Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu | rumahfiqih.com

Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu

Wed 10 June 2015 20:00 | Mawaris | 33.257 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum Wr. Wb

Mohon maaf, kami keluarga dari Istri, sedang dalam kebingungan, karena menanyakan ke Notaris dari beberapa daerah berbeda-beda, sedang menanyakan ke Pengadilan Agama setempat (lokasi harta waris), harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Pertanyaan kami/saya, Bagaimanakah Pembagian Waris, apabila Ahli Waris meninggal Dunia semua (2 orang) terlebih dahulu sebelum Pewaris Meninggal Dunia, dan salah satu cucunya berbeda keyakinan.Padahal ahli waris memiliki anak (cucu pewaris) masing-masing :

1. Ahli Waris ke 1 (perempuan) berputra 7 orang, terdiri dari 6 perempuan dan 1 laki-laki, dan salah satunya berbeda agama/ keyakinan (Hindu Bali)

2. Ahli Waris ke 2 (laki-laki) berputra 3 orang, terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki.

Demikian pertanyaan saya, mohon petunjuk bapak Ustadz. Terima kasih atas petunjuknya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Untuk mudahnya penjelasan ini, izinkan saya menyebut bahwa almarhum itu A. Kedua anaknya adalah B (perempuan) dan C (laki-laki). Lalu B dan C masing-masing juga sudah punya putera puteri, tidak usah kita sebut nama mereka karena tidak terlalu penting.

Sistem pembagian waris syariah Islam menganut asas bahwa orang yang sudah wafat maka haknya dalam menerima harta warisan otomatis gugur. Dan tidak dikenal istilah ahli waris pengganti sebagaimana hukum barat yang kemudian dipaksakan masuk KHI. Dalam Islam tidak ada ceritanya anaknya kok naik derajat menjadi ahli waris pengganti.

Dalam kasus yang Anda tanyakan ini, ketika B dan C meninggal lebih dulu dari orang tua mereka yaitu A, maka hak sebagai ahli waris B dan C otomatis gugur. Yang tersisa tinggal hubungan kakek-cucu, yang dalam hal ini hubungan antara A dengan putera puteri B dan C.

Penting sekali untuk diketahui, dalam syariat Islam cucu memang termasuk salah satu ahli waris dari kakek. Tapi ada syaratnya, yaitu tidak ada hijab dan hanya cucu lewat jalur anak laki-laki.

1. Tidak Ada Hijab

Yang dimaksud dengan hijab adalah penghalang. Maksudnya keberadaan ayah atau ibu para cucu menghalangi mereka dari menerima harta warisan dari kakek mereka. Jadi hanya manakala sudah tidak ada lagi hijab atau penghalang antara cucu dengan kakek, baru mereka menerima harta waris dari kakek.

Dalam kasus ini, karena B dan C sudah wafat, maka putera puteri mereka berhak mendapatkan harta waris dari kakek mereka.

2. Cucu Jalur Anak Laki

Tapi harus dicatat juga bahwa tidak semua cucu merupakan ahli waris dari kakek. Ini poin yang teramat penting dan krusial, serta membedakan antara hukum waris Islam dengan hukum waris sekuler lainnya.

Jadi hanya sebatas cucu lewat jalur anak laki-laki saja yang menjadi ahli waris. Sedangkan cucu lewat jalur anak perempuan, bukan termasuk ahli waris. Maka dalam hal ini, hanya putera puteri C saja yang menjadi ahli waris. Sedangkan putera puteri B bukan ahli waris, karena B berjenis kelamin wanita.

Oleh sebab itulah tidak urusan dengan anak-anak B yang berbeda agama. Benar bahwa ahli waris yang berbeda agama tidak mendapat harta waris. Namun dalam hal ini, walau seandainya dia muslim sekalipun, tetap saja secara hukum waris Islam dia bukan ahli waris. Kesimpulannya, hanya putera puteri C saja yang menjadi ahli waris dari sang kakek A.

Cara Membagi Harta Waris Buat Cucu

Cara pembagian harta waris buat cucu sebenarnya mirip dengan pembagian waris buat anak, khususnya bila ada anak atau cucu laki-alki.

Tentu saja harta pewaris itu harus dikurangi terlebih dahulu bila ada hutang, harta bersama, nadzar, pengurusan jenazah dan wasiat. Setelah itu harta dibagi rata sejumlah cucu, tetapi dengan catatan bahwa tiap cucu laki-laki mendapat jatah untuk 2 cucu perempuan.

Anggaplah A sang kakek meninggalkan harta 4 milyar, maka seorang cucu laki-laki mendapat 2 milyar dan cucu perempuan masing-masing hanya mendapat 1 milyar saja. Adapun para cucu dari jalur B, baik laki-laki atau perempuan, baik muslim atau non muslim, tidak ada satupun yang menerima harta warisan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Keliru Mengira Sudah Maghrib Langsung Makan, Batalkah Puasa Saya?
9 June 2015, 10:50 | Puasa | 7.422 views
Bagaimana Puasanya Umat Sebelum Kita?
8 June 2015, 17:25 | Puasa | 23.906 views
Metode Penetapan Ramadhan & Syawwal Yang Resmi
7 June 2015, 05:01 | Puasa | 8.014 views
Merenggangkan Gigi Haram, Maksudnya Bagaimana?
4 June 2015, 07:22 | Wanita | 13.973 views
Masbuk Mengganti Rakaat Yang Mana?
3 June 2015, 10:50 | Shalat | 21.367 views
Jihad di Jalan Allah Wajibkah Minta Izin?
1 June 2015, 11:00 | Negara | 6.874 views
Bolehkah Berzakat untuk Pembuatan Film Dakwah?
30 May 2015, 08:53 | Zakat | 3.993 views
Benarkah Wanita Haidh dan Nifas Tetap Wajib Mengganti Shalatnya?
25 May 2015, 10:05 | Wanita | 8.566 views
Shalat Dua Rakaat, Duduk Tasyahudnya Tawarruk atau Iftirasy?
20 May 2015, 10:26 | Shalat | 28.640 views
Terlambat ke Masjid Bolehkah Ikut Jamaah Gelombang Kedua?
19 May 2015, 07:32 | Shalat | 8.597 views
Baca Quran Langgam Jawa, Haramkah?
18 May 2015, 10:39 | Quran | 125.528 views
Benarkah Hukuman Buat Muslim Yang Minum Khamar Dicambuk 80 Kali?
15 May 2015, 10:30 | Jinayat | 4.629 views
Kapankah Jatuhnya Puasa Hari Syak dan Haramkah Hukumnya?
13 May 2015, 08:02 | Puasa | 8.383 views
Shalat Saat Melintasi Daerah Beda Zona Waktu
11 May 2015, 02:10 | Shalat | 8.473 views
Sembilan Orang Anggota Keluarga Terdekat Namun Ternyata Bukan Ahli Waris
10 May 2015, 16:11 | Mawaris | 7.557 views
Benarkah Haram Menyentuh Mushaf Quran Tanpa Wudhu?
9 May 2015, 07:50 | Quran | 11.886 views
Mengapa Kita Tidak Boleh Menggambar Nabi Muhammad SAW?
8 May 2015, 06:30 | Aqidah | 16.687 views
Bolehkah Kita Makan Benda Yang Terbuat Dari Najis
6 May 2015, 10:50 | Kuliner | 5.836 views
Apakah Makanan Yang Syubhat Berarti Hukumnya Haram?
5 May 2015, 10:00 | Kuliner | 15.579 views
Bolehkah Membatalkan Puasa Sunnah dan Haruskah Diqadha?
4 May 2015, 18:32 | Puasa | 20.041 views

TOTAL : 2.299 tanya-jawab | 24,467,159 views