Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Haramkah Perabotan Rumah Tangga Yang Terbuat Dari Emas Perak? | rumahfiqih.com

Haramkah Perabotan Rumah Tangga Yang Terbuat Dari Emas Perak?

Tue 10 February 2015 05:01 | Kuliner | 8.000 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA yang dirahmati Allah. Saya punya beberapa pertanyaan terkait dengan hukum menggunakan emas dan perak di luar perhiasan yang dipakai laki-laki.

1. Adakah dalil yang mengharamkan piring dan gelas yang terbuat dari emas?

2. Lalu bagaimana pandangan para ulama dan hukumnya kalau kita makan dengan menggunakan piring dari emas? Apakah berlaku juga buat perempuan?

3. Apakah larangan menggunakan emas dan perak sebatas pada perlengkapan makan dan minum saja? Ataukah juga berlaku pada perlengkapan rumah tangga yang lainnya?

Mohon penjelasan dan rincian dari para ulama, ustadz. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Wasssalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Emas dan perak bukan hanya haram dikenakan sebagai perhiasan bagi laki-laki, namun juga haram digukanan sebagai alat-alat rumah tangga, baik pelengkapan makan minum maupun perabotan lainnya.

Alat makan baik piring atau gelas yang terbuat dari emas atau perak hukumnya diharamkan untuk dipergunakan, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits nabawi.

1. Dalil

Ada banyak dalil yang mengharamkan penggunaan perlengkapan makan dan minum yang terbuat dari emas atau perak, diantaranya hadits-hadits berikut ini :

الَّذِي يَشْرَبُ فيِ إِِناَءِِ الفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فيِ بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ

Dari Ummu Salamah radhiyallahuanha, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang minum dari gelas perak sesungguhnya sedang menuangkan api jahannam ke perutnya. (HR. Bukhari Muslim)

إِنَّ الَّذِي يَأْكُلُ وَ يَشْرَبُ فيِ آنِيَةِ الفِضَّةِ وَالذَّهَبِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فيِ بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ

Orang yang makan dan minum dari wadah perak dan emas sesungguhnya sedang menuangkan ke dalam perutnya api jahannam. (HR. Muslim)

لاَ تَشْرَبُوا فيِ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالفِضِّةِ وَلاَ تَأْكُلُوا فيِ صِحَافِهِمَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فيِ الدُّنْيَا وَلَكُمْ فيِ الآخِرَةِ

Dari Hudzaifah bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Janganlah kalian minum dari gelas emas dan perak. Janganlah makan dari piring emas dan perak. Karena keduanya (emas dan perak) untuk mereka di dunia dan untuk kalian nanti di akhirat. (HR. Bukhari Muslim)

2. Hukum

Al-Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa umat Islam telah berijma' atas haramnya makan dan minum dengan menggunakan perlengkapan yang terbuat dari emas dan perak.

وأجمع المسلمون على تحريم الأكل والشرب في إناء الذهب وإناء الفضة على الرجل وعلى المرأة ولم يخالف في ذلك أحد من العلماء إلا ما حكاه أصحابنا العراقيون أن للشافعى قولاقديما أنه يكره ولايحرم

Umat Islam telah berijma' atas haramnya makan dan minum dengan menggunakan perlengkapan yang terbuat dari emas dan perak, baik buat laki-laki ataupun perempuan. Tidak ada seorangpun ulama yang menyelisihi hal ini, kecuali hikayah dari teman kami Al-Iraqiyyun bahwa pendapat qadim Asy-Syafi'i memakruh tidak mengharamkan. [1]

Ibnu Hajar Al-Asqalani (W. 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari menyebutkan bahwa hadits-hadits ini mengharamkan makan minum dari perlengkapan makan emas dan perak.

وَفِي هَذِهِ الْأَحَادِيثِ تَحْرِيمُ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ عَلَى كُلِّ مُكَلَّفٍ رَجُلًا كَانَ أَوِ امْرَأَةً

Pada hadits-hadits ini terdapat pengharaman makan dan minum dari wadah emas dan perak bagi setiap mukallaf, laki-laki atau perempuan. [2]

Dan ketentuan haramnya menggunakan emas pada perlengkapan makan dan minum ini berlaku bukan hanya untuk laki-laki saja tetapi juga berlaku untuk para wanita. Dalam hal ini hukumnya memang berbeda dengan hukum mengenakan perhiasan emas, dimana haram hukumnya buat laki-laki tetapi dihalalkan buat para wanita.

3. Yang Termasuk perlengkapan Makan Minum

Kebanyakan ulama menyepakati bahwa yang diharamkan tidak hanya sebatas piring dengan gelas, tetapi juga semua benda yang terbuat dari emas atau perak apabila digunakan maka hukumnya juga haram. Di antaranya sendok, garpu, pisau, mangkuk, dan semua peralatan makan lainnya yang terbuat dari emas atau perak.

Selain itu yang termasuk diharamkan adalah wadah air untuk berwudhu' yang terbuat dari emas atau perak, perlengkapan untuk pembakaran bara, wadah untuk air kencing, termasuk juga wadah tempat celak dan tusukannya, semua itu apabila terbuat dari emas maka haram hukumnya.

Al-Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan :

أن الإجماع منعقد على تحريم استعمال إناء الذهب وإناء الفضة في الأكل والشرب والطهارة والأكل بملعقة من أحدهما والتجمر بمجمرة منهما والبول في الإناء منهما وجميع وجوه الاستعمال ومنها المكحلة والميل وطرف العالية وغير ذلك

Telah terjadi ijma' atas haramnya penggunaan wadah emas dan perak untuk makan, mium, thaharah, makan dengan sendok yang terbuat dari salah satunya. Dan juga tempat membuat bara, wadah air kencing yang terbuat dari salah satunya, serta semua bentuk penggunaan dari keduanya, termasuk tempat celak dan tusukannya dan sebagainya. [3]

4. Pendapat Sebatas perlengkapan Makan Minum Saja

Asy-Syaukani (w. 1250 H) di dalam kitabnya, Nailul Authar menuliskan pendapatnya bahwa keharaman itu hanya sebatas perlengkapan makan dan minum saja. Sedangkan di luar keduanya hukumnya tidak haram meski terbuat dari emas atau perak.

Alasan yang dikemukakannya bahwa dalil yang disebutkan dalam hadits nabawi hanya sebatas haramnya perlengkapan makan dan minum bila terbuat dari emas atau perak. Tidak disebutkan haramnya perabotan lain bila terbuat dari emas dan perak. Dan tidak tepat kalau diqiyaskan begitu saja, sebab menurut beliau 'illat keharaman perlengkapan makan minum bila terbuat dari emas dan perak adalah adanya kemiripan dengan penghuni surga dalam masalah perlengkapan makan minum.

ولا شكّ أنّ أحَادِيثَ البَابِ تَدُل على تحريم الأكل والشرب. وَأمَّا سَائِرُ الاستعمالات فلا والقيَاسُ على الأكل وَالشربِ قياس مع فارق فإن علة النهي عن الأكل وَالشرب هِي التشَبه بأهل الجَنة حيث يُطاف عليهم بآنية من فِضة

Tidak diragukan lagi bahwa hadits bab menunnjukkan haramnya makan dan minum (dengan wadah emas perak). Sedangkan semua penggunakan selain itu tidak diharamkan, karena mengqiyaskannya dengan makan dan minum adalah qiyas yang tidak benar. Karena 'illat keharaman makan minum dengan emas dan perak lantaran adanya kemiripan dengan ahli surga, dimana mereka dikelilingi dengan wadah perak. [4]

Demikian sekilas kajian terkait hukum perabotan yang terbuat dari emas atau perak. Semoga bermanfaat, Amin.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


[1] Al-Imam An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, jilid 14 hal. 29

[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari, jilid 10 hal. 97

[3] Al-Imam An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, jilid 14 hal. 29

[4] Asy-Syaukani, Nailul Authar, jilid 1 hal. 91

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Haram Bermazhab Karena Taqlid Buta dan Memecah Belah?
9 February 2015, 10:04 | Ushul Fiqih | 16.120 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Mati Syahid?
8 February 2015, 10:00 | Umum | 36.434 views
Benarkah Ahli Waris Belum Tentu Menerima Harta Waris?
7 February 2015, 19:50 | Mawaris | 7.372 views
Hadis Terpecahnya Umat Hanya Satu Masuk Surga
6 February 2015, 10:45 | Hadits | 13.027 views
Menyembelih Aqiqah untuk Diri Sendiri, Boleh Apa Tidak?
5 February 2015, 06:05 | Qurban Aqiqah | 12.509 views
Aqiqah Bukan Hari Ketujuh, Sah Apa Tidak?
4 February 2015, 04:00 | Qurban Aqiqah | 10.600 views
Hukum Memakan Hewan Yang Mati Oleh Hewan Pemburu
3 February 2015, 10:43 | Kuliner | 25.792 views
Pernah Mengolok-olok Ayat Al-Quran, Apakah Diterima Taubatnya?
1 February 2015, 18:00 | Aqidah | 7.554 views
Vonis Murtad dan Mahkamah Syari'ah
28 January 2015, 08:24 | Jinayat | 7.769 views
Murtad : Hukuman Dan Konsekuensinya
27 January 2015, 10:21 | Jinayat | 11.732 views
Tiga Jenis Penyebab Murtadnya Seorang Muslim
26 January 2015, 09:19 | Aqidah | 61.381 views
Apakah Penyihir Itu Kafir Dan Wajib Dihukum Mati?
25 January 2015, 08:22 | Jinayat | 8.535 views
Menjual Makanan Tidak Ada Label Halal
23 January 2015, 08:15 | Kuliner | 9.069 views
Mengapa Inovasi dan Perluasan Zakat Modern Ditolak?
22 January 2015, 02:00 | Zakat | 7.636 views
Tujuh Wanita Yang Jadi Mahram Karena Sebab Persusuan
20 January 2015, 02:22 | Nikah | 8.137 views
Batalkah Wudhu Kita Bila Makan Daging Unta?
19 January 2015, 04:19 | Thaharah | 9.827 views
Sepuluh Kriteria Yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Memilih Istri
18 January 2015, 04:37 | Nikah | 33.032 views
Bolehkah Melihat Langsung Calon Istri Dan Bagaimana Teknisnya?
17 January 2015, 16:00 | Nikah | 17.405 views
Apakah Shalat Harus Pakai Sutrah?
16 January 2015, 18:00 | Shalat | 28.508 views
Haruskah Mata Kaki Jamaah Saling Menempel Sepanjang Shalat?
15 January 2015, 09:06 | Shalat | 28.288 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,346,034 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img