Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Haram Mengenakan Pakaian Berbahan Sutra? | rumahfiqih.com

Benarkah Haram Mengenakan Pakaian Berbahan Sutra?

Sat 18 October 2014 16:13 | Umum | 9.355 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Kemarin ada pengajian yang saya rasakan isinya cukup aneh. Narasumbernya saya lupa namanya. Tetapi yang agak janggal dia mengatakan bahwa sutera itu tidak diharamkan untuk dikenakan, walaupun buat laki-laki sekalipun.

Dalam kesempatan ini saya mohon bertanya dan ingin mendapatkan pencerahan dari ustadz  terkait keharaman sutera ini.

1. Mohon disebutkan dalil-dalil apa saja yang terkait dengan haramnya sutera.

2. Siapa saja yang haram untuk mengenakannya.

3. Dan siapa saja yang dikecualikan atau yang boleh mengenakannya.

Terima kasih atas jawaban dari ustadz.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

A. Dalil Keharaman Sutera

Ada beberapa hadits yang shahih tentang keharaman emas dan sutera buat laki-laki dari umat Nabi Muhammad SAW

أُحِل الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لإِنَاثٍ مِنْ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا

Dihalalkan emas dan sutera buat wanita dan diharamkan keduanya buat laki-laki dari umatku. (HR.An-Nasa’i )

إِنَّ هَذَيْنِ حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِ أُمَّتِي حِلٌّ لإِنَاثِهِمْ

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW memegang sutera dengan tangan kananya dan emas dengan tangan kirinya kemudian mengangkatnya sambil bersabda,”Kedua benda ini haram bagi laki-laki dan halal bagi perempuan dari umatku. (HR. Ibnu Majah)

الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ حِلٌّ لإِِِنَاثِ أُمَّتِي حَرَامٌ عَلَى ذُكُورِهَا

Dari Zaid bin Al-Arqam dan Watsilah bin Al-Asqa’ radhiyallahuanhuma bahwa Nabi SAW bersabda,”Emas dan sutera halal hukumnya buat wanita dari umatku namun haram buat laki-laki dari umatku. (HR. At-Thabarani)

B. Siapa Yang Diharamkan?

Haramnya sutera (dan emas) hanya khusus berlaku untuk laki-laki dari umat Nabi Muhammad SAW di dunia ini. Sedangkan untuk umatnya yang perempuan, tidak ada keharaman atau larangan.

Umat Nabi SAW yang laki-laki akan mengenakan pakaian yang terbuat dari sutera dan emas nanti di dalam surga. Untuk di dunia ini mereka diharuskan untuk bersabar sejenak, sebagaimana firman Allah :

وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka surga dan sutera (QS. Al-Insan : 12)

Al-Quran Al-Kariem tujuh kali menyebutkan bahwa pakaian penghuni surga itu adalah sutera, dan juga mengenakan emas. Salah satunya disebutkan dalam ayat berikut ini :

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Surga Adn, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS. Faathir : 33)

C. Yang Dikecualikan

Namun meski demikian, ada juga udzur syar’i yang membolehkan laki-laki mengenakan pakaian yang terbuat dari sutera.

1. Anak-anak

Sebagian ulama dari mazhab Asy-Syafi’iyah menegaskan bahwa laki-laki yang masih kecil atau belum baligh dihalalkan memakai sutera.

Alasannya karena larangan agama itu hanya berlaku untuk mereka yang mukallaf, yaitu yang sudah baligh. Dan larangan itu tidak berlaku buat anak-anak karena mereka belum mukallaf dan juga belum baligh.

Sebaliknya, sebagian pendapat ulama lain menegaskan bahwa meski belum baligh, namun anak laki-laki tetap terkena hadits pelarangan laki-laki memakai sutera.

Selain itu mereka juga berdalil dengan hadits Jabir berikut ini :

كُنَّا نَنْزِعُهُ عَنِ الْغِلْمَانِ وَنَتْرُكُهُ عَلَى الْجَوَارِي

Dahulu kami mencabut sutera dari anak laki-laki dan membiarkannya dari anak perempuan. (HR. Abu Daud)

Namun menurut pendapat ini, karena anak laki-laki yang masih kecil yang belum baligh bukan seorang mukallaf, tentu kalau dipakaikan pakaian sutera bukan kesalahan dirinya. Tentu dirinya tidak menanggung dosanya, melainkan orang tuanya atau siapa pun yang memberikan anak kecil itu pakaian dari sutera.

2. Orang Sakit

Ibnu Hubaib dari mazhab Al-Malikiyah membolehkan laki-laki memakai pakaian yang terbuat dari sutera bila dengan alasan sakit kulit. Dasarnya adalah hadits shahih berikut ini :

رَخَّصَ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَالزُّبَيْرِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي لُبْسِ الْحَرِيرِ لِحَكَّةٍ كَانَتْ بِهِمَا

Rasulullah SAW memberi keringanan buat Abdurrahman bin Auf dan Az-Zubair radhiyallahuanhuma untuk memakai pakaian dari sutera karena penyakit kulit yang menimpa mereka. (HR. Bukhari)

Bahkan mazhab Asy-Syafi’iyah meluaskan ruang lingkup batasan kebolehan memakai sutera, yaitu bila seseorang tersika karena cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Sebaliknya, ada juga pendapat yang mempersempit dengan mengatakan bahwa keringanan (rukhshah) yang Rasulullah SAW berikan kepada kedua shahabatnya itu bersifat khusus hanya kepada mereka berdua, dan tidak berlaku buat orang lain.

3. Perang

Pada saat perang berlangsung, para ulama berbeda pendapat, apakah sutera boleh dikenakan oleh laki-laki.

Abu Yusuf dan Muhammad, dua ulama dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah serta Ibnu Majisyun dari mazhab Al-Malikiyah membolehkan secara mutlak. Sebab dalam pandangan mereka, illat dari keharaman memakai sutera buat laki-laki adalah karena dianggap pakaian kesombongan. Sedangkan sombong untuk menghadapi orang kafir tidak menjadi halangan.

Al-Hanabilah terbelah dua pendapatnya, tergantung dari situasi perangnya. Kalau memang dibutuhkan memakai sutera, hukumnya boleh. Sebaliknya, kalau tidak terlalu penting dan tidak ada keperluannya, hukumnya tetap haram dipakai.

4. Bagian Kecil

Para ulama menyebutkan keharaman sutera buat laki-laki bila seluruh pakaiannya terbuat dari bahan itu. Sedangkan bila ada bagian kecil dan hanya tertentu saja yang terbuat dari sutera, hal itu merupakan keringanan alias rukhshah.

Dasarnya adalah hadits nabawi berikut ini :

نَهَى عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلاَّ مَوْضِعَ إِصْبَعَيْنِ أَوْ ثَلاَثٍ أَوْ أَرْبَعٍ

Rasulullah SAW melarang memakai sutera kecuali pada bagian kecil seukuran dua, tiga atau empat jari (HR. Muslim)

Hadits ini juga menjadi dasar kebolehan sutera bila untuk bagian tambahan yang terpisah dari pakaian. Istilahnya adalah ‘alam. Bahkan Ibnu Hubaib membolehkan sutera pada ‘alam ini meski ukurannya besar.[1]

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Badai’ush-shanai halaman 5 jilid 131

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hadits Nabi Mempertahankan Qunut Shubuh Hingga Wafatnya, Shahihkah?
16 October 2014, 00:01 | Shalat | 76.474 views
Tikus dan Tokek Haram Dimakan?
14 October 2014, 18:17 | Kuliner | 24.135 views
Adakah Ayat yang Mengalami Penghapusan?
13 October 2014, 09:45 | Quran | 13.157 views
Keturunan Rasulullah dan Habaib
12 October 2014, 15:19 | Umum | 18.363 views
Wasiat Almarhum Berbeda Dengan Ketentuan Hukum Waris, Mana Yang Harus Dimenangkan?
11 October 2014, 16:18 | Mawaris | 17.779 views
Bolehkah Menjamak Shalat Ashar dengan Shalat Jumat?
9 October 2014, 04:30 | Shalat | 90.766 views
Mengapa Ada Perbedaan Mazhab dan Pendapat Ulama?
8 October 2014, 06:40 | Ushul Fiqih | 23.359 views
Sudah Ada Quran dan Sunnah, Kenapa Masih Harus Ijtihad?
7 October 2014, 17:05 | Ushul Fiqih | 112.940 views
Hakikat Qurban Lebih Berdimensi Ritual Atau Dimensi Sosial?
3 October 2014, 18:00 | Qurban Aqiqah | 7.611 views
Memasak Qurban Buat Yang Mengurusinya, Bolehkah?
1 October 2014, 23:35 | Qurban Aqiqah | 12.320 views
Bolehkah Mengupah Jagal Dengan Kepala Kaki dan Kulit Hewan Qurban?
29 September 2014, 05:35 | Qurban Aqiqah | 29.796 views
Miqat Haji dari Indonesia Gelombang Kedua di Jeddah, Bolehkah?
28 September 2014, 08:21 | Haji | 18.732 views
Punya Uang dan Mampu, Tapi Tidak Mau Qurban, Dosakah?
27 September 2014, 21:23 | Qurban Aqiqah | 71.384 views
Bolehkah Menjamak Shalat Karena Harus Dirias Jadi Pengantin?
25 September 2014, 06:55 | Wanita | 46.150 views
Jamaah Menimbulkan Perpecahan?
24 September 2014, 10:55 | Dakwah | 8.394 views
Bolehkah Memakai Aksesori Yang Terbuat Dari Kulit Ular atau Buaya?
23 September 2014, 10:55 | Thaharah | 19.450 views
Hakekat dari Hak Cipta
20 September 2014, 04:22 | Muamalat | 10.261 views
Mana yang Lebih Utama, Naik Haji atau Menyantuni Anak Miskin?
19 September 2014, 15:12 | Haji | 11.681 views
Di Luar Negeri Hanya 7 yang Muslim, Shalat Jumatnya Bagaimana?
18 September 2014, 20:00 | Shalat | 10.393 views
Haramkah Barang Temuan
17 September 2014, 18:25 | Kontemporer | 29.016 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,879,087 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img