Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Sembilan Orang Anggota Keluarga Terdekat Namun Ternyata Bukan Ahli Waris | rumahfiqih.com

Sembilan Orang Anggota Keluarga Terdekat Namun Ternyata Bukan Ahli Waris

Sun 10 May 2015 16:11 | Mawaris | 10.334 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum wr.wb.

Ustadz, saya mau tanya tentang masalah hukum waris.

Siapa sajakah orang-orang yang termasuk ahli waris dan siapa saja yang bukan termasuk ahli waris. Sebab saya sering tertukar-tukar, dikiranya dia ahli waris, ternyata setelah diteliti lagi ternyata bukan ahli waris.

Bisakah ustadz membuatkan daftar anggota keluarga yang bukan ahli waris, dimana kita sering terjebak mengiranya termasuk ahli waris, padahal bukan.

Terima kasih sebelumnya, ustadz.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada beberapa anggota keluarga yang memang seringkali agak rancu kita memandangnya. Banyak dikira mereka itu termasuk ahli waris, padahal setelah dilacak lebih jauh dalam daftar ahli waris, memang tidak tercantum. Artinya mereka memang bukan ahli waris.

Sayangnya, karena kurang teliti seringkali mereka dianggap sebagai ahli waris. Alasannya karena memang posisinya yang nyaris sangat dekat dengan almarhum.

Saya mencatat paling tidak ada sekitar sembilan anggota keluarga dan bisa saja lebih dari itu. Mereka ini sering tertukar dan dianggap sebagai ahli waris, padahal bukan. Mereka adalah :

1. Anak Angkat

Anak angkat bukan termasuk anak yang mendapat hak waris. Karena yang dimaksud dengan anak adalah anak yang merupakan dari benih sang muwarrits sendiri, dimana anak itu hasil pernikahan yang sah secara syariah.

Sebenarnya bukan hanya anak angkat yang tidak menerima harta waris, tetapi juga termasuk ayah angkat, ibu angkat, saudar angkat, paman angkat dan seterusnya.

Tambahan lagi bahwa syariat Islam tidak mengakui adanya anak angkat, bahkan mengharamkan pengangkatan anak. Meski pun hukum yang berlaku di negeri kita mengakui keabsahan anak angkat, namun dalam urusan bagi waris, anak angkat tetap bukan ahli waris.

Kalau pun mereka tetap ingin diberikan harta dari almarhum, jalannya bukan dengan pewarisan, tetapi bisa dengan hibah atau waisat yang dilakukan sejak almarhum masih hidup. Atau bisa saja para ahli waris setelah menerima harta waris sepakat untuk memberi semacam 'uang kerahiman' kepadanya. Tetapi yang jelas anak angkat tidak menerima harta dari almarhum lewat jalur waris.

Dan cara hibah atau wasiat ini juga bisa diberlakukan kepada semua daftar berikut ini.

2. Anak Tiri

Anak tiri bukan termasuk ahli waris. Yang dimaksud tiri adalah anak dari pasangan. Misalnya, seorang laki-laki menikahi janda yang sudah punya anak.

Dalam keseharian, sering kita sebut dia sebagai anak tiri. Meski hubungan keduanya sangat dekat, tetapi dalam hukum syariah, anak tiri bukan ahli waris. Karena anak itu bukan dari darah daging muwarrits.

Dan termasuk yang juga bukan ahli waris adalah ayah tiri, dan ibu tiri.

3. Mantan Suami mantan Istri

Suami adalah ahli waris dari istri yang meninggal. Istri juga ahli waris dari suami yang meninggal. Tetapi hubungan saling mewarisi ini berhenti tatkala hubungan suami istri di di antara keduanya telah selesai karena perceraian.

Maka mantan istri bukan ahli waris dan mantan suami juga bukan ahli waris. Walau pun mereka pernah hidup bersama puluhan tahun lamanya.

4. Keponakan

Keponakan memang ada yang masuk dalam ahli waris, namun tidak semua keponakan termasuk dalam daftar ahli waris. Dari 4 hubungan keponakan, hanya satu saja yang menjadi ahli waris.

  • Anak laki-laki dari saudara laki-laki almarhum. Hanya keponakan yang satu ini saja yang termasuk ke dalam ahli waris.
  • Anak laki-laki dari saudari perempuan almarhum, bukan termasuk ahli waris.
  • Anak perempuan dari saudara laki-laki almarhum, bukan termasuk ahli waris.
  • Anak perempuan dari saudari perempuan almarhum, bukan termasuk ahli waris.

5. Mertua – Menantu

Meski sudah seperti anak sendiri, hubungan antara mertua dan menantu tidak saling mewarisi. Yang menjadi ahli waris adalah anak muwarrits langsung atau orangtuanya. Sedangkan pasangannya jelas bukan termasuk ahli waris.

Dalam kasus sering terjadi menantu malah lebih repot mengurusi harta pasangannya. Yang jadi anaknya saja tidak terlalu meributkan, malah menantu yang bukan ahli waris kelihatan punya ambisi untuk mendapat harta dari peninggalan mertuanya.

6. Saudara Ipar

Saudara ipar adalah saudara dari istri atau suami. Misalnya, seorang wanita ditinggal mati suaminya. Maka saudara wanita itu adalah saudara ipar bagi almarhum. Kedudukannya tidak terdapat dalam daftar ahli waris.

Misal lain, seorang suami ditinggal mati istrinya. Maka saudara suami itu adalah ipar bagi almarhumah. Kedudukannya bukan sebagai ahli waris.

7. Cucu Dari Anak Perempuan

Meski pun cucu termasuk dalam daftar ahli waris, namun tidak semua cucu bisa termasuk di dalamnya. Cucu yang merupakan anak dari anak perempuan almarhum bukan termasuk ahli waris, baik cucu itu laki-laki atau pun perempuan.

Yang termasuk ahli waris adalah cucu dari anak laki-laki, baik cucu itu laki-laki atau perempuan.

8. Paman dan Bibi Jalur Ibu

Paman memang termasuk dalam daftar ahli waris, tetapi tidak semua paman. Hanya paman yang merupakan saudara ayahnya almarhum saja yang termasuk ahli waris. Sedangkan paman yang merupakan saudara ibunya almarhum, bukan termasuk ahli waris.

9. Saudara lain ayah lain ibu

Dalam daftar para ahli waris ada saudara seayah seibu, saudara seayah saja dan saudara seibu saja. Mereka bisa saling mewarisi. Tapi adakah saudara yang lain ayah lain ibu?

Jawabnya ada. Misalnya seorang duda yang punya anak menikah dengan janda yang punya anak. Maka anak si duda dan anak si janda adalah saudara. Tetapi hubungan persaudaraan di antara mereka unik, yaitu saudara lain ayah dan lain ibu.



Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Haram Menyentuh Mushaf Quran Tanpa Wudhu?
9 May 2015, 07:50 | Quran | 16.075 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggambar Nabi Muhammad SAW?
8 May 2015, 06:30 | Aqidah | 22.765 views
Bolehkah Kita Makan Benda Yang Terbuat Dari Najis
6 May 2015, 10:50 | Kuliner | 9.234 views
Apakah Makanan Yang Syubhat Berarti Hukumnya Haram?
5 May 2015, 10:00 | Kuliner | 25.428 views
Bolehkah Membatalkan Puasa Sunnah dan Haruskah Diqadha?
4 May 2015, 18:32 | Puasa | 38.983 views
Ingin ke Mesir dan Suriah Untuk Berjihad
3 May 2015, 18:35 | Negara | 17.499 views
Keliru Menyebutkan Bin dalam Ijab Kabul, Apakah Sah Akadnya?
1 May 2015, 13:20 | Nikah | 25.173 views
Khamar Haram Diminum, Tetapi Apakah Khamar Najis?
30 April 2015, 09:49 | Thaharah | 13.013 views
Dimana Kita Bisa Belajar Ilmu Pembagian Harta Waris?
28 April 2015, 06:05 | Mawaris | 9.251 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Haji Tamattu' dan Berapa Dendanya ?
26 April 2015, 02:00 | Haji | 18.961 views
Bermalam Bersama Istri dan Menggilir Para Istri, Wajibkah Hukumnya?
25 April 2015, 14:50 | Nikah | 10.823 views
Terkena Najis Saat Rakaat Terakhir Shalat
24 April 2015, 07:50 | Shalat | 10.881 views
Apakah Shalat Sunnah Wudhu Termasuk Disyariatkan? Haruskah Menghadap Kiblat?
23 April 2015, 05:50 | Shalat | 16.978 views
Bolehkah Menyambung Rambut?
19 April 2015, 05:17 | Wanita | 8.644 views
Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun
17 April 2015, 20:00 | Shalat | 323.844 views
Memasukan Jari ke Kemaluan Pacar, Haruskah Kami Dicambuk atau Dirajam?
16 April 2015, 07:28 | Jinayat | 121.381 views
Mencium Bau Gosong Saat Shalat, Diteruskan Shalatnya Atau Batalkan?
15 April 2015, 20:00 | Shalat | 10.265 views
Isteri Saya Nasrani, Islamkah Anak Saya?
14 April 2015, 17:37 | Aqidah | 18.384 views
Berbicara Dalam Shalat, Mana Yang Membatalkan Mana Yang Tidak?
13 April 2015, 11:10 | Shalat | 24.259 views
Bisakah Hari Ini Kita Memiliki Budak Dan Menyetubuhinya Tanpa Dinikahi?
10 April 2015, 08:25 | Nikah | 174.393 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,354,761 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

21-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:59 | Maghrib 17:52 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img