Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Halalkah Berhaji Dengan Sistem Arisan? | rumahfiqih.com

Halalkah Berhaji Dengan Sistem Arisan?

Tue 16 December 2014 06:01 | Haji | 5.765 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Saya mendapat tawaran untuk pergi haji dari seorang teman di majelis taklim. Caranya dengan mengikuti arisan haji yang diselenggarakan. Tetapi saya agak ragu dengan cara arisan seperti itu dan bertanya-tanya, halalkah kita melaksanakan ibadah haji ke tanah suci dengan pembayaran sistem arisan?

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Arisan untuk naik haji itu bisa jadi haram dan bisa jadi halal hukumnya, semua akan kembali ke sistem dan aturan yang disepakati.

1. Sistem Arisan Yang Haram

Yang haram hukumnya adalah bila hadiah yang menang arisan nilainya berubah-ubah tiap tahun. Mungkin karena disesuaikan dengan harta tarif biaya perjalanan haji yang memang tiap tahun pasti berubah.

Keharamannya karena di dalamnya terjadi unsur jahalah (ketidak-pastian) nilai hadiah bagi yang menang. Dan adanya unsur ini membuat hadiah arisan haji menjadi tidak ada bedanya dengan judi.

Sebagai ilustrasi dari sistem arisan yang haram adalah jumlah peserta ada sepuluh orang. Tiap tahun masing-masing mengumpulkan uang yang nilainya setara dengan tarif haji yang berlaku untuk tahun itu.

Orang yang dapat giliran menang pertama kali pasti akan menerima nilai uang yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang giliran menangnya terakhir. Sebab beda nilai biaya perjalanan haji antara tahun ini dengan sepuluh tahun lagi akan sangat berbeda jauh.

Seandainya kita buat grafik kenaikan harga perjalanan haji mulai dari angka 25 juta, lalu kita anggap tiap tahun akan ada kenaikan sebesar 1 juta, maka tahun kedua biayanya akan menjadi 26 juta, tahun ketiga akan menjadi 27 juta dan tahun kesepuluh akan menjadi 35 juta.

Dan perubahan nilai itu akan berpengaruh dari uang setoran yang harus dikumpulkan dari para peserta arisan. Di tahun pertama, tiap orang harus setor 2, 5 juta, tahun kedua uang setorannya jadi 2, 6 juta, dan tahun kesepuluh uang setoran arisan menjadi 3, 5 juta.

Jelas sekali bahwa nilai hadiah yang berubah-ubah itu menjadikan sistem ini tidak bisa dibenarkan dalam hukum transaksi syariah.

2. Sistem Arisan Yang Dibenarkan

Adapun bentuk arisan haji yang dibenarkan adalah bila nilai hadiah yang didapat tiap tahun tidak berubah. Kalau nilainya untuk tahun pertama 25 juta, maka sampai tahun kesepuluh pun harusnya juga 25 juta juga. Tidak boleh ada perubahan.

Bahkan meski biaya perjalanan haji tiap tahun berubah, baik bertambah atau pun berkurang. Tapi nilai yang seharusnya diterima oleh peserta yang mendapat giliran untuk menang tetap, tidak boleh berubah.

Kalau kurang, ya ditomboki sendiri dan kalau lebih yang bisa buat tambah bekal selama di tanah suci.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Haramkah Kita Memiliki Pembantu Rumah Tangga?
15 December 2014, 04:49 | Wanita | 12.056 views
Syarat Menjadi Saksi Pernikahan
13 December 2014, 11:07 | Nikah | 59.488 views
Yang Harus Dibunuh Itu Cecak Apa Tokek?
12 December 2014, 05:40 | Kuliner | 81.334 views
Istri Yang Nusyudz Kepada Suaminya
11 December 2014, 06:22 | Nikah | 13.628 views
Setelah Akad Langsung Cerai, Apakah Maharnya Harus Dikembalikan?
10 December 2014, 10:06 | Nikah | 9.915 views
Ijab Kabul Tidak Menyebutkan Mahar, Apakah Sah Hukumnya?
9 December 2014, 19:10 | Nikah | 49.896 views
Bolehkah Shalat Memakai Sepatu Atau Sandal?
8 December 2014, 01:00 | Shalat | 13.892 views
Hukum Shalat Tahajjud Berjamaah, Makruhkah?
8 December 2014, 01:00 | Shalat | 12.735 views
Jenazah Sudah Dikuburkan, Apakah Masih Bisa Dishalatkan?
7 December 2014, 01:00 | Shalat | 6.696 views
Mati Bunuh Diri, Haruskah Jenazahnya Dishalatkan?
6 December 2014, 01:00 | Shalat | 9.800 views
Kafirkah Indonesia Karena Tidak Menjalankan Hukum Islam?
4 December 2014, 05:00 | Aqidah | 11.915 views
Benarkah Al-Quran Perintahkan Bunuh Semua Orang Kafir?
3 December 2014, 10:30 | Quran | 98.072 views
Mencari Sosok Ustadz Ideal
2 December 2014, 11:03 | Dakwah | 10.363 views
Bolehkah Kita Memakai Kartu Kredit?
1 December 2014, 08:30 | Muamalat | 107.529 views
Belajar Agama Lewat Internet Sesat Karena Tanpa Guru?
28 November 2014, 06:22 | Ushul Fiqih | 68.508 views
ISIS Penggal Kepala Manusia Dalam Perang, Bolehkah?
27 November 2014, 10:00 | Umum | 14.982 views
Melihat Calon Isteri Tanpa Jilbab
26 November 2014, 11:02 | Nikah | 13.626 views
Menitipkan Jualan di Koperasi, Apakah Riba?
24 November 2014, 21:00 | Muamalat | 9.062 views
Membobol Bank Amerika Dengan Alasan Rampasan Perang
23 November 2014, 17:50 | Muamalat | 8.545 views
Dosa Tidak Shalat Ashar Sama Dengan Meruntuhkan Ka'bah?
22 November 2014, 13:30 | Shalat | 17.029 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 35,133,601 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-7-2019
Subuh 04:45 | Zhuhur 12:01 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:57 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img