Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Dosa Riba Setara Berzina Dengan Ibu Kandung Sendiri? | rumahfiqih.com

Dosa Riba Setara Berzina Dengan Ibu Kandung Sendiri?

Thu 13 February 2014 00:32 | Muamalat > Riba | 145.222 views

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr wb,

Saya mohon bertanya ustadz.. Mohon informasinya ya ustadz

Hadist manakah yang menyatakan bahwa dosa riba itu sama dengan dosa berzinah dengan orang tua kandung sendiri ?

Terima kasih sebelumnya ustadz,

Wassalamu’alaiku wr. wb.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saking dahsyatnya riba itu, sampai disebutkan bahwa dosa menjalankan riba itu setara dengan berzina ibu kandung sendiri.

Berzina saja sudah berdosa, apalagi berzinanya dengan ibu kandung sendiri, tentu dosanya berlipat-lipat. Sebab ibu kandung adalah wanita mahram yang haram untuk dinikahi. Kalau pun tidak dengan jalan zina tetapi dengan pernikahan pun juga tetap berdosa.

Hadits yang menegaskan hal itu adalah hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ اَلنَّبِيِّ قَالَ: اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,"Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Yang menarik dari hadits di atas adalah ketika disebutkan bahwa dari 73 pintu riba, yang paling ringan adalah seperti berzina dengan ibu kandung sendiri. Itu yang paling ringan, lalu bagaimana dengan yang paling berat?

Tentu lebih parah lagi, ya.

Riba Lebih Dahsyat Dari 36 Perempuan Pezina

Bahkan masih ada lagi hadits yang agak mirip, yaitu haramnya dosa riba lainnya adalah setara dengan 36 perempuan pezina, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ حَنْظَلَة غَسِيلُ المَلاَئِكةِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ِدرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلاَثِيْنَ زَنِيَّة - رواه أحمد

Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyah dari pada 36 wanita pezina. (HR. Ahmad)

Sesungguhnya riba termasuk satu dari tujuh dosa besar yang telah ditentukan Allah SWT. Pelakunya diperangi Allah di dalam Al-Quran, bahkan menjadi satu-satunya pelaku dosa yang dimaklumatkan perang di dalam Al-Quran adalah mereka yang menjalankan riba.

Pelakunya juga dilaknat oleh Rasulullah SAW. Mereka yang menghalalkan riba terancam dengan kekafiran, tetapi yang meyakini keharamannya namun sengaja tanpa tekanan menjalankanya termasuk orang fasik.
Dalam konteks hukum, ada dua kemungkinan buat mereka yang menjalankan riba, yaitu kafir atau fasik.

1. Kafir

Seorang muslim wajib mengetahui bahwa riba itu haram. Karena keharaman riba adalah sesuatu yang sudah teramat jelas tanpa ada keraguan dan kesamaran sedikitpun, sebagaimana keharaman mencuri, minum khamar, berzina, membunuh nyawa manusia dan seterusnya.

Dan bila ada seorang muslim dengan sepenuh kesadaran hati berkeyakinan bahwa praktek riba itu halal, maka dia telah menjadi kafir atas keyakinannya itu.

Untuk itu wajib buat umat Islam untuk memberinya informasi, pelajaran, ilmu, nasihat dan pengarahan yang sebaik-baiknya, supaya pemahamannya yang keliru itu bisa diluruskan kembali.

Kalau upaya itu sudah dilakukan dengan cara yang benar dan sepenuh kesabaran, tetapi yang bersangkutan masih tetap saja meyakini kehalalan riba, tindakan selanjutnya yang boleh dilakukan adalah pelaku itu diminta bertaubat, agar keyakinannya itu bisa kembali diluruskan.

Dan apabila sudah diminta bertaubat, masih juga menghalalkan riba, diberi waktu untuk berpikir selama beberapa waktu, sampai akhirnya qadhi berhak menjatuhinya hukuman yang membuatnya berubah pikiran, hingga hukuman mati.

2. Fasik

Seorang muslim yang masih menyakini bahwa riba itu haram, namun masih menjalankannya tanpa ada alasan syar'i yang masuk akal, statusnya bukan kafir tetapi fasik.

Sedangkan muslim yang menjalankan riba karena tekanan tertentu, keterpaksaan, dan juga udzur yang lainnya, sementara dia masih berkeyakinan bahwa riba itu haram, akan dihisab secara adil di hari kiamat oleh Allah.

Bisa saja dia dibebaskan dari tuntutan dosa, karena kemurahan Allah, namun bisa juga dia disiksa karena keadilan Allah. Semua akan kembali kepada alasan dan latar belakang kenapa seseorang menjalankan dosa riba.

Karena itu yang paling aman adalah meninggalkan riba itu sepenuhnya, apapun resikonya di dunia. 


Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Beda Pajak dengan Zakat
12 February 2014, 04:06 | Zakat > Pengertian Zakat dan Batasannya | 16.694 views
Adakah Ahli Waris Pengganti?
11 February 2014, 06:01 | Mawaris > Ahli waris | 17.255 views
Orang Tua Non-Muslim, Apakah Wajib Menafkahi Mereka?
10 February 2014, 06:12 | Umum > Hukum | 11.794 views
Imam Terlalu Lama, Bolehkah Mufaraqah?
9 February 2014, 05:02 | Shalat > Makmum | 21.689 views
Wajibkah Seorang Anak Memberi Nafkah Kepada Orang Tuanya?
8 February 2014, 13:00 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 28.469 views
Apa Yang Disebut Satu Kali Susuan?
7 February 2014, 10:17 | Pernikahan > Mahram | 9.828 views
Tayammum : Sampai Siku Atau Pergelangan Tangan?
6 February 2014, 06:30 | Thaharah > Tayammum | 16.910 views
Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris?
4 February 2014, 06:03 | Mawaris > Masalah terkait waris | 10.977 views
Haruskah Tayammum Lagi Tiap Mau Shalat?
3 February 2014, 06:01 | Thaharah > Tayammum | 39.824 views
Hukum-hukum Terkait Najis
2 February 2014, 13:50 | Thaharah > Najis | 28.715 views
Wasiat Orang Tua Bertentangan Dengan Hukum Waris
1 February 2014, 05:20 | Mawaris > Masalah terkait waris | 93.188 views
Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?
31 January 2014, 12:00 | Thaharah > Air | 71.896 views
Tahun Baru Imlek dan Angpau
30 January 2014, 06:26 | Kontemporer > Fenomena sosial | 9.168 views
Bolehkah Menjama' Shalat Karena Sakit?
29 January 2014, 06:30 | Shalat > Shalat Jama | 36.227 views
Bolehkah Foto Paspor Tanpa Jilbab?
28 January 2014, 06:16 | Wanita > Pakaian | 13.685 views
Hukum Mengenakan Cadar, Wajibkah?
27 January 2014, 05:00 | Wanita > Pakaian | 22.791 views
Masih Berhakkah Anak Murtad atas Warisan Ayahnya yang Muslim?
26 January 2014, 06:35 | Mawaris > Masalah terkait waris | 12.163 views
Jual Beli Dua Harga Haram, Bagaimana dengan Kredit?
25 January 2014, 06:10 | Muamalat > Jual-beli | 22.340 views
Anak Meninggal Lebih Dulu Dari Ayah, Apakah Anak itu Dapat Warisan?
24 January 2014, 12:00 | Mawaris > Hak waris | 96.265 views
Apakah Banjir Melanda Lantaran Manusia Banyak Dosa?
24 January 2014, 05:00 | Umum > Tasawuf | 14.983 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,028,390 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

14-8-2020
Subuh 04:43 | Zhuhur 11:59 | Ashar 15:20 | Maghrib 17:58 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img