Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Bolehkah Shalat Memakai Sepatu Atau Sandal? | rumahfiqih.com

Bolehkah Shalat Memakai Sepatu Atau Sandal?

Mon 8 December 2014 01:00 | Shalat | 10.760 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wrr. wb.

1. Benarkah ada hadits yang menyebutkan bahwa di masa Rasulullah SAW, beliau dan para shahabat itu kalau shalat di masjid tidak mencopot sendal?

2. Lalu apa hukumnya bagi kita sekarang ini, apakah sebaiknya kita juga shalat dengan pakai sendal saja? Atau bagaimana?

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Benar bahwa Rasulullah SAW pernah shalat dengan memakai sandal. Di antara dalilnya adalah hadits-hadits berikut ini :

1. Hadits Pertama

إِذَا أَصَابَ خُفَّ أَحَدِكُمْ أَوْ نَعْلَهُ أَذًى فَلْيُدلِكْهُمَا فِي الأَرْضِ وَلْيُصَل فِيهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ طَهُورٌ لَهُمَا

Bila sepatu atau sandal kalian terkena najis maka keset-kesetkan ke tanah dan shalatlah dengan memakai sendal itu. Karena hal itu sudah mensucikan. (HR. Abu Daud)

2. Hadits Kedua

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى فَخَلَعَ نَعْلَيْهِ فَخَلَعَ النَّاسُ نِعَالَهُمْ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ لِمَ خَلَعْتُمْ نِعَالَكُمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْنَاكَ خَلَعْتَ فَخَلَعْنَا قَالَ إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ بِهِمَا خَبَثًا فَإِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقْلِبْ نَعْلَهُ فَلْيَنْظُرْ فِيهَا فَإِنْ رَأَى بِهَا خَبَثًا فَلْيُمِسَّهُ بِالأَرْضِ ثُمَّ لِيُصَلِّ فِيهِمَا

Dari Abi Sa'id Al Khudri berkata bahwasanya Rasulullah SAWshalat kemudian melepas sandalnya dan orang-orang pun ikut melepas sandal mereka, ketika selesai beliau bertanya: "Kenapa kalian melepas sandal kalian?" mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami melihat engkau melepas sandal maka kami juga melepas sandal kami, " beliau bersabda: "Sesungguhnya Jibril menemuiku dan mengabarkan bahwa ada kotoran di kedua sandalku, maka jika di antara kalian mendatangi masjid hendaknya ia membalik sandalnya lalu melihat apakah ada kotorannya, jika ia melihatnya maka hendaklah ia gosokkan kotoran itu ke tanah, setelah itu hendaknya ia shalat dengan mengenakan keduanya." (HR. Ahmad)

3. Hadits Ketiga

Abu Maslamah Said bin Yazid Al-Azdi bertanya kepada Anas bin Malik radhiyallahuanhu :

أكان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي في نعليه قال نعم

"Apa benar bahwa Rasulullah SAW shalat dengan mengenakan kedua sandalnya?". Beliau (Anas bin Malik) menjawab,"Ya". (HR. Bukhari)

4. Hadits Keempat

كَانَ النَّبِيُّ يَأْمُرُنَا إذَا كُنَّا سَفْرًا أَنْ لاَ نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ إلاَّ مِنْ جَنَابَةٍ وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ

Dari Shafwan bin ‘Asal berkata bahwa Rasululah SAW memerintahkan kami untuk mengusap kedua khuff bila kedua kaki kami dalam keadaan suci. selama tiga hari bila kami bepergian atau sehari semalam bila kami bermukim dan kami tidak boleh membukanya untuk buang air dan kencing kecuali karena junub (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan At-Tirmizi)

B. Hukum Shalat Memakai Sepatu atau Sandal

Meski kenyataannya seluruh ulama menerima dan membenarkan bahwa Rasulullah SAW shalat memakai sepatu atau sandal, namun dalam hal menetapkan hukumnya mereka berbeda pendapat. Sebagian mengatakan hukumnya wajib atau sunnah, sebagian lainnya mengatakan hukumnya mubah dalam arti keeringanan (rukhshah).

1. Pendapat Yang Mengatakan Sunnah

Kalangan yang mengatakan bahwa memakai sepatu atau sandal hukumnya sunnah, punya beberapa hujjah, diantaranya

a. Agar Berbeda Dengan Cara Shalat Yahudi

Alasan pertama bahwa shalat dengan memakai sepatu atau sandal memang secara khusus diperintahkan oleh Rasulullah SAW sendiri, demi membedakan diri kita dari perilaku ibadah orang-orang yahudi. Dalilnya adalah hadits berikut ini :

خَالِفُوااليَهُودَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُصَلُّونَ فيِ نِعَالِهِمْ وَلاَ خِفَافِهِمْ

Dari Syaddan bin Aus radhiyallahuanhu (marfu') bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Berbedalah kalian dari Yahudi. Mereka tidak shalat memakai sandal atau sepatu. (HR. Abu Daud dan Al-Hakim)

'Illat yang ada pada perintah ini agar kita berbeda penampilan ibadah dengan cara ibadah orang-rang yahudi. Ternyata mereka kalau shalat dan melaksanakan ibadah, melepaskan sepatu dan sandal mereka.

Tahu perbuatan mereka seperti itu, Rasulullah SAW pun memerintahkan para shahabat untuk shalat dengan mengenakan sepatu atau sandal. Maka perintah itu menurut para ulama yang mendukung pendapat ini, bukan rukhshah (keringanan), tetapi pernitah khusus dan merupakan sunnah. Kalau memang Rasulullah SAW perintahkan, lalu kenapa hukumnya tidak wajib dan hanya sebatas sunnah?

Pertanyaan ini menarik untuk dijawab. Jawabnya karena ternyata Rasulullah SAW sendiri tidak selalu memakai sepatu atau sandal ketika shalat. Kadang-kandang beliau mengenakannya dan kadang-kadang tidak. Itulah yang diriiwayatkan oleh Amr bin Syu'iab yang meriwayatkan ayahnya :

رَأَيْتُ النَّبِيَّ يُصَلِّي حاَفِياً وَمُنْتَعِلاً

Aku pernah melihat Nabi SAW shalat dengan telanjang kaki dan dengan memakai sandal. (HR. Abu Daud)

b. Sepatu Termasuk Perhiasan

Alasan lainnya adalah bahwa sepatu termasuk di antara perhiasan yang memang disunnahkan untuk dipakai ketika masuk ke dalam masjid. Dan perintahnya adalah ayat Al-Quran Al-Karim :

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Wahai anak-anak Adam, pakailah perhiasanmu ketika masuk ke dalam masjid. (QS. Al-A'raf : 31)

Dengan adanya pendapat ini, jangan kanget kalau hari ini ada sekelompok kalangan tertentu yang mempertahankan shalat dengan mengenakan sepatu atau sandal. Mereka memandang sunnah Rasulullah SAW dan para shahabat. Ada semacam keharusan untuk mempraktekkannya, meski dalam anggapan umum terasa sudah kurang lazim lagi.

2. Pendapat Yang Membolehkan Saja

Sebagian ulama yang lain memandang bahwa tidak ada kesunnahan untuk shalat dengan menggunakan sepatu atau sandal. Ada beberapa hujjah yang mendasari pendapat kedua ini.

a. Nabi SAW Tidak Selalu Pakai Sepatu atau Sandal

Nabi SAW meski pernah melakukannya, ternyata beliau tidak selalu mengenakan sepatu atau sandal setiap mau shalat.

رَأَيْتُ النَّبِيَّ يُصَلِّي يَوْمَ الْفَتْحِ وَوَضَعَ نَعْلَيْهِ عَنْ يَسَارِهِ

Abdullah bin As-Saib radhiyallahuanhu berkata,"Aku melihat Nabi SAW sedang melaksanakan shalat pada hari pembebasan kota Makkah, sementara kedua sandalnya diletakkan di sisi kirinya. (HR. Abi Daud)

b. Nabi Pernah Memerintahkan Untuk Melepaskannya

Ternyata Rasulullah SAW juga pernah memerintahkan para shahabat untuk shalat dengan melepaskan sepatu atau sandalnya.

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَخَلَعَ نَعْلَيْهِ فَلَا يُؤْذِ بِهِمَا أَحَدًا لِيَجْعَلْهُمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَوْ لِيُصَلِّ فِيهِمَا

"Apabila salah seorang di antara kalian shalat dengan melepaskan kedua sandalnya, janganlah mengganggu orang lain dengannya, hendaklah dia meletakkan kedua sandalnya di antara kedua kakinya atau dia shalat dengan menggunakan keduanya." (HR. Abi Daud)

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلَا يَضَعْ نَعْلَيْهِ عَنْ يَمِينِهِ وَلَا عَنْ يَسَارِهِ فَتَكُونَ عَنْ يَمِينِ غَيْرِهِ إِلَّا أَنْ لَا يَكُونَ عَنْ يَسَارِهِ أَحَدٌ وَلْيَضَعْهُمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ

Apabila salah seorang di antara kalian melaksanakan shalat, janganlah dia meletakkan sandalnya di sisi kanan atau kirinya sehingga menjadi di sisi kanan orang lain, kecuali di sisi kirinya tidak ada orang lain, dan hendaklah dia meletakkannya di antara kedua kakinya." (HR. Abi Daud)

Umumnya umat Islam di masa kita ini menggunakan pendapat yang kedua ini, yaitu bahwa shalat dengan mengenakan sepatu bukan merupakan ritual khusus yang menjadi sunnah dalam shalat.

Bahwa shalat memakai sepatu atau sandal itu hukumnya sekedar diperbolehkan saja dan bukan merupakan keharusan. Dalam kondisi tertentu, misalnya dalam perjalanan yang tidak memungkinkan kita melepaskan alas kaki, maka tidak ada salahnya shalat dengan mengenakannya.

Tetapi jangan sampai kita masuk masjid yang suci dan digelari karpet tanpa mencopot sepatu kita. Tentu pengurus masjidnya akan marah besar, karena akan menyangka kita ini sengaja bikin kotor masjidnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Jenazah Sudah Dikuburkan, Apakah Masih Bisa Dishalatkan?
7 December 2014, 01:00 | Shalat | 4.735 views
Mati Bunuh Diri, Haruskah Jenazahnya Dishalatkan?
6 December 2014, 01:00 | Shalat | 7.241 views
Kafirkah Indonesia Karena Tidak Menjalankan Hukum Islam?
4 December 2014, 05:00 | Aqidah | 8.035 views
Benarkah Al-Quran Perintahkan Bunuh Semua Orang Kafir?
3 December 2014, 10:30 | Quran | 55.884 views
Mencari Sosok Ustadz Ideal
2 December 2014, 11:03 | Dakwah | 7.995 views
Bolehkah Kita Memakai Kartu Kredit?
1 December 2014, 08:30 | Muamalat | 72.996 views
Belajar Agama Lewat Internet Sesat Karena Tanpa Guru?
28 November 2014, 06:22 | Ushul Fiqih | 46.348 views
ISIS Penggal Kepala Manusia Dalam Perang, Bolehkah?
27 November 2014, 10:00 | Umum | 11.670 views
Melihat Calon Isteri Tanpa Jilbab
26 November 2014, 11:02 | Nikah | 11.125 views
Menitipkan Jualan di Koperasi, Apakah Riba?
24 November 2014, 21:00 | Muamalat | 7.044 views
Membobol Bank Amerika Dengan Alasan Rampasan Perang
23 November 2014, 17:50 | Muamalat | 6.501 views
Dosa Tidak Shalat Ashar Sama Dengan Meruntuhkan Ka'bah?
22 November 2014, 13:30 | Shalat | 11.670 views
Bolehkah Menjama' Shalat Jumat Dengan Shalat Ashar?
21 November 2014, 06:06 | Shalat | 33.424 views
Mengubah Bentuk Tubuh Yang Dibolehkan Syariat
19 November 2014, 10:30 | Kontemporer | 16.853 views
Ayah Meninggal Dulu, Cucu Tidak Mendapat Warisan?
18 November 2014, 10:10 | Mawaris | 9.001 views
Benarkah Jumatan di Kantor Tidak Sah Karena Bukan Penduduk Setempat?
17 November 2014, 06:30 | Shalat | 13.571 views
Hukum Menutup Jalan Untuk Pengajian dan Tabligh Akbar
16 November 2014, 05:20 | Umum | 10.801 views
Bagaimana Menentukan Arah Kiblat?
14 November 2014, 08:50 | Shalat | 7.544 views
Bolehkah Menunda Shalat Berjamaah Menunggu Jamaah Kumpul Semua?
13 November 2014, 11:20 | Shalat | 15.516 views
Benarkah Olahraga Renang Sunnah Nabi?
12 November 2014, 08:45 | Kontemporer | 43.825 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,908,999 views