Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Fardhu di Atas Kendaraan, Apakah Sah Hukumnya? | rumahfiqih.com

Shalat Fardhu di Atas Kendaraan, Apakah Sah Hukumnya?

Sat 10 January 2015 06:04 | Shalat | 21.029 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Liburan akhir tahun kemarin kami sekeluarga ke luar kota. Ada beberapa pertanyaan terkait dengan shalat fardhu lima waktu yang dilakukan di atas kendaraan :

1. Adakah dasar hukum yang membolehkan kita shalat di atas kendaraan?

2. Apakah semua jenis shalat boleh dilakukan di atas kendaraan? Ataukah hanya sebatas shalat sunnah saja?

3. Bagaimana bila tidak dimungkinkan untuk turun dari kendaraan, apakah tetap wajib shalat atau boleh tidak shalat?

Mohon penjelasan dari ustadz tentang masalah ini, karena kami sempat berbeda pandangan.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Dasar Masyru’iyah

Dasar masyru’iyah tentang melakukan shalat di atas kendaraan memang ada dasarnya. Yang terutama sekali adalah kenyataan bahwa Rasulullah SAW sendiri tercatat pernah shalat di atas punggung unta. Selain itu juga ada keterangan perintah beliau SAW untuk shalat di atas kapal laut.

a. Nabi SAW Shalat di atas Punggung Unta

Ada beberapa teks hadits yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW shalat di atas punggung unta, di antaranya adalah hadits-hadits berikut :

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ الْمَكْتُوبَةَ نَزَل فَاسْتَقْبَل الْقِبْلَةَ

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW shalat di atas kendaraannya menuju ke arah Timur. Namun ketika beliau mau shalat wajib, beliau turun dan shalat menghadap kiblat. (HR. Bukhari)

عَنْ جَابِرٍ كَانَ رَسُول اللَّهِ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ فَإِذَا أَرَادَ الْفَرِيضَةَ نَزَل فَاسْتَقْبَل الْقِبْلَةَ

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW shalat di atas kendaraannya, menghadap kemana pun kendaraannya itu menghadap. Namun bila shalat yang fardhu, beliau turun dan shalat menghadap kiblat. (HR. Bukhari)

إِنَّ رَسُول اللَّهِ كَانَ يُوتِرُ عَلَى الْبَعِيرِ

Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan shalat witir di atas untanya. (HR. Bukhari)

b. Para Shahabat Shalat di Kapal Laut

Sebuah hadits menceritakan bagaimana Rasulullah SAW memerintahkan kepada Ja’far bin Abi Thalib untuk melakukan shalat di atas perahu atau kapal laut, ketika menuju ke negeri Habasyah.

أَنَّ النَّبِيَّ لَمَّا بَعَثَ جَعْفَرَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ إِلَى الْحَبَشَةِ أَمَرَهُ أَنْ يُصَلِّيَ فِي السَّفِينَةِ قَائِمًا إِلاَّ أَنْ يَخَافَ الْغَرَقَ

Bahwa Nabi SAW ketika mengutus Ja'far bin Abi Thalib radhiyallahuanhu ke Habasyah, memerintahkan untuk shalat di atas kapal laut dengan berdiri, kecuali bila takut tenggelam. (HR. Al-Haitsami dan Al-Bazzar)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبيِ عَتَبَة قَالَ: صَحِبْتُ جاَبِرَ بًنِ عَبْدِ اللهِ وَأَبَا سَعِيدٍ الخُدْرِي وَأَبَا هُرَيْرَةَ فيِ سَفِيْنَةٍ فَصَلُّوا قِيَامًا فيِ جَمَاعَةٍ أَمَّهُمْ بَعْضُهُمْ

Dari Abdullah bin Atabah berkata,"Aku menemani Jabir bin Abdullah, Abu Said Al-Khudri dan Abu Hurairah naik kapal laut. Mereka shalat berjamah dengan berdiri, salah seorang menjadi imam buat yang lainnya. (HR. Said bin Manshur)

2. Sebatas Shalat Sunnah

Memang kalau kita perhatikan teks-teks hadits di atas, kita akan dapati bahwa shalat yang dilakukan Rasulullah SAW di atas punggung unta hanya sebatas shalat sunnah saja. Sedangkan untuk shalat fardhu yang lima waktu, beliau tidak pernah melakukannya.

Jadi kalau bertemu dengan waktu shalat lima waktu, sementara beliau sedang berada di punggung untanya, maka beliau menghentikan unta itu, lalu turun ke atas tanah. Dan beliau shalat dengan menghadap arah kiblat yang benar. Begitulah teks-teks hadits menyebutkan apa adanya tanpa ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi.

Oleh karena itulah semua ulama sepakat bahwa shalat fardhu tidak sah bila dilakukan di atas punggung unta. Sebab Nabi yang yang pernah bersabda,"Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat Aku shalat", justru tidak melakukan shalat di atas punggung unta. Beliau SAW justru turun ke atas tanah.

Apa maksudnya?

Kalau beliau turun dari punggung unta dan shalat di atas tanah, apa maksudnya?

Maksudnya tidak lain agar beliau bisa shalat dengan menghadap kiblat, sebagaimana disebutkan di dalam teks-teks hadits di atas. Selain itu tentu saja kalau shalat di atas tanah, beliau SAW juga bisa shalat dengan benar yaitu dengan berdiri, rukuk, sujud yang sempurna. Bukan cuma dengan membungkuk-bungkukkan badan.

3. Bila Tidak Mungkin Turun

Ada beberapa jenis kendaraan, ada yang kita bisa hentikan sesuai kehendak kita, ada juga yang tidak bisa.

a. Kendaraan Pribadi : Turun dan Shalat

Kalau kita naik kendaraan pribadi, tentu tidak ada alasan untuk tidak berhenti mengerjakan shalat. Kadang kendaraan umum sekali pun bisa kita ajak kompromi agar berhenti sejenak demi kita bisa mengerjakan shalat.

Selama masih bisa berhenti dan turun untuk shalat, maka tidak ada masalah karena shalat bisa dikerjakan dengan sempurna.

b. Pesawat, Kereta dan Kapal Laut : Dimungkinkan Shalat di Atas Kendaraan

Namun kenyataannya banyak jenis kendaraan yang musahil bagi kita untuk turun sejenak untuk mengerjakan shalat fardhu.

Pesawat terbang, kapal laut dan kereta api adalah kendaraan yang sangat mungkin untuk kita mengerjakan shalat dengan sempurna di dalamnya, yaitu dengan berwudhu, menghadap kiblat, berdiri, rukuk dan sujud. Maka shalat kita sudah sah bila memang bisa memenuhi semua syarat itu.

c. Bus Antar Kota : TIdak Mungkin Shalat

Lain halnya dengan bus antar kota, kita agak mati kutu kalau tidak berkompromi dengan sopirnya untuk berhenti mengerjakan shalat. Sebab di dalam bus agak sulit kita shalat sambil berdiri, ruku dan sujud dengan sempurna. Begitu juga agak kesulitan kalau harus menghadap kiblat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Proses Pensyariatan Jihad Dalam Islam
9 January 2015, 04:07 | Negara | 8.465 views
Kedudukan Hadits Tentang Perselisihan Umat
7 January 2015, 01:00 | Hadits | 12.070 views
Bagaimana Kita Menjamin Keaslian Al-Quran?
6 January 2015, 06:00 | Quran | 19.042 views
Najiskah Tubuh Orang Kafir?
4 January 2015, 03:50 | Thaharah | 11.652 views
Dasar Perintah Memberi Fatwa dan Keutamaannya
2 January 2015, 02:00 | Ushul Fiqih | 4.900 views
Perbedaan Antara Fatwa, Qanun, Qadha dan Ijtihad
1 January 2015, 00:01 | Ushul Fiqih | 33.358 views
Cerai Tanpa Pernah Jima' : Apakah Mahar Harus Dikembalikan?
29 December 2014, 08:14 | Nikah | 22.913 views
Benarkah Orang Yang Punya Hutang Berhak Mendapatkan Zakat?
28 December 2014, 04:17 | Zakat | 18.698 views
Adakah Nabi Perempuan?
27 December 2014, 19:16 | Aqidah | 13.635 views
Kenapa Bahasa Arab Mutlak Diperlukan?
25 December 2014, 04:30 | Ushul Fiqih | 7.380 views
Masa Lalu Calon Isteri Pernah Berzina
24 December 2014, 07:03 | Nikah | 11.304 views
Apakah Agama Kristen Sama Dengan Nasrani?
21 December 2014, 21:01 | Aqidah | 61.844 views
Pakaian Santa Claus Apakah Termasuk Tasyabbuh Yang Diharamkan?
20 December 2014, 06:00 | Aqidah | 13.949 views
Mengucapkan Selamat Natal dan Hari Raya Agama Lain
18 December 2014, 08:07 | Aqidah | 61.011 views
Halalkah Berhaji Dengan Sistem Arisan?
16 December 2014, 06:01 | Haji | 5.872 views
Haramkah Kita Memiliki Pembantu Rumah Tangga?
15 December 2014, 04:49 | Wanita | 12.496 views
Syarat Menjadi Saksi Pernikahan
13 December 2014, 11:07 | Nikah | 61.945 views
Yang Harus Dibunuh Itu Cecak Apa Tokek?
12 December 2014, 05:40 | Kuliner | 84.082 views
Istri Yang Nusyudz Kepada Suaminya
11 December 2014, 06:22 | Nikah | 14.097 views
Setelah Akad Langsung Cerai, Apakah Maharnya Harus Dikembalikan?
10 December 2014, 10:06 | Nikah | 10.291 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,377,323 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img