Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Posisi Tangan Ketika Beri'tidal Bersedekap atau Tidak? | rumahfiqih.com

Posisi Tangan Ketika Beri'tidal Bersedekap atau Tidak?

Sat 28 June 2014 06:35 | Shalat | 19.392 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc yang dirahmati Allah.

Saya ingin bertanya mengenai posisi tangan kita pada saat shalat dan i'tidal. Saya sering melihat ada orang yang meluruskan tangannya tetapi sering juga saya lihat ada yang bersedekap seperti sedang baca Al-Fatihah. Jadi sebenarnya mana yang benar, bersedekap atau tidak?

Terimakasih atas jawabannya, ustadz.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya masalah ini adalah masalah khilafiyah yang sudah ada semenjak zaman dahulu. Sebabnya karena tidak ada hadits shahih sekaligus sharih yang menjelaskan posisi tangan itu ketika i'tidal. Seandainya ada satu saja hadits yang shahih sekaligus sharih yang tegas menyebutkan hal itu, tentu tidak akan ada perbedaan pendapat di antara para ulama.

Hadits-hadits yang ada, semuanya kurang tegas menyebutkan posisi tangan ketika i'tidal, apakah lurus ataukah bersedekap. Sehingga kesimpulan hukumnya lebih banyak menggunakan logika bahasa, nalar, dan asumsi. Oleh karena itulah maka jadi masalah khilafiyah di tengah para ulama.

Lalu bagaimana pendapat para ulama sendiri terkait dengan masalah ini?

Kalau boleh jujur disebutkan, memang umumnya para ulama ahli fiqih mengatakan bahwa posisi tangan pada saat kita beri'tidal adalah lurus dan badan tegak dengan sikap sempurna. Namun ada juga yang mengatakan berbeda, yaitu bahwa posisi tangan bersedekap.

1. Posisi Tangan Lurus

Pendapat ini mengatakan bahwa posisi tangan lurus dan tidak bersedekap. Pendapat ini didasarkan pada pengertian dari hadits-hadits berikut ini:

Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak [sehingga tiap-tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya].” (dalam riwayat lain disebutkan: “Jika kamu berdiri i’tidal, luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ke tempatnya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga ada hadits lainnnya yang senada :

Allah, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia tidak mau melihat shalat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya ketika berdiri di antara ruku’ dan sujudnya (i’tidal, pent.) (HR. Ahmad dan Thabarani)

Dan juga hadits berikut ini :

Dari ‘Aisyah radhiyallahuanha berkata bahwa apabila beliau SAW mengangkat kepalanya dari ruku', maka tidak langsung sujud sebelum berdiri lurus terlebih dahulu (HR. Muslim)

Dari Ibnu Atha’, ia berkata,"Aku mendengar Abu Humaid berkata, Rasulullah SAW ketika shalat…kemudian beliau i’tidal sampai semua tulangnya kembali ke tempat semula.” (HR. Ibnu Hibban)

Hadits-hadits di atas ditafsirkan oleh pendukung pendapat pertama ini sebagai dasar untuk meluruskan tangan ketika beri'tidal dan bukan bersedekap. Khususnya pada kalimat 'sampai tulangnya kembali ke tempat semula'. Kalimat itu dimaknai bahwa posisi tangannya lurus, karena disebut kembali kepada posisi semula.

Dan yang dimaksud dengan posisi semula ini adalah posisi umumnya ketika orang berdiri di luar shalat, dan bukan ketika sedang shalat.

2. Bersedekap

Pendapat kedua adalah pendapat yang mengatakan bahwa saat beri'tidal, posisi tangan kanan di atas tangan kiri atau menggenggamnya dan menaruhnya di dada, ketika telah berdiri.

Hal itu berdasarkan hadits-hadits di bawah ini:

Wa-il bin Hujr berkata: “Saya melihat Rasulullah SAW apabila beliau berdiri dalam shalat, beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya.” (HR. An-Nasa’i)

Selain itu juga ada dalil yang lainnya :

Dari Sahl bin Sa’d ia berkata bahwa para sahabat diperintah agar meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam shalat. (HR. Bukhari) 

Para pendukung pendapat ini menggunakan keumuman hadits-hadits di atas sebagai dasar bahwa posisi berdiri -apapun konteksnya- maka posisi tangan bersedekap. Karena i'tidal itu berdiri, maka posisi tangan ikut bersedekap. Sebenarnya dalil yang digunakan bukan dalil yang secara tegas menyebutkan posisi tangan, tetapi lebih merupakan nalar dan logika bahasa.

Oleh karena itulah maka pendapat ini ditolak oleh mereka yang berpandangan bahwa tangan itu harus lurus. Dasar argumentasinya bahwa hadits di atas menjelaskan posisi tangan saat berdiri yang merupakan rukun shalat. Adapun ketika sedang i'tidal, tentu hadits-hadits di atas tidak bisa  digunakan, karena salah alamat.

Dan akhirnya terjadilah perbedaan pendapat itu sampai hari ini. Buat kita, yang manapun sebenarnya tidak berdosa kalau kita ikuti. Sebab kedua pendapat ini sudah didasari dengan hadits-hadits yang shahih, meski pun kurang sharih.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Disebut Tarawih Berarti Istirahat, Apa Hubungannya?
27 June 2014, 07:00 | Shalat | 17.931 views
Banyak Pilihan Pendapat, Mana Yang Paling Benar?
26 June 2014, 07:07 | Ushul Fiqih | 8.219 views
Puasa Sunnah Menjelang Ramadhan, Tidak Bolehkah?
22 June 2014, 07:11 | Puasa | 29.871 views
Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Bid'ahkah?
21 June 2014, 06:00 | Puasa | 57.065 views
Lafadz Ulama Dalam Al-Quran dan Hadits
20 June 2014, 06:00 | Quran | 14.250 views
Apakah Jilbab Itu Harus Berupa Gamis Lebar dan Cadar?
19 June 2014, 05:30 | Wanita | 21.540 views
Wajibkah Rejeki Dari Hadiah, Bonus dan THR Dizakatkan?
18 June 2014, 06:00 | Zakat | 20.770 views
Ramadhan Belum Sempat Mandi Janabah Terlajur Shubuh
17 June 2014, 05:40 | Puasa | 11.289 views
Hafal Quran Tapi Tidak Tahu Hukum Agama
16 June 2014, 06:34 | Quran | 14.439 views
Bolehkah Aqiqah Kambing Diganti Sapi?
15 June 2014, 07:07 | Qurban Aqiqah | 95.373 views
Hukum Menshalati Jenazah Yang Sudah Dikubur
14 June 2014, 05:00 | Shalat | 9.310 views
Bagian Mana Dari Tubuh Calon Istri Yang Boleh Dipandang?
13 June 2014, 05:00 | Nikah | 38.012 views
Benarkah Keledai Itu Hewan Yang Haram Dimakan?
12 June 2014, 07:00 | Kuliner | 34.866 views
Perbedaan Antara Khitbah Dan Pertunangan
11 June 2014, 06:00 | Nikah | 15.437 views
Mati Bunuh Diri, Apakah Jenazahnya Dishalatkan?
10 June 2014, 06:01 | Shalat | 18.465 views
Rumah Cicilan Ini Milik Ayah Atau Milik Ibu?
9 June 2014, 05:05 | Mawaris | 7.377 views
Zakat Profesi dan Zakat Maal
6 June 2014, 05:48 | Zakat | 49.153 views
Bagi Waris Buat Satu Istri dan Dua Anak Laki Dua Anak Perempuan
5 June 2014, 05:12 | Mawaris | 70.017 views
Perbedaan Hukum Ta'zir Dengan Hukum Hudud
4 June 2014, 05:00 | Jinayat | 24.514 views
Warisan Ayah Dikuasai Ibu Tiri
3 June 2014, 06:12 | Mawaris | 14.117 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 28,868,886 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema