Orang Tidak Shalat Ikut Patungan Qurban Sapi, Apakah Menggugurkan Qurban Yang Lain? | rumahfiqih.com

Orang Tidak Shalat Ikut Patungan Qurban Sapi, Apakah Menggugurkan Qurban Yang Lain?

Fri 11 September 2015 06:13 | Qurban Aqiqah > Qurban | 7.457 views

Pertanyaan :
Assalamu'alaykum wr. wb.

Di suatu tempat ada hewan yang mau dijadikan qurban berupa seekor sapi. Sapi itu merupakan patungan dari 7 orang. Yang jadi masalah, ada salah satu diantara 7 orang tersebut tidak mengerjakan shalat. Bagaimana status qurban 6 orang lainnya yang mengerjakan shalat, sah atau tidak?

Terima kasih,

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Tidak mengerjakan shalat fardhu lima waktu tanpa udzur yang syar'i tentu saja merupakan perbuatan dosa besar. Pelakunya nanti akan diadzab dengan siksa yang pedih di hari akhir. Sebab shalat 5 waktu itu merupakan tiang agama. Bila tiang itu tegak, maka agama pun tegak. Sebaliknya, bila tiang roboh maka agamapun ikut roboh juga.

Bahkan urusan shalat 5 waktu ini termasuk prioritas dalam penghitungan hisab di hari akhir nanti. Yang pertama kali dihisab justru masalah shalat 5 waktu. Kalau urusan yang satu ini beres, maka hisab yang lain akan ikut dipermudah. Sebaliknya, bila urusan shalat 5 waktu ini kacau balau, maka hisab pada masalah yang lain pun demikian juga.

Intinya ,orang yang tidak shalat ini akan rugi dan sengsara di kehidupan akhirat nanti. Oleh karena itu maka berkewajiban untuk memberi arahan, motivasi dan ajakan untuk mengerjakan shalat.

Apakah Qurbannya Diterima?

Lain urusan tidak shalat, lain pula urusan diterima atau tidaknya persembahan qurban. Kalau secara hukum fiqih, syarat diterimanya qurban itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelakunya rajin shalat atau tidak. Yang menjadi syarat bukan itu tetapi status keislaman dan kewarasan.

Kalau yang berqurban itu muslim dan berakal sehat, lepas dari seperti apa kualitas keislamannya, maka secara nalar akal sehat qurbannya pasti diterima. Lain halnya bila yang berqurban itu non muslim atau orang gila, maka qurbannya jelas tidak diterima.

Mungkin sebagian kita ingin memberi pelajaran kepada mereka yang tidak shalat lewat fatwa tidak diterimanya qurban mereka. Mungkin maksudnya untuk menakut-nakuti atau bagaimana lah, intinya biar rajin shalat.

Sebenarnya niatnya sudah benar, yaitu agar saudara kita yang muslim itu taat dan rajin serta rutin mengerjakan shalat 5 waktu. Hanya saja cara dan metode untuk memberi pelajarannya agak kabur, karena merusak tatanan hukum yang sudah baku.

Untuk itulah para ulama sejak abad kedua telah membangun ilmu fiqih, yaitu ilmu tentang hukum-hukum syariah yang bersifat amaliyah. Dibuatkanlah batasan-batasan dalam ibadah, ada syarat, ada rukun, ada wajib, ada sunnah dan ada yang membatalkan.

Kalau kita telaah lebih dalam, kita tidak menemukan para ulama mensyaratkan 'rajin shalat' sebagai syarat sahnya suatu ibadah. Syarat-syarat ibadah diterima itu biasanya seputar status keislaman, usia baligh, akal yang waras dan seterusnya. Adapun apakah pelaku ibadah itu rajin shalat atau tidak, sama sekali tidak ada kaitannya dengan sah atau tidak sahnya suatu ibadah.

Lain halnya apabila kita terjebak dengan paham takfir yang sesat itu. Orang-orang yang berpaham takfir suka sekali mengkafirkan orang Islam, cuma gara-gara kurang rajin shalatnya langsung dicap kafir. Dan karena sudah divonis kafir lalu ketika berqurban juga divonis tidak diterima qurbannya. Paham ini jelas paham keliru, sesat dan tidak punya rujukan agama yang benar.

Semoga kita semua terlindung dari kekeliruan dalam menetapkan hukum syariah, Amin.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Menentang Pembagian Waris Islam Kekal di Neraka
10 September 2015, 06:00 | Mawaris > Substansi ilmu waris | 12.686 views
Kalau Pembagian Harta Waris Harus Disegerakan Lalu Ibu Harus Tinggal Dimana?
9 September 2015, 18:57 | Mawaris > Masalah terkait waris | 18.352 views
Dalam Keadaan Yang Bagaimana Menunda Shalat Jadi Lebih Utama?
3 September 2015, 10:25 | Shalat > Shalat Dalam Berbagai Keadaan | 23.221 views
Bolehkah Membeli Hewan Qurban Dengan Uang Hutang?
31 August 2015, 23:37 | Qurban Aqiqah > Qurban | 12.751 views
Syarat Orang Yang Hajinya Dibadalkan dan Syarat Orang Yang Membadalkan
30 August 2015, 05:03 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 22.182 views
Mengapa Panitia Diharamkan Menjual Kulit Hewan Qurban?
28 August 2015, 06:21 | Qurban Aqiqah > Qurban | 11.775 views
Bolehkah Kita Qurban Untuk Orang Tua Yang Sudah Wafat?
26 August 2015, 05:45 | Qurban Aqiqah > Qurban | 13.126 views
Tidak Mau Bi'at dengan Jamaah Apakah Mati Jahiliyah?
24 August 2015, 11:10 | Aqidah > Baiat | 19.977 views
Mana Lebih Utama Haji Qiran, Ifrad atau Tamattu'?
21 August 2015, 11:15 | Haji > Jenis-jenis haji | 7.892 views
Bolehkah Kita Membuat Mazhab Sendiri Di Luar Mazhab Empat?
15 August 2015, 06:06 | Ushul Fiqih > Mazhab | 12.442 views
Lima Perbedaan Mendasar Antara Haji dan Umrah
14 August 2015, 03:30 | Haji > Umrah | 21.397 views
Tiga Versi Lafadz Tasyahhud Yang Berbeda
13 August 2015, 04:50 | Shalat > Bacaan Shalat | 10.969 views
Bagaimana Proses Munculnya Mazhab Fiqih, Apakah Merupakan Gerakan Sempalan?
12 August 2015, 03:00 | Ushul Fiqih > Mazhab | 13.363 views
Apakah Mazhab Itu Bentuk Perpecahan Umat?
11 August 2015, 06:00 | Ushul Fiqih > Mazhab | 6.760 views
Kenapa Puasa Wajib Diqadha' Tapi Shalat Tidak Wajib Diqadha'?
10 August 2015, 04:35 | Shalat > Shalat Qadha | 23.854 views
Shalat Idul Fithr dan Idul Adha : Mana Yang Lebih Utama, di Masjid atau di Lapangan?
8 August 2015, 06:03 | Shalat > Shalat Hari Raya | 7.031 views
Bolehkah Kita Tidur di dalam Masjid?
7 August 2015, 03:01 | Shalat > Masjid | 10.028 views
Menikah di Luar Negeri Tanpa Kehadiran Wali
5 August 2015, 09:13 | Pernikahan > Wali | 16.235 views
Apa Yang Dibaca Pada Saat Sujud Dan Ketentuannya
2 August 2015, 03:12 | Shalat > Bacaan Shalat | 190.637 views
Haramkah Gaji Satpam di Bank Konvensional?
1 August 2015, 08:10 | Muamalat > Bank | 46.404 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,516,157 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-10-2021
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih