Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tolok Ukur Untuk Mendapatkan Satu Rakaat Bersama Imam | rumahfiqih.com

Tolok Ukur Untuk Mendapatkan Satu Rakaat Bersama Imam

Sun 15 March 2015 05:57 | Shalat | 14.633 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Semoga Ustad dan keluarganya selalu dalam rahmat Allah SWT.

Kali ini saya bertanya tentang keterlambatan sholat
  1. Apa tolok ukur bahwa kita sudah mendapat satu rakaat dalam shalat ?
  2. Bila kita mendapati imam ruku, saya ikut ruku', sedangkan saya tidak sempat membaca Al-Fatihah, apakah itu termasuk satu rakaat ?
Ini yang membuat saya bingung. Ada yang mengatakan kalau sudah ruku' itu sama dengan satu rakaat..
dan ada yang bilang juga tidak dapat 1 rakaat bagi yang tidak membaca surat Al-Fatihah..

Demikian ustad pertanyaan saya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabaraokatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Sudah menjadi ijma' para ulama empat mazhab bahwa ikut ruku' bersama imam adalah batas dapatnya satu rakaat makmum yang shalat di belakang imam. Dasarnya adalah hadits berikut ini :

مَنْ أَدْرَكَ الرُّكُوعَ فَقَدْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Siapa yang mendapatkan ruku' (bersama imam) maka dia telah mendapatkan satu rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun secara lebih detail ada sedikit perbedaan antara jumhur ulama dengan mazhab Asy-Syafi'yah mengenai syaratnya.

1. Pendapat Jumhur

Jumhur ulama dalam hal ini adalah mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah tidak mensyaratkan harus terjadi thuma'ninah bersama imam. Yang penting makmum sempat ruku bersama imam, meski hanya sejenak saja.

2. Mazhab Asy-Syafi'yah

Sedangkan dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, makmum baru dianggap mendapatkan satu rakaat bersama imam hanya ketika bisa ruku' bersama imam dengan thuma'ninahnya. Jadi batasnya adalah thuma'ninah itu sendiri, bukan semata-mata ruku' bersama imam. [1]

Oleh karena itulah mereka menganjurkan sebaiknya imam memperlama durasi ruku'nya, apabila tahu ada jamaah yang tertinggal ingin mendapatkan ruku' bersamanya.

Namun dengan syarat bahwa orang yang ditunggu itu memang sudah ada di dalam masjid dan siap mengikuti imam. Tapi kalau orang yang ditunggu itu masih di luar masjid, atau belum berwudhu' misalnya, maka tidak perlu ditunggu.

Syarat yang lain bahwa masa menunggu itu tidak terlalu lama, dan tidak sampai menimbulkan protes dari makmum yang sudah ikut berjamaah, atau malah membuyarkan konsentrasi mereka.

Makmum Tidak Sempat Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca surat Al-Fatihah oleh kebanyakan ulama dimasukkan sebagai rukun shalat, kecuali pendapat mazhab Al-Hanafiyah. Di antara dalilnya adalah hadits berikut :

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ القُرْآنِ

Dari Ubadah bin Shamit ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidak sah shalat kecuali dengan membaca ummil-quran (surat Al-Fatihah)"(HR. Bukhari Muslim)

Dengan adanya hadits ini, umumnya para ulama memposisikan surat Al-Fatihah sebagai rukun shalat. Artinya, tidak akan sah shalat yang dilakukan apabila tidak membaca surat Al-Fatihah.

Namun para ulama sepakat bahwa ketentuan wajibnya membaca surat Al-Fatihah ini hanya berlaku kepada orang yang shalatnya sendirian atau menjadi imam. Sedangkan orang yang shalat sebagai makmum, apakah dia harus juga membaca Al-Fatihah atau tidak, dalam hal ini para ulama berbeda-beda pendapat.

Penyebab para ulama berbeda pendapat karena Rasulullah SAW pernah bersabda terkait hukum bacaan imam yang sudah bisa mencover bacaan makmum. Haditsnya sebagai berikut :

مَنْ كَانَ لَهُ إِمَامٌ فَقِرَاءَةُ الإْمَامِ لَهُ قِرَاءَةٌ

Orang yang punya imam maka bacaan imam adalah bacaan baginya.(HR. Ibnu Majah)

Hadits shahih ini sangat meyakinkan kita dengan tegas bahwa pada dasarnya makmum tidak perlu membaca surat Al-Fatihah. Karena bacaan imam sudah cukup menjadi bacaan buat makmum.

Bahkan hadits ini kemudian dijadikan dasar bagi beberapa mazhab untuk mengatakan makmum cukup diam saja di belakang imam, tidak perlu membaca surat Al-Fatihah.

  • Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan makmum diam saja tatkala imam membaca surat Al-Fatihah secara jahriyah.
  • Mazhab Al-Hanafiyah bilang bahwa makum diam saja  dalam semua shalat, baik shalat jahriyah ataupun sirriyah.
  • Mazhab Asy-Syafi'iyah, meski tetap mewajibkan makmum masing-masing membaca surat Al-Fatihah, baik dalam shalat jahriyah ataupun sirriyah, namun ketika makmum tidak sempat lagi membaca surat Al-Fatihah lantaran imam sudah terlanjur ruku', maka makmum tidak perlu lagi membaca surat Al-Fatihah.

Yang penting makmum bisa ikut ruku' bersama imam dan mendapatkan thuma'ninah, maka makmum sudah mendapatkan satu rakaat. Urusan Al-Fatihah, lupakan saja karena sudah dibacakan oleh imam. Hal ini sudah sampai ke derajat ijma', dimana seluruh ulama telah menyepakatinya.

Sepanjang sejarah 14 abad fiqih Islam, seluruh ulama sepakat bahwa makmum yang sempat ruku' bersama imam, maka dia telah mendapatkan satu rakaat itu, meski tidak membaca surat Al-Fatihah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Imam An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 1 hal. 216

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mahar Berupa Hafalan Al-Quran, Bolehkah?
12 March 2015, 03:22 | Nikah | 91.998 views
Bagaimana Cara Membatalkan Baiat Yang Sudah Terlanjur?
11 March 2015, 11:29 | Dakwah | 12.555 views
Ibnu Sabil Sebagai Penerima Zakat
10 March 2015, 06:12 | Zakat | 11.738 views
Bolehkah Menjatuhkan Hukum Mati Dalam Hukum Ta'zir?
9 March 2015, 11:15 | Jinayat | 9.843 views
Hukum Berburu Hewan, Halal atau Haram?
7 March 2015, 12:30 | Qurban Aqiqah | 17.104 views
Rukun Khutbah Jumat Versi Empat Mazhab
6 March 2015, 09:16 | Shalat | 25.524 views
Hukum Berijtihad di Masa Sekarang, Apakah Masih Diperbolehkan?
5 March 2015, 01:00 | Ushul Fiqih | 27.394 views
Boikot Amerika Berarti Juga Boikot Tahu dan Tempe
4 March 2015, 10:00 | Kontemporer | 9.361 views
Hukum Jual Beli Padi Non Tunai
3 March 2015, 06:40 | Muamalat | 6.624 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Hukum Qishash dan Perbedaannya Dengan Jinayat dan Hudud
2 March 2015, 06:40 | Jinayat | 34.739 views
Sudah Mampu Tapi Tidak Mendaftar Haji : Kafirkah?
1 March 2015, 23:45 | Haji | 7.487 views
Bolehkah Makan dan Minum di dalam Masjid?
27 February 2015, 10:13 | Kuliner | 29.830 views
Benarkah Riba Tidak Haram Kalau Tidak Berlipat Ganda?
26 February 2015, 06:18 | Muamalat | 9.192 views
Bolehkah Jual Barang Secara Kredit Seperti Ini?
25 February 2015, 10:24 | Muamalat | 10.508 views
Menjawab Tuduhan Kejamnya Syariat Islam
23 February 2015, 01:00 | Jinayat | 9.406 views
Perbedaan Antara Ghanimah, Fai, Jizyah, Nafl dan Salab
22 February 2015, 06:01 | Umum | 54.439 views
Perbedaan Tanda Baca Dua Mushaf, Apakah Bukti Al-Quran Dipalsukan?
20 February 2015, 01:00 | Quran | 9.912 views
Empat Pertanyaan Terkait Ijab Kabul Dalam Pernikahan
19 February 2015, 01:00 | Nikah | 70.658 views
Apakah Haram Bila Meminta Mahar Yang Mahal?
18 February 2015, 01:00 | Nikah | 18.171 views
Diundang Pernikahan Tetapi Tidak Hadir, Berdosakah?
17 February 2015, 00:01 | Nikah | 21.476 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 30,347,148 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema