Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Ahli Waris Belum Tentu Menerima Harta Waris? | rumahfiqih.com

Benarkah Ahli Waris Belum Tentu Menerima Harta Waris?

Sat 7 February 2015 19:50 | Mawaris | 7.662 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

1. Benarkah bahwa seorang yang sudah termasuk ke dalam daftar ahli waris dalam kenyataannya belum tentu menerima harta waris?

2. Kalau memang demikian, lantas apa saja syarat yang harus dimiliki oleh seorang ahli waris agar bisa menerima harta warisan?

Mohon penjelasan dan terima kasih sebelumnya.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahli waris adalah mereka yang termasuk ke dalam daftar orang yang berhak. Namun memang benar sekali bahwa orang yang termasuk dalam daftar ahli waris belum tentu dipastikan akan menerima harta warisan.

Syarat Ahli Waris Menerima Harta

Ada beberapa hal yang disyaratkan agar seseorang menjadi ahli waris yang mendapatkan harta dari pewarisnya. Syarat-syarat itu adalah :

1. Termasuk dalam Daftar Ahli Waris

Orang yang tidak termasuk ke dalam daftar ahli waris, tentu saja tidak akan mendapat harta dari pembagian waris. Maka dari itu tugas paling awal dalam pembagian waris adalah mementukan terlebih dahulu siapa saja yang termasuk ahli waris dan membuang siapa saja yang bukan ahli waris.

Seringkali dalam kasus pembagian warisan, orang-orang yang bersemangat dalam pembagian warisan ternyata malah bukan termasuk ahli waris. Dan yang lebih sering lagi, ternyata orang yang bukan ahli waris malah diberi harta waris.

Misalnya seorang menantu, karena merasa sudah banyak berjasa kepada mertuanya, ketika sanga mertua meninggal dunia, si menantu ini ingin ikut juga mendapatkan bagian dari pembagian warisan. Tentu ini sebuah kesalahan fatal, yang boleh jadi kemungkinan besar karena keawaman ilmu agama.

Seorang anak angkat yang sudah merasa jadi anak sendiri, seringkali justru malah diberi harta warisan. Padahal syariat Islam tidak pernah membenarkan adanya anak angkat dalam arti mengubah nasab dan alur keturunan. Tetapi kalau sekedar memelihara seorang anak dan membesarkannya, tanpa mengubah nasab anak itu, jelas hukumnya sangat mulia dan pastinya mendapatkan pahala besar.

Semua terjadi lantaran ketidak-mengertian ilmu faraidh yang memang semakin langka dan asing, justru di kalangan umat Islam sendiri.

2. Masih Hidup Saat Pewarisnya Wafat

Hal kedua yang harus dipastikan dari para ahli waris ini adalah apakah dia masih hidup pada saat pewarisnya meninggal dunia. Kepastian hidupnya ahli waris ini menjadi penting, lantaran itu menjadi syarat untuk menjadi ahli waris.

Ada pun pembagian waris tertunda dilakukan karena alasan-alasan tertentu, tidak menjadi masalah. Yang penting harus dipahami adalah ahli waris itu masih hidup saat pewarisnya wafat.

Sebab kalau ahli waris itu sudah meninggal terlebih dahulu dari pewarisnya, maka haknya untuk mendapat warisan gugur dengan sendirinya.

Dua orang anak dan ayah, keduanya bisa saling mewarisi. Anak bisa menerima harta warisan dari ayahnya, sebaliknya ayah pun bisa menerima harta warisan dari anaknya. Tergantung siapa yang meninggal lebih dulu.

Suami dan istri demikian pula. Kalau suami wafat maka istrinya menjadi ahli warisnya. Sebaliknya kalau istri yang wafat, maka suami menjadi ahli warisnya. Tergantung siapa yang meninggal duluan.

3. Tidak Gugur Haknya

Meski seseorang sudah termasuk di dalam daftar ahli waris, dan dia masih hidup saat pewarisnya meninggal, belum tentu dia pasti mendapat waris. Boleh jadi haknya gugur karena satu dan lain hal. Misalnya karena murtad, atau membunuh atau menjadi budak.

Tentang hal-hal apa saja yang dapat menggugurkan seorang ahli waris dari haknya untuk mendapatkan harta waris, kita bahas pada sub bagian setelah ini.

4. Tidak Terhijab

Yang paling sering terjadi justru posisi seorang ahli waris terhijab atau tertutup oleh adanya ahli waris lain yang lebih dekat posisinya kepada almarhum.

Urusan hijab menghijab di antara para ahli waris ini menjadi seni tersendiri dalam ilmu faraidh. Kita harus teliti dan hati-hati. Tetapi dengan dibantu diagram, semua daftar orang yang menghijab dan dihijab akan lebih jelas. Cukup dengan sekali melihat ke diagram, kita cepat mengetahui apakah seseorang terhijab atau tidak.

5. Ada Harta Yang Dibagi Waris

Syarat terakhir adalah syarat yang paling utama, yaitu adanya harta yang mau dibagi waris. Kalau almarhum wafat tanpa meninggalkan harta, maka cerita bagi waris pun bubar sudah. Apa yang mau dibagikan, kalau hartanya memang tidak ada?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hadis Terpecahnya Umat Hanya Satu Masuk Surga
6 February 2015, 10:45 | Hadits | 13.357 views
Menyembelih Aqiqah untuk Diri Sendiri, Boleh Apa Tidak?
5 February 2015, 06:05 | Qurban Aqiqah | 12.901 views
Aqiqah Bukan Hari Ketujuh, Sah Apa Tidak?
4 February 2015, 04:00 | Qurban Aqiqah | 10.924 views
Hukum Memakan Hewan Yang Mati Oleh Hewan Pemburu
3 February 2015, 10:43 | Kuliner | 27.483 views
Pernah Mengolok-olok Ayat Al-Quran, Apakah Diterima Taubatnya?
1 February 2015, 18:00 | Aqidah | 7.774 views
Vonis Murtad dan Mahkamah Syari'ah
28 January 2015, 08:24 | Jinayat | 7.922 views
Murtad : Hukuman Dan Konsekuensinya
27 January 2015, 10:21 | Jinayat | 12.346 views
Tiga Jenis Penyebab Murtadnya Seorang Muslim
26 January 2015, 09:19 | Aqidah | 72.468 views
Apakah Penyihir Itu Kafir Dan Wajib Dihukum Mati?
25 January 2015, 08:22 | Jinayat | 9.595 views
Menjual Makanan Tidak Ada Label Halal
23 January 2015, 08:15 | Kuliner | 9.271 views
Mengapa Inovasi dan Perluasan Zakat Modern Ditolak?
22 January 2015, 02:00 | Zakat | 7.876 views
Tujuh Wanita Yang Jadi Mahram Karena Sebab Persusuan
20 January 2015, 02:22 | Nikah | 8.530 views
Batalkah Wudhu Kita Bila Makan Daging Unta?
19 January 2015, 04:19 | Thaharah | 10.228 views
Sepuluh Kriteria Yang Perlu Dipertimbangkan Ketika Memilih Istri
18 January 2015, 04:37 | Nikah | 34.169 views
Bolehkah Melihat Langsung Calon Istri Dan Bagaimana Teknisnya?
17 January 2015, 16:00 | Nikah | 21.714 views
Apakah Shalat Harus Pakai Sutrah?
16 January 2015, 18:00 | Shalat | 29.335 views
Haruskah Mata Kaki Jamaah Saling Menempel Sepanjang Shalat?
15 January 2015, 09:06 | Shalat | 28.982 views
Manusia Berasal dari Kera?
14 January 2015, 08:40 | Aqidah | 30.917 views
Menjama' Shalat Karena Hujan, Bolehkah?
13 January 2015, 06:15 | Shalat | 11.308 views
Membersihkan Diri dengan Kertas Toilet
12 January 2015, 03:59 | Thaharah | 10.250 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,222,589 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img