Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid | rumahfiqih.com

Hukum Menggauli Isteri yang Sedang Haid

Tue 22 April 2008 22:26 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 6.910 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warahmatullohiwabarokaatuh

Pak Ustadz, saya mau menanyakan bagaimana hukumnya menggauli isteri yang sedang haid, tapi bukan di tempat senggama?(misal di tempat antara pusar ke bawah sampai lututnya kecuali farjinya)

Mohon penjelasan dari Pak Ustadz dan di sertai dalil dalil fiqih dan pendapat dari Imam Madzhab empat (Hanafi, Maliki, Hambali dan Imam Syafi'i) terima kasih

Wassalamu'alaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wanita yang sedang mendapat haid haram disetubuhi oleh suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(QS. Al-Baqarah:222)

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.

Mazhab Hanbali membolehkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

Dari Anas ra bahwa orang yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan." (HR Muslim)`.

Dari Aisyahra berkata, "Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh." (HR Muslim)`.

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap berlangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja, tetapi juga sudah selesai dari mandi janabah.

Sebab dalam surat Al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat Al-Malikiyah dan As-Syafi`iyah serta al-Hanafiyah.

Kaffarat Menyetubuhi Wanita Haidh

Bila seorang wanita sedang haid disetubuhi oleh suaminya maka ada hukuman baginya menurut al-Hanabilah. Besarnya adalah satu dinar atau setengah dinar dan terserah memilih yang mana. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW berikut:

Dari Ibn Abbas dari Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang menyetubuhi isterinya dalam keadaan haidh: `Orang yang menyetubuhi isterinya diwaktu haid haruslah bersedekah satu dinar atau setengah dinar` (HR Khamsah dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Al-Qaththan)

As Syafi`iyah memandang bahwa bila terjadi kasus seperti itu tidaklah didenda dengan kafarat, melainkan hanya disunnahkan saja untuk bersedekah. Satu dinar bila melakukannya diawal haid, dan setengah dinar bila diakhir haid.

Namun umumnya para ulama seperti al-Malikiyah dan as-Syafi`iyah dalam pendapatnya yang terbaru tidak mewajibkan denda kafarat bagi pelakunya cukup baginya untuk beristigfar dan bertaubat.

Sebab hadis yang menyebutkan kafarat itu hadis yang mudah tharib sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Nailul Authar jilid 1 halaman 278.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Waris terhadap Keluarga
21 April 2008, 23:54 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.862 views
Arti Janabah
21 April 2008, 23:14 | Thaharah > Hadats | 33.964 views
Belajar Bahasa Arab Autodidak?
21 April 2008, 01:09 | Kontemporer > Fenomena sosial | 10.822 views
Apakah Ustad Anti Wahabi?
21 April 2008, 00:30 | Kontemporer > Kelompok/Aliran | 30.609 views
Bisakah Akhwat Masuk LIPIA?
21 April 2008, 00:29 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 19.138 views
Nikah, Main-Main Pun Jadi?
20 April 2008, 01:33 | Pernikahan > Akad | 11.589 views
Kekhalifahan JAI VS Kekhalifahan Rasullullah
20 April 2008, 00:31 | Negara > Khilafah Negara Islam | 6.916 views
Bingung Menyikapi Perbedaan
19 April 2008, 01:16 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 7.182 views
Rindu Teori dan Sistem Pendidikan Islam
19 April 2008, 00:57 | Negara > Sikap bernegara | 6.044 views
Kekuatan Asing di Belakang Ahmadiyah?
18 April 2008, 00:00 | Aqidah > Aliran-aliran | 6.945 views
Mengulang Shalat Karena Kurang Khusyu'
17 April 2008, 01:06 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 27.380 views
Adegan Lesbianisme di Video Klip PADI
16 April 2008, 21:41 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.068 views
Apakah Perbedaan Itu Rahmat Ataukah Adzab?
15 April 2008, 23:04 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 8.967 views
Ahmad Heriyawan, Ustadz yang Jadi Gubernur
15 April 2008, 00:38 | Negara > Pejabat Penguasa Pemerintah | 6.892 views
Mengapa Manusia Berbeda-Beda?
14 April 2008, 19:44 | Umum > Sosial | 28.792 views
Mama Lauren Bukan Dukun?
14 April 2008, 01:58 | Aqidah > Dukun | 8.460 views
Zakat Mobil
14 April 2008, 01:53 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 6.844 views
Kehalalan Alkohol?
11 April 2008, 23:18 | Kuliner > Alkohol | 9.504 views
Fatwa Dr. Yusuf Qordhowi Tentang Halalnya 0.5% Alkohol
11 April 2008, 02:57 | Kuliner > Alkohol | 13.338 views
Haramkah Uang Rupiah Kita?
11 April 2008, 01:31 | Muamalat > Uang | 7.293 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,158,573 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2020
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img