Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berapa Kilometer Jarak Bolehnya Mengqashar Shalat? | rumahfiqih.com

Berapa Kilometer Jarak Bolehnya Mengqashar Shalat?

Wed 9 November 2016 05:00 | Shalat | 7.484 views

Pertanyaan :
Berapakah jarak minimal perjalanan untuk bisa dibolehkannya bagi kita menqashar shalat? Ada yang bilang jaraknya sampai 90 Km. Pertayaannya :
  1. Dari mana ketemu jarak 90 km itu? Apakah di zaman Nabi SAW sudah ada ukuran jarak 90 km?
  2. Llau kalau kita di Jakarta, sampai sejauh mana kira-2 90 km itu, ustadz?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tentu saja jarak 90 km itu adalah jarak perkiraan atau hasil konversi. Tentu tidak terlalu presisi sekali, karena lebih merupakan pembulatan. Tetapi tetap jarak 90-an kilomoter itu punya dasar yang cukup kuat dan telah disepakati oleh mayoritas ulama.

Dalam hal ini Doktor Wahbah Az-Zuhaili menegaskan bahwa jarak 90-an km itu merupakan pendapat jumhur ulama (mayoritas), baik dari kalangan mazhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah maupun juga mazhab Al-Hanabilah. Semua sepakat bahwa minimal berjarak 4 burud yaitu jarak yang memisahkan antara kota Mekkah dan Usafan.

Lalu apa dasar yang digunakan oleh tiga mazhab mayoritas ulama ini?

Hadits yang paling banyak digunakan adalah hadits berikut ini :

يَاأَهْلَ مَكَّةَ لاَ تَقْصُرُوا فيِ أَقَلِّ مِنْ أَرْبَعَةِ بَرْدٍ مِنْ مَكَّةَ إِلىَ عُسْفَان

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Wahai penduduk Mekkah, janganlah kalian mengqashar shalat bila kurang dari 4 burud, dari Mekkah ke Usfan". (HR. Ad-Daruquthuny)

Latar belakang hadits ini adalah ketika Rasulullah SAW dan para shahabat dari Madinah dan berbagai negeri di luar kota Mekkah melaksanakan ibadah haji di tahun kesepuluh hijriyah, saat itu Beliau SAW selalu mengqashar shalat dan sekaligus menjamak shalat-shalat ruba'iyah, yaitu Zhuhur-Ashar dan Maghrib-Isya'. Setidaknya 4 hari lamanya beliau melakukannya yaitu sejak tanggal 9-10-11-12 Zulhijjah.

Perbuatan Beliau SAW ini tentu saja diikuti oleh para jamaah haji lainnya, tidak terkecuali warga lokal penduduk Kota Mekkah. Namun Rasulullah SAW melarang penduduk lokal Mekkah untuk mengqashar shalat, dengan dasar karena mereka tidak sedang dalam safar. Beliau SAW pun mengatkatan kalau mau mengqashar atau menjamak shalat, minimal jaraknya adalah antara Mekka dan Usafan.

Lalu berapakah jarak 4 burud itu sesungguhnya?

Di kitab-kitab fiqih klasik sebenarnya sudah terjawab, namun yang jadi masalah ternyata besaran jarak di masa kitab-kitab klasik itu ditulis berbeda dengan besaran jarak di masa sekarang ini. Sehingga tetap masih menyulitkan.

  • Disebutkan bahwa jarak itu adalah 24 mil, tapi istilah mil ini sendiri ada banyak versinya. Karena ada juga versi Jarak ini juga sama dengan 48 mil hasyimi.
  • Juga disebutkan jaraknya adalah 16 farsakh. Dan istilah farsakh ini pun juga tidak dikenal di masa sekarang ini.

Tetapi bukan berarti tidak ada jalan alternatif. Mengapa tidak kita ukur saja langsung jarak antara Mekkah dan Usafan di hari ini?

Apakah kita harus berangkat ke Mekkah dan mengukur sendiri pakai meteran? Tentu saja tidak perlu. Toh, di zaman modern seperti ini kita bisa dengan mudah menggunakan teknologi yang sudah sangat akrab dengan kita, yaitu GPS. Semua orang yang suka naik ojek online pasti tahu yang namanya GPS.

Jadi mudah saja, mari kita manfaat GPS atau mudahnya coba buka Google Maps dan coba kita ukur jaraknya di hari ini menggunakan besaran Kilometer (km).

Usafan terletak antara Mekkah dan Madinah. Dari Makkah berjalan ke arah Utama. Posisinya berada di Timur Laut kota Jeddah. Dari gambar hasil jepretan terlihat jelas jarak antara Mekkah dan Usafan mencapai 89 Km jauhnya. Dan ini sesuai dengan apa yang dituliskan oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili di dalam kitab beliau, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu.

وتقدر بحوالي (89 كم) وعلى وجه الدقة:88.704 كم ثمان وثمانين كيلو وسبع مئة وأربعة أمتار

Dan dikonversikan menjadi sekitar 89 Km atau secara lebih presisi 88,704 km. Delapan Puluh Delapan Kilometer Tujuh Ratus Empat Meter. [1]

Disebutkan bahwa di masa lalu Usafan ini salah satu rute kalau orang-orang mau bepergian ke Madinah. Setidaknya merupakan salah satu rute yang biasa dilalui orang-orang. Banyak ditumbuhi pohon-pohon kurma di sekitarnya.

Maka sudah sangat jelas dari mana didapatkannya jarak 90-an km untuk jarak minimal dibolehkannya menqashar atau menjamak shalat. Jawabannya adalah hadits Rasulullah SAW dan kemudian diproses lewat pengukuran secara langsung secara empiris.

Jarak 90 Km di Jakarta

Lalu kalau jaraknya harus sekitar 90-an kilometer, kira-kira kalau kita ada di Jakarta ini sampai sejauh mana perjalanan jauhnya memenuhi kebolehan menqashar shalat?

Sekali lagi mari kita coba ukur-ukur dengan cara sederhana tetapi tetap akurat. Anggaplah kita di Jakarta ini tinggal di tengah-tengah kota, sebut misalnya kita berada di Masjid Istiqlal. Lau kita pergi ke arah Bogor Jawa Barat. Ternyata kota Bogor itu belum sampai 90-an kilometer.

Bagaimana dengan Cisatua Puncak?

Kita ukur lagi pakai GPS. Posisi awal tetap di Masjid Istiqlal dan tujuannya kita geser ke Cisarua Puncak. Bagaimana hasilnya? Ah, ternyata juga belum sampai 90-an kilometer.

Kita teruskan ke Puncak yaitu Masjid Ta'awun yang terkenal itu. Bagaimana? Apakah sudah melewati 90 kilometer? Coba lihat hasilnya berikut ini :

Ternyata jarak Jakarta (Masjid Istiqlal) ke Puncak (Masjid Ta'awun) juga belum sampai 90 kilometer. Jelas tertulis di layar GPS jaraknya baru sampai 83 kilometer. Padahal seharusnya paling tidak 88 km plus 704 meter. Ternyata kurang 5-6 kilomter lagi. Dan kalau mau aman yaitu 90 kilometer, jaraknya kurang 7 kilometer lagi.

 

Wallahu a'lam bishshawab, wssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, jilid 2 hal. 1343


Baca Lainnya :

Kulit Bangkai Bisa Menjadi Suci Kalau Disamak?
1 November 2016, 18:45 | Thaharah | 6.357 views
Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun
30 October 2016, 01:32 | Shalat | 14.942 views
Mengapa Makna Ayat-ayat Alquran Sering Berbeda?
28 October 2016, 12:03 | Quran | 11.261 views
Bolehkah Kita Bertayammum Hanya Memakai Debu pada Dinding Rumah atau Kursi Pesawat?
27 October 2016, 06:40 | Thaharah | 5.638 views
Perang Sesama Muslim dan Saling Berbunuhan, Jihadkah?
25 October 2016, 15:47 | Dakwah | 19.061 views
Sadar dan Tahu Saat Melakukan Dosa Besar, Bagaimana Cara Bertaubat?
23 October 2016, 04:10 | Umum | 2.627 views
Bolehkah Minum Air Kencing Unta?
19 October 2016, 04:40 | Kuliner | 4.284 views
Hukum Makan Daging Buaya : Halalkah?
17 October 2016, 07:40 | Kuliner | 6.329 views
Wali Nikah Bukan Ayah Kandung
16 October 2016, 06:17 | Nikah | 28.155 views
Adakah Zakat Atas Tanah Gusuran?
14 October 2016, 10:00 | Zakat | 2.883 views
Tax Amnesty, Pajak Dalam Pandangan Syariah: Wajib atau Haram?
2 October 2016, 06:59 | Muamalat | 29.330 views
Adakah Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun
1 October 2016, 18:25 | Hadits | 20.565 views
Sudah Mampu Secara Harta, Bolehkah Menunda Pergi Haji?
22 September 2016, 05:12 | Haji | 15.414 views
Bolehkah Wanita Menyembelih Hewan Qurban atau Aqiqah?
15 September 2016, 02:20 | Qurban Aqiqah | 5.042 views
Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?
10 September 2016, 03:01 | Haji | 11.339 views
Diqurbankan Oleh Perusahaan Tempat Bekerja
8 September 2016, 05:44 | Qurban Aqiqah | 5.553 views
Benarkah Puasa Tanggal 9 Dzulhijjah Harus Mengacu Kepada Wuquf di Arafah?
3 September 2016, 03:30 | Puasa | 9.772 views
Pedoman Panitia Penyembelihan Hewan Qurban
2 September 2016, 06:01 | Qurban Aqiqah | 18.191 views
Bisakah Perusahaan Melakukan Penyembelihan Hewan Qurban?
1 September 2016, 09:12 | Qurban Aqiqah | 5.737 views
Kapan Peran Ayah sebagai Wali Nikah Boleh Digantikan?
30 July 2016, 23:00 | Nikah | 13.127 views

TOTAL : 2.290 tanya-jawab | 21,924,204 views