Saat Imam Tahiyat Akhir
15 May 2014, 06:07 | Shalat | 19.602 views
Masbuk Meneruskan Rakaat Tertinggal, Rakaat Manakah Yang Diganti?
14 May 2014, 10:07 | Shalat | 14.469 views
Bolehkah Qadha' Puasa Dicicil Tiap Senin dan Kamis?
13 May 2014, 04:45 | Puasa | 120.325 views
Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal?
12 May 2014, 04:05 | Mawaris | 6.895 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,870,593 views