Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pembagian Waris Suami Istri | rumahfiqih.com

Pembagian Waris Suami Istri

Sat 8 November 2014 10:55 | Mawaris | 14.309 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamualaikum Ustadz ,

Paman saya meninggal dunia setahun lalu, kemudian minggu lalu isterinya menyusul beliau. Mereka hanya ada anak angkat perempuan, yang sudah menikah dan mempunyai 2 orang puteri, kebetulan tinggal di rumah warisan paman ana tersebut.

Dari keluarga Paman masih ada 1 orang adik laki-laki, 2 orang kakak perempuan, 3 orang adik perempuan, sedang dari pihak keluarga isteri Paman masih ada 1 kakak perempuan dan 1 adik perempuan .

Harta peninggalan beliau adalah tabungan sebesar Rp. 45 juta dan 1 buah rumah di Depok yang sekarang di tinggali oleh anak angkat beliau. Sebelum paman meninggal pernah berbicara ke salah seorang keluarga bahwa jika beliau meninggal, rumah nya untuk cucunya. Tambahan lain, anak angkat beliau hidup kekurangan, penghasilan suaminya pas-pasan.

Mohon nasehat dari Ustadz, bagaimana baiknya mengurus peninggalan beliau dalam hal ini harta waris nya.

Terima kasih.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelum kita bicara pembagian harta warisan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dijadikan catatan penting yaitu bahwa dalam syariat Islam tidak dikenal sistem harta bersama dan bagi waris bersama. Maksudnya, meski pun suami istri, tetapi dalam pembagian waris harus dihitung secara terpisah dan sendiri-sendiri. Tidak boleh dibagi bersama-sama sekaligus.

Maka harus ditelusuri dulu pada dasarnya milik siapakah rumah di Depok dan uang 45 juta itu. Milik suami kah, atau milik istri? Atau milik berdua bersama-sama?

Kalau milik berdua bersama-sama, juga harus ditetapkan berapa nilai saham kepemilikan masing-masing? Berapa saham suami dan berapa saham istri? Tidak boleh main pukul rata langsung menjadi menjadi fifty-fifty, kecuali keduanya memang sejak masih hidup menyepakatinya dan menegaskan nilai saham masing-masing.

Anggaplah misalnya memang saham kepemilikan itu 50-50, maka rumah itu harus dinilai dulu (aprisal) nilai jualnya. Bisa dinilai lewat NJOP kalau mau. Katakanlah misalnya kita anggap nilainya 155 juta, maka ditambahkan dengan uang tunai 45 juta menjadi total 200 juta.

Sekali lagi semua ini cuma anggapan, tetapi kira-kira seperti itu. Maka kita sepakati harta milik suami 100 juta dan harta istri 100 juta.

1. Pembagian Harta Waris Suami

Ketika suami meninggal, harus ada pembagian harta waris tersendiri. Harta yang dibagi waris hanya sebatas yang statusnya 100% milik almarhum. Kalau ada harta yang dimiliki secara bersama dengan istri misalnya, maka harus dipisahkan terlebih dahulu.

Dan ahli warisnya adalah hanya sebatas ahli waris suami. Dan saat itu, istri yang masih hidup termasuk salah satu ahli waris yang mendapatkan 1/4 bagian (25%) dari total harta suami.

Sisanya yang 3/4 bagian atau 75% dibagi rata kepada saudara dan saudari almarhum, baik kakak atau adik. Yang membedakan adalah saudara laki-laki dihitung seperti dua orang saudari perempuan. Kalau melihat apa yang antum tuliskan, berarti jumlah saudari perempuan ada 5 orang dan saudara laki-laki ada 1 orang. Maka sisa harta itu dibagi tujuh sama besar, dimana 2 bagian diberikan kepada saudara laki-laki almarhum, dan 5 saudari perempuan masing-masing menerima 1 bagian.

Bagaimana dengan anak angkat?

Sedangkan anak angkat dalam syariat Islam bukan termasuk ahli waris. Anak angkat bisa dapat harta lewat hibah atau wasiat semasa almarhum masih hidup, tetapi tidak bisa menerima harta itu lewat jalur waris, karena bukan termasuk ahli waris.

Sampai disini pembagia harta waris suami selesai.

2. Pembagian Harta Waris Istri

Kalau suatu ketika istrinya meninggal dunia, maka kita menghitung waris lagi secara tersendiri di luar pembagian waris sebelumnya. Kali ini yang jadi pemberi harta warisnya (al-muwarrsits) alias almarhumah adalah istri.

Maka harta yang dibagi waris hanya sebatas harta istri saja, baik yang diterima dari sebagian warisan suami atau yang sumbernya dari sumber lain. Dan ahli warisnya tentu berbeda dengan ahli waris suaminya.

Dalam hal ini ahli waris istri sebagaimana antum tuliskan adalah saudara/inya saja. Suami sudah wafat, anak tidak punya, barangkali ayah dan ibu juga sudah tidak ada. Maka yang ada tinggal 1 saudara laki dan 1 saudari perempuan. Maka harta milik istri itu dibagi tiga sama besar. Dua bagian diserahkan kepada saudara laki dan satu bagian diserahkan kepada saudari perempuan. 

Pesan Bahwa Rumah Untuk Cucunya

Pesan bahwa rumah untuk cucunya ini harus divalidasi terlebih dahulu. Sebab kalau memang ada pesan seperti itu, dalam syariat Islam tentu tidak bisa dilaksanakan, karena pesan itu terkait dengan hukum wasiat yang terikat dengan banyak ketentuan, antara lain :

1. Harus Ada Saksi dan Legalitas

Seandainya klaim bahwa almarhum semasa hidupnya pernah berwasiat atau menghibahkan rumahnya buat cucunya, maka harus ada saksi yang bisa dipercaya, dan kalau perlu harus diperkuat dengan ikrar di atas kertas hitam putih. Maksudnya tentu agar kedudukan wasiat atau hibah itu sah dan diterima semua pihak. 

Sebab biasanya nilai sebuah rumah itu tidak kecil, dan tidak bisa serah terimanya hanya dengan lisan begitu saja, tanpa saksi dan tanpa legalisasi.

2. Hibah Harus Diserahkan Saat Itu Juga

Kalau pemberian itu mau disebut hibah, maka syaratnya rumah itu harus diserah-terimakan saat itu juga, sebelum almarhum meninggal dunia.

Kalau melihat kenyataannya, maka kelihatannya pemberian itu bukan hibah. Boleh jadi kemungkinannya adalah wasiat.

3. Wasiat Nilainya Tidak Boleh Lebih Dari Sepertiga

Kalau pemberian itu dianggap sebagai wasiat, maka ada ketentuan syar'inya yaitu bahwa nilainya tidak boleh melebihi 1/3 dari nilai total harta warisan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sujud Syukur dengan Sujud Tilawah, Apa Bedanya?
7 November 2014, 06:15 | Shalat | 17.333 views
Seorang Wanita Naik Haji tanpa Suami
6 November 2014, 03:19 | Haji | 9.942 views
Hanya Menggunakan Al-Quran karena Menganggap Hadits Banyak yang Palsu
5 November 2014, 03:37 | Hadits | 10.823 views
Menolak Jadi Istri Kedua
4 November 2014, 02:28 | Nikah | 10.776 views
Bolehkah Isteri Merahasiakan Gajinya kepada Suami?
3 November 2014, 03:31 | Nikah | 14.318 views
Punggung Tangan Terbuka Ketika Sholat
2 November 2014, 03:27 | Shalat | 12.997 views
Foto Mesra dalam Undangan Pernikahan
1 November 2014, 00:36 | Nikah | 10.963 views
Minum Dari Bekas Minum Orang Kafir, Najiskah?
31 October 2014, 04:23 | Thaharah | 10.092 views
Cium Tangan Orang Tua dan Ustadz, Adakah Dianjurkan?
30 October 2014, 07:24 | Umum | 17.219 views
Hukum Merayakan Ulang Tahun
29 October 2014, 07:06 | Kontemporer | 24.943 views
Kewajiban Menyebarkan SMS
28 October 2014, 03:31 | Kontemporer | 8.877 views
Apakah Organisasi Sosial Wajib Mengeluarkan Zakat?
27 October 2014, 03:02 | Zakat | 8.219 views
Benarkah Menurut Al-Quran Matahari Mengelilingi Bumi?
26 October 2014, 09:05 | Kontemporer | 161.591 views
Bolehkah Memilih Pendapat Yang Paling Ringan?
25 October 2014, 04:44 | Ushul Fiqih | 17.343 views
Mengapa Tokoh dan Ormas Islam di Indonesia Tidak Bisa Bersatu
24 October 2014, 02:22 | Dakwah | 10.762 views
Bencong Menurut Islam
23 October 2014, 22:16 | Kontemporer | 14.212 views
Mengapa Musnad Imam Syafi'i Lebih Rendah Tingkatannya Dari Sahih Bukhari?
21 October 2014, 10:30 | Hadits | 21.247 views
Hp Berbunyi Saat Sholat
20 October 2014, 21:02 | Shalat | 11.133 views
Benarkah Haram Mengenakan Pakaian Berbahan Sutra?
18 October 2014, 16:13 | Umum | 9.542 views
Hadits Nabi Mempertahankan Qunut Shubuh Hingga Wafatnya, Shahihkah?
16 October 2014, 00:01 | Shalat | 80.558 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,036,779 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img