Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal? | rumahfiqih.com

Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal?

Mon 12 May 2014 04:05 | Mawaris > Harta waris | 11.239 views

Pertanyaan :
Ust. saya penah dengar bahwa suami tidak bisa mewarisi harta bawaan isteri (misalnya harta warisan dari orang tuanya). Jadi harta isteri tadi dikembalikan ke ahli waris selain suaminya, karena suami \"tetap sbg orang lain\", istilahnya, harta asal kembali ke asal.

1. Apa ada dalam konsep waris islam jargon tersebut?

2. Bagaimana jika konsep itu dilakukan, apakah termasuk pelanggaran?

terima kasih, Wassalam

Ahmad ch

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam konsep pembagian harta warisan menurut syariat Islam, memang tidak dikenal istilah asal muasal harta. Sehingga tidak perlu dijadikan bahan pertimbangan yang mempengaruhi ketentuan pembagian harta warisan.

Yang menentukan justru status kepemilikan harta itu sendiri, yang harus berstatus al-milkut-tam (الملك التام). Artinya, harta itu dimiliki secara mutlak, tidak ada sangkut pautnya dengan hak-hak orang lain di dalamnya.

Maka tatkala bagian harta sudah jadi milik pewaris, silahkan dibagikan kepada ahli warisnya sesuai ketentuan hukum waris Islam. Kita tidak perlu melihat ke belakang, dari mana asal muasal harta itu dimiliki oleh pewaris. Kewajiban kita hanya memastikan apakah harta itu sah dan legal dimiliki oleh pewaris.

Dalam contoh kasus yang Anda sampaikan di atas, yaitu ketika istri wafat dan suami menjadi ahli warisnya, maka suami berhak mendapatkan 1/4 atau 1/2 dari total harta yang dimiliki istri. Suami mendapat 1/4 atau 25% dari harta milik istrinya apabila almarhumah punya anak atau cucu yang juga ikut menerima harta warisan. Sebaliknya, bila tidak ada anak atau cucu yang menerima harta warisan, jatah suami bertambah menjadi 1/2 atau 50% dari total harta istri.

Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman :

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya. (QS. An-nisa' : 12)

Bagian 1/4 atau 1/2 yang menjadi jatah buat suami itu diambilkan dari harta istri yang mana saja, tanpa harus merunut asal muasal harta itu sebelumnya. Yang penting harus dipastikan bahwa semua harta itu milik istri adalah harta yang berstatus al-milkut-taam, maksudnya dimiliki secara sempurna.

Dengan sempurnanya status kepemilikan ini, maka sudah tidak lagi dikenal istilah harta bawaan. Kita sudah tidak lagi mempedulikan dari mana harta itu didapat, apakah dari hasil warisan keluarga, hibah, hadiah, atau dari hasil kerja peras keringat sendiri.

Anggaplah istri mendapat harta secara warisan dari keluarganya. Maka begitu harta tersebut diserahkan, sat itu juga 100% sudah menjadi hak istri secara mutlak, dimana kepemilikannya bersifat al-milkut-tam. Konsekuensinya, harta itu boleh dan bebas diapakan saja oleh istri, termasuk boleh dijual atau diberikan kepada orang lain.

Dan tentunya juga sangat boleh harta itu untuk diwariskan kepada ahli warisnya sendiri, bila istri itu wafat dan suaminya pasti akan menjadi salah satu ahli warisnya. Maka suami tentu sangat berhak menerima sebagian harta istri, walaupun asalnya adalah harta milik keluarga istri.

Dan buat pihak keluarga istri yang lain, menjadi haram hukumnya untuk masih merasa menjadi pemilik atas harta itu. Ibarat jual-beli, harta itu sudah pindah kepemilikan secara 100% dari tangan penjual kepada tangan pembeli. Maka penjual sudah tidak boleh lagi punya perasaan masih memiliki.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Melunasi Kredit Lebih Cepat Jadi Turun Harga, Bolehkah?
10 May 2014, 11:00 | Muamalat > Kredit | 12.228 views
Apakah Kredit Saya Sudah Sesuai Syariah?
9 May 2014, 08:40 | Muamalat > Kredit | 31.656 views
Shalat Jum'at di Aula
8 May 2014, 07:20 | Shalat > Shalat Jumat | 10.978 views
Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia
7 May 2014, 04:40 | Kontemporer > Perspektif Islam | 13.265 views
Kapan Makmum Dapat Satu Rakaat?
5 May 2014, 08:10 | Shalat > Makmum | 16.146 views
Mazhab Dalam Islam
4 May 2014, 13:46 | Ushul Fiqih > Mazhab | 29.777 views
Hukum Ternak Cacing
2 May 2014, 07:01 | Kontemporer > Hukum | 33.850 views
Wudhu Tanpa Membuka Jilbab
1 May 2014, 04:12 | Wanita > Pakaian | 15.246 views
Bagaimana Hukumnya Dokter Kandungan/Bersalin Laki-Laki?
30 April 2014, 12:57 | Wanita > Hukum | 40.813 views
400 Penumpang Pesawat Mau Shalat Semua, Bagaimana Caranya?
29 April 2014, 05:12 | Shalat > Shalat Dalam Berbagai Keadaan | 9.681 views
Menthalaq Isteri Saat Haidh
28 April 2014, 06:37 | Pernikahan > Talak | 8.077 views
Meninggal di Hari Jum'at Bebas Siksa Kubur?
26 April 2014, 06:36 | Umum > Akidah | 34.823 views
Ijab Qabul, Harus Wudhu?
25 April 2014, 06:59 | Pernikahan > Akad | 24.642 views
Bolehkah Suami Melihat Kemaluan Isterinya?
24 April 2014, 05:13 | Pernikahan > Terkait jima | 42.729 views
Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?
23 April 2014, 06:50 | Aqidah > Murtad dan kafir | 17.169 views
Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 14.880 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | Shalat > Shalat Qadha | 42.594 views
Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | Shalat > Tatacara shalat | 66.019 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | Umum > Hukum | 16.765 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | Umum > Hukum | 16.429 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 46,048,576 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-1-2022
Subuh 04:31 | Zhuhur 12:06 | Ashar 15:29 | Maghrib 18:21 | Isya 19:33 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih