Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Ada Kewajiban Zakat Atas Madu? | rumahfiqih.com

Benarkah Ada Kewajiban Zakat Atas Madu?

Tue 14 July 2015 08:11 | Zakat | 8.713 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz yang dirahmati Allah SWT. Saya sudah baca tulisan ustadz terkait kriteria harta yang wajib dikeluarkan zakatnya hanya harta tertentu saja. Tetapi kemarin saya diberitahu teman bahwa selain tanaman dan ternak, juga ada kewajiban zakat atas hasil panen madu lebah.

Pertanyaan saya :

1. Apa benar ada kewajiban zakat atas madu? Kalau memang ada mohon dalilnya juga.

2. Kalau madu wajib dizakatkan, lalu bagaimana cara menghitung zakatnya?

Demikian pertanyaan saya, semoga ustadz dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjawabnya.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama empat mazhab terpecah menjadi dua pendapat dalam memandang apakah madu terkena zakat atau tidak. Yang mewajibkannya adalah mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah, sedangkan yang mengatakan tidak wajib adalah mazhab Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah.

A. Pendapat Yang Mewajibkan Zakat Madu

Para ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah umumnya sepakat mewajibkan zakat atas madu.

1. Mazhab Al-Hanafiyah

Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani (w. 189 H) salah seorang ulama mazhab Al-Hanafiyah yang juga merupakan murid langsung dari Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah menuliskan tentang kewajiban zakat madu di dalam kitabnya Al-Mabsuth. Berikut petikannya :

ليس فيما دون خمسة أوسق من العسل عشر

Madu yang kurang dari lima wasaq tidak ada kewajiban zakat sepersepuluh. [1]

Maksud dari kalimat ini jelas, yaitu bila jumlah madu yang dimiliki sudah melebihi lima wasaq maka zakatnya adalah sepersepuluh.

Al-Marghinani (w. 593 H) salah satu ulama besar dalam mazhab Al-Hanafiyah menuliskan di dalam kitabnya, Al-Hidayah fi Syarhi Bidayatil Mubtadi sebagai berikut :

وفي العسل العشر إذا أخذ من أرض العشر

Dan pada madu ada kewajiban zakat sepersepulouh bila diambil dari tanah usyur. [2]

2. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620 H) salah satu ulama besar di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan kewajiban zakat madu di dalam kitabnya, Al-Mughni, sebagai berikut :

ومذهب أحمد أن في العسل العشر

Dan mazhab Al-Hanabilah menetapkan bahwa zakat madu sebesar sepersepuluh. [3]

Al-Buhuti (w. 1051 H) salah satu ulama besar di kalangan mazhab Al-Hanabilah menyebutkan bahwa Al-Imam Ahmad mewajibkan zakat madu di dalam kitabnya Ar-Raudh Al-Murbi'. Berikut petikannya :

قال الإمام: أذهب إلى أن في العسل زكاة العشر قد أخذ عمر منهم الزكاة

Al-Imam (Ahmad) berkata,"Aku berpendapat pada madu ada zakat sepersepuluh. Umar telah memungut zakat dari mereka. [4]

Dalam kitabnya yang lain, yaitu Kasysyaf Al-Qinna', Al-Buhuti juga menuliskan sebagai berikut :

و تجب الزكاة أيضا في الخارج من الأرض من الحبوب والثمار وما في معناها والمعادن وما في حكمه أي: حكم الخارج من الأرض من العسل الخارج من النحل.

Dan wajib zakat atas apa yang keluar dari tanah seperti biji-bijian, buah-buahan dan yang semakna dengannya, juga barang tambang dan apa yang sehukum dengannya, yaitu yang keluar dari bumi seperti madu yang keluar dari lebah. [5]

3. Dalil-dalil Yang Digunakan

Mereka berhujjah dengan beberapa dalil, di antaranya hadits-hadits berikut ini :

قَال الأَْثْرَمُ: سُئِل أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: أَنْتَ تَذْهَبُ إِلَى أَنَّ فِي الْعَسَل زَكَاةً؟ قَال نَعَمْ أَذْهَبُ إِلَى أَنَّ فِي الْعَسَل زَكَاةً؛ الْعُشْرَ، قَدْ أَخَذَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مِنْهُمُ الزَّكَاةَ قُلْتُ: ذَلِكَ عَلَى أَنَّهُمْ تَطَوَّعُوا بِهِ؟ قَال: لاَ، بَل أَخَذَهُ مِنْهُمْ

Al-Atsram berkata bahwa Abu Abdillah ditanya,"Benarkah Anda bilang bahwa ada zakat madu?". Beliau menjawab,"Ya, saya katakan bahwa madu itu wajib dizakatkan sepersepuluh. Karena Umar telah memungut zakat madu dari mereka". Dijawab,"Mungkin itu sedekah tathawwu' (sunnah)?". Beliau menjawab,"Tidak, Umar memungut dari mereka (sebagai zakat).

كَتَبَ رَسُول اللَّهِ  إِلَى أَهْل الْيَمَنِ أَنْ يُؤْخَذَ مِنَ الْعَسَل الْعُشْرُ

Rasulullah SAW menuliskan kepada penduduk Yaman agar diambil zakat madu sepersepuluh. (HR. Al-Baihaqi)

أَنَّ النَّبِيَّ  أَخَذَ مِنَ الْعَسَل الْعُشْرَ

Bahwa Nabi SAW memungut zakat madu sepersepuluh.(HR. Ibnu Majah)

فَكَلَّمْتُ قَوْمِي فِي الْعَسَل، فَقُلْتُ لَهُمْ: زَكُّوهُ، فَإِنَّهُ لاَ خَيْرَ فِي ثَمَرَةٍ لاَ تُزَكَّى، فَقَالُوا: كَمْ؟ قَال: فَقُلْتُ: الْعُشْرُ، فَأَخَذْتُ مِنْهُمُ الْعُشْرَ، فَأَتَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا كَانَ فَقَبَضَهُ عُمَرُ فَبَاعَهُ ثُمَّ جَعَل ثَمَنَهُ فِي صَدَقَاتِ الْمُسْلِمِينَ

Aku mengatakan pada kaumku kewajiban zakat madu,"Besarnya sepersepuluh, hasil panen yang tidak dizakatkan itu tidak ada kebaikannya. Mereka bertanya,"Berapa?". Aku bilang,"Sepersepuluh". Maka Aku pungut dari mereka sepersepuluh dan Aku serahkan kepada Umar dan beliau menerimanya dan menjadikan hasilnya dalam zakat umat Islam. (HR. Asy-Syafi'i)

B. Pendapat Yang Tidak Mewajibkan Zakat Madu

Mazhab Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah sepakat mengatakan bahwa tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat atas madu.

1. Mazhab Al-Malikiyah

Ibnu Abdil Barr (w. 463) salah seorang ulama besar di kalangan mazhab Al-Malikiyah menyebutkan dalam kitabnya, Al-Istidzkar, bahwa Al-Imam Malik menolak adanya kewajiban zakat madu. Berikut petikannya :

وأما مالك والثوري والحسن بن حي والشافعي فلا زكاة عندهم في شيء من العسل

Adapun pendapat Al-Imam Malik, Ats-Tsauri, Al-Hasan bin Hay dan Al-Imam Asy-Syafi'i bahwa tidak ada zakat atasnya sedikit pun.[6]

Al-Qarafi (w. 684 H) salah satu ulama mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya, Adz-Dzakhirah, sebagai berikut :

ولا يختلف المذهب في عدم الزكاة في العسل

Mazhab ini tidak berbeda tentang tidak adanya kewajiban zakat pada madu. [7]

2. Mazhab Asy-Syafi'iyah

Al-Mawardi (w. 450 H) salah satu ulama mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan bahwa menurut versi qaul qadim dalam mazhabnya memang diwajibkan zakat atas madu. Namun dalam qaul jadid sudah lagi tidak diwajibkan. Berikut petikannya di dalam kitab Al-Hawi Al-Kabir :

فأما العسل فقد علق الشافعي في القديم القول فيه فجعل ذلك قولا له في إيجاب عشره

Adapun madu maka Asy-Syafi'i mewajibkannya pada qaul qadim. Dan itu menjadi qaul atas wajibnya sepersepuluh zakat madu. [8]

An-Nawawi (w. 676 H) salah ulama besar di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah memastikan tidak adanya kewajiban zakat madu di dalam pendapat mazhabnya. Dalam kitabnya, Raudhatu Ath-Thalibin wa Umdatu Al-Muftiyyin, beliau menyebutkan apa saja yang tidak termasuk kewajiban zakat, yaitu :

ومنها: العسل لا زكاة فيه على الجديد وعلق القول فيه على القديم وقطع أبو حامد وغيره بنفي الزكاة فيه قديما وجديدا

Di antaranya madu. Tidak ada kewajiban zakat atas madu dalam qaul jadid. Ada yang bilang dalam qaul qadim diwajibkan. Namun Abu Hamid Al-Ghazali dan ulama lain menampik bahwa tidak ada kewajiban zakat madu baik dalam qaul qadim ataupun qaul jadid. [9]

C. Cara Mengeluarkan Zakat Madu

Bagi kalangan yang mewajibkan zakat madu, yaitu mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah, sebenarnya zakatnya nyaris sama dengan zakat pertanian. Zakat madu diwajibkan dengan alasan madu adalah hasil bumi. Begitu panen wajib dikeluarkan zakatnya.

Namun apakah jumlah panennya harus mencapai nishab atau tidak, nampaknya kedua mazhab agak berbeda.

Dalam pandangan mazhab Al-Hanafiyah, berapa pun hasil panen madu, tetap wajib dikeluarkan zakatnya, sedikit atau banyak. Sedangkan dalam pandangan mazhab Al-Hanabilah, minimal jumlah hasil panen sebesar sepuluh afraq, baru kena zakat. Dasarnya adalah hadits berikut :

إِنْ أَدَّيْتُمْ صَدَقَتَهَا عَنْ كُل عَشَرَةِ أَفْرَاقٍ فَرْقًا حَمَيْنَاهَا لَكُمْ

Bila kamu tunaikan zakatnya, tiap sepuluh afraq zakatnya satu farq.

Nilai 10 afraq untuk ukuran zaman sekarang ini? Tentu kita perlu tahu juga hasil konversinya. Untuk itu mari kita lihat kitab fiqih kontemporer, yaitu Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili. Beliau menuliskan di dalam kitabnya sebagai berikut :

والفرق عندهم ستة عشر رطلاً، فيكون النصاب مئة وستين رطلاً بالبغدادي أو 34و7/ 2 رطل دمشقي، ومئة وأربعة بالمصري، والرطل عند الحنفية: 130 درهماً، والدرهم الوسطي (975،2 غم).

Satu farq dalam pandangan mazhab Hambali setara dengan 16 rithl. Jadi nishabnya 160 rithl Baghdadi. Atau setara dengan 34 2/7 menurut rithl Damaskus, atau 104 menurut rithl Mesir.

Satu rithl dalam mazhab Hanafi sama dengan 130 dirham. Dan satu dirham pertengahan sama dengan 2,975 gram.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani, Al-Mabsuth, jilid 2 hal. 154

[2] Al-Marghinani, Al-Hidayah fi Syarhi Bidayatil Mubtadi, jilid 1 hal. 108

[3] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 3 hal. 20

[4] Al-Buhuti, Ar-Raudh Al-Murbi', jilid 1 hal. 206

[5] Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna'', jilid 1 hal. 206

[6] Ibnu Abdil Barr, Al-Istidzkar, jilid 3 hal. 240

[7] Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 3 hal. 75

[8] Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 2 hal. 236

[9] An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin wa Umdatu Al-Muftiyyin, jilid 2 hal. 232

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perluasan Makna Fi Sabilillah Sebagai Mustahiq Zakat
13 July 2015, 00:09 | Zakat | 52.474 views
Nishab Zakat Uang, Ikut Nishab Emas atau Nishab Perak?
11 July 2015, 02:00 | Zakat | 13.385 views
Teknis Menghitung Zakat Uang
10 July 2015, 11:00 | Zakat | 12.484 views
Asal-Usul Anjuran Berbuka Puasa Dengan Yang Manis-manis
9 July 2015, 00:01 | Puasa | 22.045 views
Mohon Diterangkan Apa Perbedaan Antara Zakat Infaq dan Sedekah?
8 July 2015, 03:38 | Zakat | 116.355 views
Zakat Penghasilan Tidak Sampai Nisab, Bagaimana Zakat Profesinya?
7 July 2015, 08:23 | Zakat | 20.957 views
Mohon Ciri-ciri Lailatul Qadar Sesuai Hadits Nabi
4 July 2015, 14:08 | Puasa | 18.507 views
Zakat Lewat Amil Kurang Mantab Rasanya?
3 July 2015, 13:17 | Zakat | 26.904 views
Mengapa Para Ulama Masih Berbeda Pendapat Dalam Zakat Profesi?
30 June 2015, 06:16 | Zakat | 33.706 views
Mencabut Kemaluan Menjelang Shubuh Keluar Mani di Luar, Batalkah Puasanya?
28 June 2015, 01:02 | Puasa | 14.032 views
Kebetulan Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?
27 June 2015, 13:46 | Puasa | 13.835 views
Apa Benar Talak Yang Langsung Dirujuk Sebelum Iddah Belum Terhitung Talak Satu?
25 June 2015, 02:00 | Nikah | 15.122 views
Diberi Kelebihan Saat Pembayaran Hutang, Apakah Tetap Riba Hukumnya?
24 June 2015, 08:15 | Muamalat | 15.264 views
Puasa Tetapi Tidak Shalat, Apakah Puasanya Sah?
22 June 2015, 09:12 | Puasa | 13.168 views
Shalat Witir Tiga Rakaat Pakai Tahiyat Awal, Bolehkah?
20 June 2015, 14:20 | Shalat | 57.405 views
Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa, Ada Syariatnya Atau Hanya Tradisi?
18 June 2015, 10:35 | Puasa | 30.532 views
Apakah Bayi Dalam Kandungan Dapat Harta Waris?
15 June 2015, 18:12 | Mawaris | 8.368 views
Mengapa Tulisan di Situs Ini Tidak Dilengkapi Tarjih dan Kajian Haditsnya?
13 June 2015, 07:00 | Hadits | 15.870 views
Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya?
11 June 2015, 06:28 | Puasa | 7.111 views
Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu
10 June 2015, 20:00 | Mawaris | 79.383 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 38,218,133 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-11-2019
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:04 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img