Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima? | rumahfiqih.com

Adakah Kewajiban Menzakati Uang dari Jamsostek yang Belum Diterima?

Fri 21 April 2006 04:31 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 6.110 views

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Saya sudah bekerja 5 tahun pada perusahaan yang sama. Setiap tahun saya menerima laporan jaminan hari tua dari Jamsostek mengenai uang yang sudah terkumpul. Uang tersebut dapat diambil ketika keluar dari pekerjaan dan tidak mendapat pekerjaan atau sudah menempuh umur 50 tahun.

Pertanyaannya, apakah uang tersebut wajib dizakatkan setiap tahunnya, walaupun kita belum diperbolehkan kepemilikannya, tetapi yang tersebut sudah menjadi hak saya?

Wass.

Jawaban :

Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di antara syarat harta yang wajib dizakatkan adalah bila sudah bersifat al-milkut-taam, yaitu kesempurnaan kepemilikan. Di mana shahibul maal (pemilik harta) memegang langsung dan berkuasa penuh atas harta itu serta bisa menggunakannya kapan saja. Harta itu bukan harta yang secara formal menjadi miliknya, namun sesungguhnya belum bisa dimanfaatkan atau belum bisa dimiliki secara penuh saat ini.

Adapun harta yang seperti anda sebutkan itu, menurut hemat kami memang belum mencapai kriteria al-milkut-taam di atas. Sebab secara kenyataannya anda belum menguasai harta tersebut. Meski disebut-sebut bahwa harta itu milik anda.

Keadaan yang kira-kira mirip dengan hal itu adalah ungkapan bahwa kekayaan alam ini milik rakyat. Minyak bumi, batu bara, emas dan tambang, semua adalah milik rakyat dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat. Namun kenyataannya, secara orang per-orang tidak demikian. Sebab bila ada rakyat yang merasa berhak atas kekayaan alam itu, lalu mengambilnya begitu saja, dia dianggap sebagai pencuri. Ini menunjukkan bahwa kepemilikan rakyat atas kekayaan alam itu tidak bersifat al-milkut-taam.

Oleh karena itulah maka pada hakikatnya, belum ada kewajiban bagi anda untuk mengeluarkan zakat harta yang belum sepenuhnya anda miliki. Sebagaimana seorang penduduk tidak perlu mengeluarkan zakat atas kekayaan alam di negeri ini. Sebab pada dasarnya, dia bukan pemiliknya secara sempurna.

Kasus lainnya yang juga terkait dengan masalah al-milkut-taam ini adalah piutang kepada orang lain. Harta yang dipinjam orang lain, secara status memang milik kita. Namun ketika harta itu dipinjam orang lain, di mana kita tidak tahu pasti apakah harta itu akan dikembalikan atau tidak, nilai kepemilikan kita tidak sempurna. Dan oleh sebab itu, tidak ada kewajiban bagi kita untuk mengeluarkan zakat atas harta itu.

Namun bila piutang itu ada kepastian untuk dikembalikan, misalnya karena adanya agunan yang memenuhi syarat, sehingga meskipun harta itu tidak di tangan, namun ada kepastian bahwa harta itu tidak akan hilang begitu saja, maka nilai kepemilikannya masih sempurna. Masih dikatakan bahwa hal itu merupakan al-milkut-taam. Oleh karenanya, piutang yang seperti itu masih diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya.

Wallahu a'lam bishshawab, Wasssalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Meletusnya Gunung Merapi dan Mbah Petruk
21 April 2006, 04:27 | Kontemporer > Misteri | 5.839 views
Apakah Sama Lama Waktu Nifas dari Melahirkan dengan Keguguran
21 April 2006, 04:12 | Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah | 8.753 views
Tidak Mengakui Hadits Ahad karena Dianggap Tidak Kuat
20 April 2006, 23:51 | Hadits > Musthalah Hadits | 10.575 views
Haramkah Rokok?
20 April 2006, 08:19 | Kontemporer > Hukum | 8.193 views
Apakah Kitab Kuning Itu?
19 April 2006, 07:09 | Umum > Belajar agama | 6.981 views
Halalkah Sushi & Sashimi
19 April 2006, 07:05 | Kuliner > Najis | 14.698 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
19 April 2006, 06:31 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 5.756 views
Benarkah Demonstrasi Haram karena Sama dengan Perbuatan Jin?
19 April 2006, 02:16 | Negara > Sikap bernegara | 9.067 views
Menjawab Alasan Rasulullah Beristri Lebih dari 4 Orang
19 April 2006, 02:16 | Umum > Rosulullah | 12.868 views
Sahkah Shalat Berjamaah dengan Niat Awal Shalat Sendiri?
18 April 2006, 07:16 | Shalat > Shalat Berjamaah | 8.836 views
Hormat Menghormati Sesama Muslim
17 April 2006, 04:17 | Umum > Sosial | 6.720 views
Adakah Syirik Mulkiyah?
14 April 2006, 07:55 | Aqidah > Allah | 11.431 views
2 Macam Do'a Iftitah, Mana yang Seharusnya Dipakai?
14 April 2006, 07:51 | Shalat > Bacaan Shalat | 10.521 views
Pakai Sayyidina dalam Shalawat, Bagaimana Hukumnya?
13 April 2006, 06:54 | Umum > Hukum | 11.893 views
Kalau Terlanjur Bersumpah Tapi Tidak Bisa Menunaikan
13 April 2006, 01:18 | Umum > Hukum | 14.871 views
Haruskah Tergabung Dalam Jamaah Tertentu
13 April 2006, 01:18 | Kontemporer > Fenomena sosial | 5.910 views
Mohon Hitungkan Warisan Ayah Kami
11 April 2006, 07:27 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.485 views
Orang yang Sudah Meninggal, Menunggu Hadiah dari Orang yang Masih Hidup?
11 April 2006, 07:13 | Aqidah > Alam Barzakh | 14.075 views
Warisan Untuk Anak Tiri, Dapatkah?
7 April 2006, 03:47 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.959 views
Piring Dan Gelas yang Terbuat dari Emas Putih/Platina
6 April 2006, 03:01 | Umum > Halal Haram | 6.639 views

TOTAL : 2.296 tanya-jawab | 45,562,851 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

26-10-2021
Subuh 04:10 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:51 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih