Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Istri Yang Nusyudz Kepada Suaminya | rumahfiqih.com

Istri Yang Nusyudz Kepada Suaminya

Thu 11 December 2014 06:22 | Nikah | 14.600 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr .wb.

Ustadz Ahmad Sarwat yang dirahmati Allah. Ada pertanyaan yang terkait dengan posisi istri di hadapan suami dalam hal-hal yang tidak disepakati. Ada yang bilang kalau istri menentang atau melawan suami, disebut dengan nusyudz.

Pertanyaan saya :

1. Apa sih sebenarnya makna nusyudz itu? Apakah ada perbedaan pendapat dalam pengertian nusyudz oleh para ulama?

2. Adakah ayat-ayat Al-Quran membahas tentang istri yang melawan kepada suaminya?

3. Adakah hadits-hadits yang melarang istri melawan suami?

Demikian pertanyaan saya ustadz, mohon dijawab dan saya tunggu jawabannya. Sebelumnya syukran ya ustadz.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

A. Pengertian

1. Bahasa

Kata nusyuz (نشوز) dalam bahasa Arab berasal dari akar kata nasyzu (نشز) yang artinya tempat yang tinggi (المكان المرتفع).

Dan nusyuz juga bermakna berdiri, yaitu orang yang tadinya duduk lalu berdiri, disebut melakukan nusyuz. Di dalam Al-Quran Al-Karim disebutkan lafadz nusyuz dengan makna bangun berdiri dari duduk.

وَإِذَا قِيْلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا

Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah (QS. Al-Mujadilah : 11)

Sedangkan secara bahasa wanita yang melakukan nusyuz disebut dalam kalimat (نَشَزَتِ الْمَرْأَةُ بِزَوْجِهَا عَلَى زَوْجِهَا), maksudnya adalah istri berperilaku lebih tinggi dari suaminya, atau istri itu telah membuat marah suaminya dan keluar dari ketaatan kepada suaminya.

2. Istilah

Sedangkan pengertian nusyuz dalam istilah ilmu fiqih, para ulama punya definisi yang berbeda-beda redaksinya.

a. Jumhur Ulama

Definisi nusyuz menurut jumhur ulama selain Al-Hanafiyah, yaitu mazhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah adalah : [1]

خُرُوجُ الزَّوْجَةِ عَنِ الطَّاعَةِ الْوَاجِبَةِ لِلزَّوْجِ

Keluarnya istri dari kewajiban taat pada suaminya

b. Al-Hanafiyah

Sedangkan mazhab Al-Hanafiyah punya definisi yang agak berbeda dari jumhur ulama. [2]

خُرُوجُ الزَّوْجَةِ مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا بِغَيْرِ حَقٍّ

Keluarnya istri dari rumah suaminya tanpa hak

Umumnya para ulama menyebutkan bahwa nusyuz itu hanya mungkin dilakukan oleh istri kepada suaminya, dan tidak bisa sebaliknya. Sebab nusyuz itu lawan dari taat, dan yang wajib taat adalah pihak istri kepada suami. Dan ketika kewajiban untuk taat ini tidak dikerjakan oleh istri, saat itu dia telah melakukan nusyuz.

Namun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa nusyuz mungkin saja dilakukan suami kepada istrinya. Salah satu yang berpendapat seperti itu adalah Asy-Syarqawi. Namun beliau mengakui bahwa nusyuz suami kepada istrinya sangat tidak populer dan kasusnya amat jarang terjadi.

B. Nusyud Dalam Nash

Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah SWT menyebutkan kasus tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri kepada suaminya.

وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa' : 34)

Al-Imam Al-Qurtubi dalam tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran, mengutip perkataan Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, menyebutkan bahwa makna kata (تخافون) yang secara harfiyah bermakna takut atau khawatir, di dalam ayat ini maksudnya adalah mengetahui dan meyakini. Sehingga makna ayat itu adalah : Wanita-wanita yang kamu ketahui dan yakini nusyuznya.

Di dalam ayat ini Allah SWT menyebutkan tiga hal yang bisa dilakukan oleh suami manakala mengetahui istrinya melakukan nusyuz: • Memberikan al-wa'dzhu atau nasihat, • Memisahkan istri dari ranjang, • Memukulnya dengan pukulan yang tidak melukai.

C. Keharaman Nusyuz Bagi Istri dan Dalil-dalilnya

Seluruh ulama sepakat bahwa tindakan nusyuz yang dilakukan oleh seorang istri hukumnya haram. Sebab pada dasarnya seorang istri diwajibkan untuk mentaati suaminya, khususnya dalam hal-hal yang dihalalkan syariah.

Kita menemukan begitu banyak dalil baik dari Al-Quran maupun As-sunnah yang secara tegas mengharamkan tindakan nusyuz istri, di antaranya :

1. Al-Quran : Wanita Shalihah Wajib Taat Suami

Di dalam Al-Quran Al-Karim Allah SWT menyebutkan bahwa wanita shalihah adalah wanita yang mentaati suaminya.

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ

Wanita yang saleh adalah mereka yang taat (kepada suaminya) (QS. An-Nisa' : 34)

Al-Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Jami' li Ahkamil Quran, menyebutkan bahwa pola kalimat dalam ayat ini adalah khabariyah, yaitu informasi atau kabar. Namun maksudnya adalah perintah bagi wanita shalihah untuk mentaati suaminya. [3]

2. Surga dan Neraka Istri Ada Pada Diri Suami

Rasulullah SAW pernah menasehati seorang istri agar selalu mentaati suaminya.

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ ؟ قَالَتْ : نَعَمْ قَال : انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Rasulullah SAW bertanya,"Apakah kamu punya suami? Wanita itu menjawab,"Ya". Rasulullah SAW berkata,"Perhatikan dimana posisimu terhadap suami. Sebab pada suami itu ada surgamu dan nerakamu. (HR. Ahmad)

2. Taat Pada Suami : Masuk Surga Dari Pintu Mana Saja

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا .قِيل لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah ke dalam surga dari pintu yang mana saja. (HR. Ahmad)

3. Kalau Boleh Wanita Harus Sujud Kepada Suaminya

Saking tingginya posisi suami di depan istrinya, maka Rasulullah SAW pernah bersabda :

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأِحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Kalau seandainya dibolehkan manusia sujud kepada manusia, pasti Aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. (HR. At-Tirmizy)

4. Tidak Melayani Suami : Dilaknat Malaikat

Seorang istri yang menolak untuk melayani suaminya dalam urusan jima', padahal dia tidak punya udzur syar'i, lantas suaminya tidur dalam keadaan marah, maka malaikat pun ikut melaknat istri tersebut.

إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Bila seorang wanita melewati malamnya dengan menolak tidur dengan suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai shubuh. (HR. Bukhari dan Muslim)

إِذَا دَعَا الرَّجُل امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Bila suami mengajak istrinya berjima' tetapi istrinya menolak untuk melakukannya, maka malaikat melaknatnya hingga shubuh (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Sebaik-baik Istri Adalah Yang Taat

خَيْرُ النِّسَاءِ امْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ

Sebaik-baik istri adalah yang apabila kamu pandangi menyenangkan hatimu. Bila kamu perintah, dia mentaatimu. Bila kamu sedang tidak ada, dia menjaga dirinya untukmu dan juga menjaga hartamu. (HR. Al-Hakim)

Demikian sedikit jawaban atas pertanyaan antum, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


[1] Al-Mughni, jlid 7 hal. 46

[2] Ad-dur Al-Mukhtar wa Raddul Muhtar, jilid 2 hal. 646

[3] Al-Imam Al-Qurthubi, Al-Jami' li Ahkamil Quran, jilid 5 hal. 170

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Setelah Akad Langsung Cerai, Apakah Maharnya Harus Dikembalikan?
10 December 2014, 10:06 | Nikah | 10.665 views
Ijab Kabul Tidak Menyebutkan Mahar, Apakah Sah Hukumnya?
9 December 2014, 19:10 | Nikah | 53.835 views
Bolehkah Shalat Memakai Sepatu Atau Sandal?
8 December 2014, 01:00 | Shalat | 14.651 views
Hukum Shalat Tahajjud Berjamaah, Makruhkah?
8 December 2014, 01:00 | Shalat | 13.035 views
Jenazah Sudah Dikuburkan, Apakah Masih Bisa Dishalatkan?
7 December 2014, 01:00 | Shalat | 7.021 views
Mati Bunuh Diri, Haruskah Jenazahnya Dishalatkan?
6 December 2014, 01:00 | Shalat | 10.196 views
Kafirkah Indonesia Karena Tidak Menjalankan Hukum Islam?
4 December 2014, 05:00 | Aqidah | 12.668 views
Benarkah Al-Quran Perintahkan Bunuh Semua Orang Kafir?
3 December 2014, 10:30 | Quran | 108.231 views
Mencari Sosok Ustadz Ideal
2 December 2014, 11:03 | Dakwah | 10.708 views
Bolehkah Kita Memakai Kartu Kredit?
1 December 2014, 08:30 | Muamalat | 111.351 views
Belajar Agama Lewat Internet Sesat Karena Tanpa Guru?
28 November 2014, 06:22 | Ushul Fiqih | 72.877 views
ISIS Penggal Kepala Manusia Dalam Perang, Bolehkah?
27 November 2014, 10:00 | Umum | 15.461 views
Melihat Calon Isteri Tanpa Jilbab
26 November 2014, 11:02 | Nikah | 13.984 views
Menitipkan Jualan di Koperasi, Apakah Riba?
24 November 2014, 21:00 | Muamalat | 9.412 views
Membobol Bank Amerika Dengan Alasan Rampasan Perang
23 November 2014, 17:50 | Muamalat | 8.821 views
Dosa Tidak Shalat Ashar Sama Dengan Meruntuhkan Ka'bah?
22 November 2014, 13:30 | Shalat | 18.314 views
Bolehkah Menjama' Shalat Jumat Dengan Shalat Ashar?
21 November 2014, 06:06 | Shalat | 37.479 views
Mengubah Bentuk Tubuh Yang Dibolehkan Syariat
19 November 2014, 10:30 | Kontemporer | 29.788 views
Ayah Meninggal Dulu, Cucu Tidak Mendapat Warisan?
18 November 2014, 10:10 | Mawaris | 14.735 views
Benarkah Jumatan di Kantor Tidak Sah Karena Bukan Penduduk Setempat?
17 November 2014, 06:30 | Shalat | 23.834 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,203,912 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img