Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Shalat Witir Tiga Rakaat Pakai Tahiyat Awal, Bolehkah? | rumahfiqih.com

Shalat Witir Tiga Rakaat Pakai Tahiyat Awal, Bolehkah?

Sat 20 June 2015 14:20 | Shalat | 13.601 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalaamualaikum,

Ustadz, saya biasa sholat tarawih berjamaah di masjid yang mayoritas adalah muslim dari Asia Selatan (Pakistan).

Yang saya heran, mereka sholat witir 3 rakaat, dengan tahiyat awal, seperti shalat Maghrib.

Apakah ada di antara 4 madzhab yang memperbolehkan hal demikian?

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalat witir umumnya dikerjakan dengan tiga rakaat, walaupun sebenarnya boleh dilakukan hanya dengan satu rakaat saja. Namun memang kurang lazim bila shalat witir dikerjakan hanya dengan satu rakaat saja.

Adapun witir dengan tiga rakaat memang ada banyak variasinya di kalangan para ulama. Setidaknya kita kenal ada tiga cara. Dan yang Anda saksikan itu memang salah satu tiga cara, tepatnya mazhab Al-Hanafiyah. Saudara-saudara kita di Asia Selatan seperti Pakistan dan India memang rata-rata bermazhab Al-Hanafiyah.

1. Cara Pertama

Shalat witir dikerjakan dua rakaat terlebih dahulu lalu disudahi dulu dengan salam, kemudian dikerjakan satu rakaat lagi, sehingga menjadi tiga rakaat dengan dua salam. Cara ini oleh para ulama sering disebut dengan istilah fashl (dipisahkan).

Cara ini adalah pendapat hampir semua mazhab kecuali mazhab Al-Hanafiyah. Bahkan mazhab Al-Malikiyah memakruhkan shalat witir kecuali dengan tata cara seperti ini, kecuali bila seseorang terpaksa karena dia menjadi makmum.

Dalil atas cara seperti ini adalah hadits nabawi berikut ini :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ  أَنَّهُ قَال : كَانَ النَّبِيُّ  يَفْصِل بَيْنَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ بِتَسْلِيمَةٍ

Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu berkata bahwa Nabi SAW memisahkan antara rakaat yang genap dengan rakaat yang ganjil dengan salam. (HR. Ahmad)

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ  كَانَ يُسَلِّمُ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ حَتَّى يَأْمُرَ بِبَعْضِ حَاجَتِهِ

Bahwa Ibnu Umar radhiyallahuanhu mengucapkan salam di antara dua rakaat, sehingga beliau memerintahkan beberapa kebutuhannya.

Asy-Syafi’iyah menyebutkan bahwa ketika shalat witir dikerjakan dua rakaat terlebih dahulu dengan salam, maka dari segi niatnya haruslah disebutkan sebagai niat shalat sunnah dari witir (سنة الوتر) atau muqaddimah witir (مقدمة الوتر).

2. Cara Kedua

Shalat witir dikerjakan langsung tiga rakaat dengan satu salam, tanpa diselingi dengan salam di rakaat kedua. Cara ini disebut dengan washl (bersambung).

Cara ini didasarkan dari hadits berikut :

كَانَ وتِرُ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ إِلاَّ فِي آخِرِهَا

Rasulullah SAW pernah shalat witir dengan lima rakaat tanpa duduk tahiyat kecuali di bagian akhir. (HR. Muslim)

Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah membolehkan cara seperti ini, namun mazhab Al-Malikiyah memakruhkannya.

3. Cara Ketiga

Shalat witir dikerjakan langsung tiga rakaat dengan satu salam, tetapi di rakaat kedua duduk sejenak untuk melakukan duduk tasyahhud awal dan membaca doanya.

Cara seperti ini nyaris mirip dengan shalat Maghrib, kecuali bedanya ketika di dalam rakaat ketiga tetap disunnahkan untuk membaca ayat Al-Quran setelah membaca surat Al-Fatihah.

Dasar dari pendapat ini adalah perkataan Abu Al-‘Aliyah :

عَلَّمَنَا أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ  أَنَّ الْوِتْرَ مِثْل صَلاَةِ الْمَغْرِبِ فَهَذَا وِتْرُ اللَّيْل وَهَذَا وِتْرُ النَّهَارِ

Para shahabat Nabi SAW mengajari kami bahwa shalat witir itu serupa dengan shalat Maghrib. Yang ini (shalat witir) adalah shalat witir malam dan yang itu (shalat Maghrib) adalah shalat witir siang.

Cara shalat witir seperti ini adalah yang menjadi pendapat dari mazhab Al-Hanafiyah.

Namun mazhab Asy-Syafi’iyah mengatakan cara ini boleh saja dilakukan tetapi dengan karahah (kurang disukai). Karena menurut mazhab ini menyamakan shalat witir dengan shalat Maghrib hukumnya makruh.

Mahab Al-Hanabilah tidak membolehkan cara ini tanpa karahah, namun Al-Qadhi Abu Ya’la yang juga ulama dari kalangan mazhab ini melarang shalat witir dengan cara seperti ini. Sedangkan Ibnu Taymiyah yang juga berlatar mazhab Al-Hanabilah memberikan pilihan antara fashl dengan washl.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa, Ada Syariatnya Atau Hanya Tradisi?
18 June 2015, 10:35 | Puasa | 16.473 views
Apakah Bayi Dalam Kandungan Dapat Harta Waris?
15 June 2015, 18:12 | Mawaris | 5.181 views
Mengapa Tulisan di Situs Ini Tidak Dilengkapi Tarjih dan Kajian Haditsnya?
13 June 2015, 07:00 | Hadits | 13.098 views
Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya?
11 June 2015, 06:28 | Puasa | 5.059 views
Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu
10 June 2015, 20:00 | Mawaris | 27.652 views
Keliru Mengira Sudah Maghrib Langsung Makan, Batalkah Puasa Saya?
9 June 2015, 10:50 | Puasa | 7.126 views
Bagaimana Puasanya Umat Sebelum Kita?
8 June 2015, 17:25 | Puasa | 23.076 views
Metode Penetapan Ramadhan & Syawwal Yang Resmi
7 June 2015, 05:01 | Puasa | 7.742 views
Merenggangkan Gigi Haram, Maksudnya Bagaimana?
4 June 2015, 07:22 | Wanita | 12.844 views
Masbuk Mengganti Rakaat Yang Mana?
3 June 2015, 10:50 | Shalat | 19.288 views
Jihad di Jalan Allah Wajibkah Minta Izin?
1 June 2015, 11:00 | Negara | 6.303 views
Bolehkah Berzakat untuk Pembuatan Film Dakwah?
30 May 2015, 08:53 | Zakat | 3.768 views
Benarkah Wanita Haidh dan Nifas Tetap Wajib Mengganti Shalatnya?
25 May 2015, 10:05 | Wanita | 8.186 views
Shalat Dua Rakaat, Duduk Tasyahudnya Tawarruk atau Iftirasy?
20 May 2015, 10:26 | Shalat | 26.718 views
Terlambat ke Masjid Bolehkah Ikut Jamaah Gelombang Kedua?
19 May 2015, 07:32 | Shalat | 8.279 views
Baca Quran Langgam Jawa, Haramkah?
18 May 2015, 10:39 | Quran | 124.668 views
Benarkah Hukuman Buat Muslim Yang Minum Khamar Dicambuk 80 Kali?
15 May 2015, 10:30 | Jinayat | 4.363 views
Kapankah Jatuhnya Puasa Hari Syak dan Haramkah Hukumnya?
13 May 2015, 08:02 | Puasa | 7.836 views
Shalat Saat Melintasi Daerah Beda Zona Waktu
11 May 2015, 02:10 | Shalat | 8.008 views
Sembilan Orang Anggota Keluarga Terdekat Namun Ternyata Bukan Ahli Waris
10 May 2015, 16:11 | Mawaris | 7.218 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,934,494 views