Apakah Bayi Yang Lahir Tidak Bernyawa Harus Dishalatkan? | rumahfiqih.com

Apakah Bayi Yang Lahir Tidak Bernyawa Harus Dishalatkan?

Sun 1 June 2014 11:45 | Shalat > Shalat jenazah | 12.510 views

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Mohon bertanya ustadz, ini terkait dengan tetangga saya yang baru saja berduka cita karena anaknya wafat saat dilahirkan.

Pertanyaannya, apakah kita ini perlu menshalati bayi yang lahir dalam keadaan sudah tidak bernyawa seperti itu? Dan apakah ada dalil yang mengharuskan dan bagaimana pendapat para ulama yang lebih mengerti urusan seperti ini?

Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalam

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jumhur ulama umumnya mensyaratkan adanya istihlal (استهلال) bayi yang lahir agar bisa dishalatkan. Yang dimaksud dengan istihlal adalah suara tangis bayi saat lahir ke dunia, atau setidaknya ada tanda bahwa bayi itu sempat hidup di dunia.

Dasar dari istihlal ini adalah sabda Rasulullah SAW :

لَا يُصَلَّى عَلَيْهِ حَتَّى يَسْتَهِلَّ فَإِذَا اسْتَهَلَّ صُلِّيَ عَلَيْهِ وَعُقِلَ وَوُرِّثَ وَإِنْ لَمْ يَسْتَهِلْ لَمْ يُصَّلَّ عَلَيْهِ وَلَمْ يُوَرَّث وَلَمْ يُعْقَل

Bayi tidak dishalatkan kecuali lahir beristihlal. Bila istihlal maka bayi itu dishalati, dibayrkan diyat dan diwarisi. Sedangkan bila tidak, maka tidak dishalati, tidak diwarisi dan tidak ada diyatnya. (HR. Ibnu Adiy)

1. Mazhab Al-Hanafiyah

Mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bila bayi sempat beristihlal maka tetap diberi nama, dimandikan dan dishalatkan.

Sedangkan bila tidak beristihlal, maka tidak dishalatkan, namun tetap dimandikan dan dikafani sebagaiman biasa, sebagai penghormatan terhadap anak-anak Adam.

2. Mazhab Al-Malikiyah

Bila pada bayi keguguran sempat didapati tanda kehidupannya, seperti menghisap puting susu, bergerak atau menangis, maka bayi itu dishalati. Sedangkan bila sama sekali tidak didapat salah satu dari tanda-tanda itu, maka tidak dishalati.

Namun bila yang didapat hanya gerakan, kencing, atau bersin, tetapi tidak ada tangisan yang memastikan kehidupannya, hukumnya makruh untuk dishalati.

3. Mazhab Asy-Syafi'iyah

Mazhab Asy-Syafi'iyah menyebutkan bahwa bayi yang lahir keguguran bila sempat menangis atau istihlal diperlakukan seperti orang dewasa, yaitu dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan.

Namun bila tidak beristihlal atau tidak menangis, tetapi ada tanda kehidupannya, tetap dishalatkan dalam pendapat yang adzhar demi kehati-hatian. Sedangkan bila sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan sebelumnya, maka tidak perlu dishalatkan, walaupun sudah melewati empat bulan kehamilan.

Secara umum sudah menjadi perintah Rasulullah SAW untuk menshalatkan bayi.

4. Al-Hanabilah

Sedangkan mazhab Al-Hanabilah berkata bahwa bila bayi lahir setelah kehamilan 4 bulan, walaupun sudah tidak bernyawa, tetap dishalatkan jenazahnya. Dan sebelumnya juga dimandikan seperti umumnya.

Dalilnya adalah hadits berikut ini :

وَالسَّقْطُ يُصَلىَّ عَلَيْهِ وَيُدْعَى لِوَاِلدَيْهِ بِالمـَغْفِرُةِ وَالرَّحْمَةِ

Bayi yang gugur dishalatkan dan didoakan kedua orang tuanya dengan maghfirah dan rahmah. (HR. Ahmad, An-Nasai, Abu Daud dan At-Tirmizy)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Benarkah Zakat Jual Beli Tidak Dikenal Dalam Syariat?
30 May 2014, 10:00 | Zakat > Zakat Perdagangan | 9.796 views
Apakah Dalam Shalat Tarawih Makmum Tidak Wajib Baca Fatihah?
29 May 2014, 05:02 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 57.144 views
Ghibah dalam Memilih Capres, Bolehkah?
28 May 2014, 08:23 | Negara > Hukum Islam | 11.447 views
Bolehkah Memilih Pendapat Yang Mana Saja?
27 May 2014, 05:00 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 12.294 views
Suami Menelan Air Susu Istri, Apakah Jadi Mahram?
26 May 2014, 05:20 | Wanita > Mahram | 32.836 views
Batasan Peran Negara Dalam Menegakkan Syariat Islam
25 May 2014, 07:30 | Negara > Hukum Islam | 11.537 views
Saya Sedang Menjalani Masa Iddah, Apa Saja Yang Haram Saya Lakukan?
23 May 2014, 20:20 | Pernikahan > Iddah | 102.865 views
Apakah Bacaan Quran Harus Khatam Pada Sebulan Shalat Tarawih?
22 May 2014, 09:00 | Shalat > Shalat Tarawih dan Witir | 11.389 views
Belum Membai'at Khalifah, Mati Jahiliyyah Kah?
21 May 2014, 06:45 | Negara > Khilafah Negara Islam | 17.151 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu?
19 May 2014, 06:05 | Haji > Jenis-jenis haji | 170.260 views
Mengapa Banyak yang Tidak Menerapkan Hukum Waris?
18 May 2014, 06:29 | Mawaris > Masalah terkait waris | 12.241 views
Membaca Al-Qur'an Latinnya Saja
17 May 2014, 21:00 | Al-Quran > Tilawah | 52.523 views
Posisi Duduk Masbuk Saat Imam Tahiyat Akhir
15 May 2014, 06:07 | Shalat > Makmum | 27.678 views
Masbuk Meneruskan Rakaat Tertinggal, Rakaat Manakah Yang Diganti?
14 May 2014, 10:07 | Shalat > Makmum | 55.231 views
Bolehkah Qadha' Puasa Dicicil Tiap Senin dan Kamis?
13 May 2014, 04:45 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 225.081 views
Benarkah Harta Asal Harus Kembali ke Asal?
12 May 2014, 04:05 | Mawaris > Harta waris | 11.050 views
Melunasi Kredit Lebih Cepat Jadi Turun Harga, Bolehkah?
10 May 2014, 11:00 | Muamalat > Kredit | 12.136 views
Apakah Kredit Saya Sudah Sesuai Syariah?
9 May 2014, 08:40 | Muamalat > Kredit | 31.513 views
Shalat Jum'at di Aula
8 May 2014, 07:20 | Shalat > Shalat Jumat | 10.978 views
Bagaimana Seharusnya Kostum Pemain Negara Islam yang Ikut Piala Dunia
7 May 2014, 04:40 | Kontemporer > Perspektif Islam | 13.167 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,537,916 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-10-2021
Subuh 04:11 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:49 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih