Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar? | rumahfiqih.com

Syariah Qunut Subuh Mana yang Benar?

Fri 17 March 2006 01:58 | Shalat > Qunut | 10.777 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb

Ustadz rohimakumulloh yang saya hormati, alhamdulillah ana sangat menyukai rubrik yang ustadz asuh karena telah dapat menambah wawasan saya terhadap Islam, di mana salah satu yang saya dapat adalah mengenai tidak diperbolehkannya taqlid buta ataupun fanatik terhadap mazhab.

Berkaitan dengan hal tersebut, saya masih memiliki ganjalan terhadap pelaksanaan qunut di sholat subuh, di mana jamaah lingkungan ana melaksanakannya, namun ana tidak melakukannya, ana hanya mengangkat tangan. Hal ini dilakukan karena berpendapat mereka belum dapat menerima hal itu (tidak qunut) dan akan menghambat dakwah ana di lingkungan. Perlu ustadz ketahui ana tidak melakukan qunut lebih dikarenakan adanya keraguan dalam diri ana.

Untuk itu penjelasan dari Ustadz, ana harap sehingga dapat meyakinkan ibadah yang ana laksanakan (Insya Alloh)

Atas perhatiannya diucapkan terima kasih

Wassalamualaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Qunut di dalam shalat shubuh memang merupakan bagian dari masalah yang diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian ulama tidak menerima dalil tentang qunut shalat shubuh, namun sebagian lainnya tetap memandang bahwa hadits tentang qunut shalat shubuh itu ada dan kuat.

Di dalam kitab Subulus Salam Bab Tata Cara Shalat disebutkan beberapa hadits yang terkait dengan dasar landasan syar'i qunut pada shalat shubuh. Hadits-hadits itu antara lain:

Dari Anas bin Malik ra. berkata bahwa Nabi SAW melakukan qunut selama sebulan untuk mendoakan kebinasaan arab, kemudian beliau meninggalkannya. (HR Muttaqfaq 'alaihi)

Dan dari riwayat Imam Ahmad dan Ad-Daruquthuny sepeti itu juga dari bentuk yang berbeda dengan tambahan: Sedangkan pada shalat shubuh, maka beliau tetap melakukan qunut hingga beliau meninggal dunia.

Juga ada hadits lainnya lewat Abu Hurairah ra.

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bila bangun dari ruku'-nya pada shalat shubuh di rakaat kedua, beliau mengangkat kedua tanggannya dan berdoa:Allahummahdini fii man hadait...dan seterusnya." (HR Al-Hakim dan dishahihkan)

Juga ada hadits lainnya:

Dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW mengajari kami doa untuk dibaca dalam qunut pada shalat shubuh. (HR Al-Baihaqi)

Dengan adanya beberapa hadits ini, maka para ulama salaf seperti Asy-Syafi'i, Al-Qasim, Zaid bin Ali dan lainnya mengatakan bahwa melakukan doa qunut pada shalat shubuh adalah sunnah.

Namun sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa tidak ada kesunnahan dalam qunut shalat shubuh. Hal ini mereka katakan lantaran hadits-hadits di atas ditolak kekuatannya. Misalnya hadits riwayat Abu Hurairah itu, mereka katakan dhaif lantaran di dalamnya ada perawi yang bernama Abdullah bin Said Al-Maqbari. Dia dianggap oleh banyak muhaddits sebagai orang yang tidak bisa dijadikan hujjah. Hadits Ibnu Abbas pun juga didahifkan oleh sebagian ulama.

Di samping itu juga ada hadits-hadits lainnya yang secara tegas mengatakan bahwa qunut shubuh itu bid'ah.

Dari Saad bin Thariq Al-Ashja'i ra. berkata, "Aku bertanya kepada ayahku,"Wahai Ayah, Anda dulu pernah shalat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Apakah mereka qunut pada shalat shubuh?" Ayahku menjawab,"Wahai anakku., itu adalah bid'ah." (HR. Tirimizy, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dari Anas ra. berkata bahwa Nabi SAW tidak berqunut kecuali jika beliau mendoakan kebaikan atas suatu kaum atau mendoakan keburukan. (HR Ibnu Khuzaemah).

Qunut Shubuh: Khilaf Sepanjang Zaman

Dan masih banyak lagi dalil-dalil syar'i yang saling berbeda, di mana masing-masing ulama saling mempertahankan pandangannya. Dan keadaan ini tidak akan berakhir dengan kekalahan atau kemenangan salah satu pihak. Tetapi tetap akan terus terjadi saling mempertahankan pendapat.

Karena itu sebaiknya buat anda, tidak perlu ikut terjebak dalam masalah perbedaan pendapat ini, hingga harus menambah pe-er baru di tengah masyarakat. Kalau anda tinggal di sebuah komunitas yang menjalankan qunut shubuh, sebaiknya anda menghormati mereka. Janganlah tampakkan perbedaan anda dengan mereka secara konfrontatif. Sebab boleh jadi mereka malah memandang bahwa yang tidak pakai qunut itu adalah lawan mereka.

Sebagai seorang da'i, tentu posisi seperti sangat tidak produktif. Apalagi masalahnya pun sekedar perbedaan pandangan kalangan ahli hadits dan ahli fiqih. Sementara anda dan masyarakat tempat anda tinggal itu, tidak satu pun yang punya kualifikasi sebagai ahli hadits atau pun ahli fiqih. Jadi buat apa saling berdebat yang bukan wilayah keahliannya.

Namun anda tetap boleh memilih salah satunya, terutama bila anda lebih merasa yakin dengan pendapat salah satunya itu. Asalkan sebelumnya anda perlu menimbang dulu mana yang lebih baik buat dakwah anda itu.

Dan para ulama sendiri tidak pernah melarang seseorang untuk berpindah mazhab. Juga tidak pernah mewajibkan seseorang untuk selalu berpegang pada satu pedapat saja.

Di masa mereka, para ulama yang berbeda tentang hukum qunut itu bisa shalat berjamaah dengan rukun, tanpa harus saling menjelekkan apalagi saling mencaci ata mengatakan tukang bid'ah.

Semoga Allah SWT meluaskan ilmu kita dan semakin memberikan kecerdasan syariah kepada umat ini. Amien.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu;'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Bolehkah Beribadah Karena Mengejar Pahala?
15 March 2006, 07:17 | Umum > Tasawuf | 6.843 views
Khilafah Yang Kita Idamkan...
15 March 2006, 07:13 | Negara > Khilafah Negara Islam | 7.134 views
MLM yang Bagaimana yang Dibolehkan?
15 March 2006, 04:36 | Muamalat > MLM | 15.602 views
Asuransi Jiwa 'Prudential Life' dalam Kacamata Islam
15 March 2006, 03:19 | Muamalat > Asuransi | 8.010 views
Apakah Setelah Taubat Dosa Seorang Hamba Tetap Dipertanggungjawabkan?
14 March 2006, 06:21 | Aqidah > Akhirat | 22.515 views
Memakai 'Sikep' Bolehkah Menurut Islam?
14 March 2006, 05:59 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 6.909 views
Pernah Zina di Masa Sebelum Tegaknya Hukum Islam, Haruskah Dirajam?
13 March 2006, 03:46 | Jinayat > Zina | 6.526 views
Benarkah Ibadah Haji Karena Dinas Belum Menggugurkan Wajib Haji
10 March 2006, 03:54 | Haji > Kewajiban | 5.885 views
Hukuman bagi Pezina Berjenis Sama
9 March 2006, 08:59 | Jinayat > Zina | 6.155 views
Memagari Rumah
9 March 2006, 08:50 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 6.924 views
Bolehkan Bunga Bank untuk Keperluan RT?
9 March 2006, 08:12 | Muamalat > Bank | 6.024 views
Halal dan Barokah-kah Investasi Saya?
8 March 2006, 10:01 | Muamalat > Syubhat | 6.271 views
Apakah Landasan Syar'i Kita Boleh Berpolitik?
8 March 2006, 04:25 | Negara > Arus politik | 5.641 views
Bagaimana Cara Mengganti Sholat yang Tertinggal?
8 March 2006, 04:20 | Shalat > Shalat Qadha | 24.585 views
Dapat Pacar Dari Guna-guna
8 March 2006, 04:19 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 7.096 views
Batas Zina yang Mewajibkan Rajam/Cambuk
7 March 2006, 06:45 | Jinayat > Zina | 7.333 views
Mazhab yang Kelima, Mazhab Apa?
7 March 2006, 05:00 | Ushul Fiqih > Mazhab | 8.745 views
Cara Membedakan Al-Qur'an yang Asli dengan Al-Qur'an Yang Sudah Diubah Tangan-Tangan Tak Bertanggungjawab?
6 March 2006, 02:36 | Al-Quran > Mushaf | 7.252 views
Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin
3 March 2006, 07:21 | Pernikahan > Mahar | 9.334 views
Adakah Dasar Sunnah untuk Memboikot Denmark?
3 March 2006, 07:18 | Kontemporer > Dalil | 5.219 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,008,207 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

8-8-2020
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:22 | Maghrib 17:58 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img