Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Waris terhadap Keluarga | rumahfiqih.com

Waris terhadap Keluarga

Mon 21 April 2008 23:54 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.862 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Ustadz, saya mempunyai ayah yang sudah meninggal dunia meninggalkan satu orang isteri dan 3 orang anak laki-laki (saya anak tertua), serta seorang ibu kandung sedangkan ayahnya(kakek saya) sudah meninggal. pertanyaan saya ustadz

1. bagaimana tentang pembagian waris terhadap kami sekeluarga?

2. ayah saya juga mempunyai saudara, 2 orang laki-laki, dan 5 orang saudari perempuan. apakah mereka juga mendapatkan hak waris?

Terima kasih atas jawaban ustadz

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahli waris bagi seorang yang meninggal adalah isteri/suami, anak-anak dan orangtua (ayah dan ibu).

Dalam kasus Anda, berarti ahli waris beliau adalah:

1. Isteri

Dalam hal ini adalah ibu Anda. Beliau telah ditetapkan oleh Al-Quran prosentase besaran yang menjadi haknya. Besar 1/8 bagian, atau 12, 5%. Dihitung dari total harta yang diwariskan oleh Ayah

Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu.(QS. An-Nisa': 12)

Anggap saja setelah dikurangi dengan hutang, wasiat dan pengurusan jenazah, harta peninggalan milik Ayah Anda sebesar 8 milyar. Maka ibu Anda sebagai isteri beliau berhak mendapatkan 1/8 x 8 M = 1 milyar.

2. Ibu

Karena Ayah dari Ayah Anda sudah tiada, maka yang mendapatkan warisan tinggal Ibu saja. Hak beliau sebagaimana yang disebutkan

Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak (QS. An-Nisa': 11)

Jadi meneruskan ilustrasi di atas, Ibunya Ayah Anda ini berhak atas harta almarhum sebenar 1/6 dari total. Kalau totalnya 8 M, maka beliau berhak 1/6 x 8 M = 1, 33 milyar

3. Anak-anak

Karena anak berjenis kelamin laki-laki, maka harta warisan berhenti sampai di sini. Padahal seharusnya total ahli waris ada 25 pihak, sampai ke paman, bibi, keponankan, dan seterusnya.

Tapi syariat Islam telah menetapkan, keberadaan anak laki-laki buat almarhum akan membuat warisan itu berhenti sampai lingkaran terdalam saja. Para paman, bibi, keponakan, bahkan saudara almarhum, baik kakak maupun adik, terhalang haknya karena keberadaan anak laki-laki dari almarhum.

Keberadaan anak laki-laki akan membuat posisi semua anak menjadi ashabah.

Ashabah?

Ya, ashabah itu maksudnya sisa pembagian. Terkadang orang-orang yang mendapat warisan lewat ashabah ini bisa dapat banyak, tapi kadang juga sedikit. Tergantung orang-orang yang menjadi ashabul furudh. Kalau jumlah mereka banyak, maka sisanya bisa jadi sedikit. Dan begitu sebaliknya.

Dalam kasus ini, ashabah lumayan dapat banyak, karena yang menjadi ashabul furudh hanya 2 orang saja, yaitu Ibu dan isteri, seperti yang sudah ditetapkan hak mereka di atas.

Jadi kalau kita anggap harta milik almarhum itu 1 bulatan besar, maka hak para ashabah adalah sisa dari apa yang sudah diambil duluan oleh isteri dan ibu almarhum.

Isteri berhak atas 1/8 bagian = 1 M, sedangkan Ibu almarhum berhak atas 1/6 bagian = 1, 3 M. Jadi sisanya adalah 5, 7 M.

Terus sisa yang 5, 7 milyar itu tinggal dibagi rata bertiga. Silahkan hitung sendiri saja. Gampang sekali.

Bagaimana Nasib Saudara Ayah?

Tadi di atas sudah dijelaskan, nasib mereka kurang beruntung kali ini. Sebab kedudukan mereka sebagai kakak atau adik almarhum, baik laki atau perempuan, terhalang dan tertutup.

Mereka tidak berhak mendapat bagian apa-apa dari warisan Ayah sebagai saudara mereka sendiri. Kenapa?

Karena almarhum punya anak laki-laki. Barangkali itulah mengapa tanpa sadar banyak keluarga yang mendambakan punya anak laki-laki. Ternyata keberadaan anak laki-laki dapat 'melindungi' warisan ayahnya agar tidak jatuh ke ahli waris yang lebih luar.

Kalau saja sejak kecil pendidikan tentang pembagian warisan ini dipelajari oleh semua anggota keluarga, rasanya sih tidak akan muncul masalah. Kenapa seringkali muncul konflik keluarga saat membagi warisan?

Jawabannya karena umumnya mereka tidak paham tentang ajaran Islam, wabil khusus pembagian warisan.

Sehingga seringkali seorang muslim yang jahil pada agamanya merasa akan dapat warisan besar dari saudaranya. Lalu dia berharap terlalu banyak. Setelah tahu ternyata tiba-tiba dihadapkan pada kenyataaan bahwa dirinya tidak punya hak warisan dari almarhum, dia meradang.

Padahal seandainya dirinya sejak kecil telah dididik oleh orangtuanya belajar ilmu warisan, insya Allah dia tahu mana haknya dan mana yang bukan haknya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah > Hadats | 33.965 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer > Fenomena sosial | 10.822 views
Apakah Ustad Anti Wahabi?
21 April 2008, 00:30 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 30.609 views
Bisakah Akhwat Masuk LIPIA?
21 April 2008, 00:29 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 19.138 views
Nikah, Main-Main Pun Jadi?
20 April 2008, 01:33 | Pernikahan > Akad | 11.589 views
Kekhalifahan JAI VS Kekhalifahan Rasullullah
20 April 2008, 00:31 | Negara > Khilafah Negara Islam | 6.916 views
Bingung Menyikapi Perbedaan
19 April 2008, 01:16 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 7.184 views
Rindu Teori dan Sistem Pendidikan Islam
19 April 2008, 00:57 | Negara > Sikap bernegara | 6.044 views
Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?
18 April 2008, 00:00 | Aqidah > Aliran-aliran | 6.945 views
Mengulang Shalat Karena Kurang Khusyu'
17 April 2008, 01:06 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 27.381 views
Adegan Lesbianisme di Video Klip PADI
16 April 2008, 21:41 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.068 views
Apakah Perbedaan Itu Rahmat Ataukah Adzab?
15 April 2008, 23:04 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 8.968 views
Ahmad Heriyawan, Ustadz yang Jadi Gubernur
15 April 2008, 00:38 | Negara > Pejabat Penguasa Pemerintah | 6.892 views
Mengapa Manusia Berbeda-Beda?
14 April 2008, 19:44 | Umum > Sosial | 28.794 views
Mama Lauren Bukan Dukun?
14 April 2008, 01:58 | Aqidah > Dukun | 8.460 views
Zakat Mobil
14 April 2008, 01:53 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 6.844 views
Kehalalan Alkohol?
11 April 2008, 23:18 | Kuliner > Alkohol | 9.504 views
Fatwa Dr. Yusuf Qordhowi Tentang Halalnya 0.5% Alkohol
11 April 2008, 02:57 | Kuliner > Alkohol | 13.338 views
Haramkah Uang Rupiah Kita?
11 April 2008, 01:31 | Muamalat > Uang | 7.295 views
Harta Pemberian Orang Tua
10 April 2008, 23:15 | Mawaris > Harta waris | 6.859 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,162,176 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

23-9-2020
Subuh 04:26 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:57 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img