Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah? | rumahfiqih.com

Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?

Tue 6 June 2006 07:21 | Kontemporer > Hukum | 5.539 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Mudah-mudahan Ustadz selalu dirahmati oleh Allah SWT. To the point saja Pak Ustadz: Apa hukumnya belajar Bahasa Arab? Ada yang bilang Sunnah Rasul? Apa betul itu? Soalnya ana sekarang sedang belajar Bahasa Arab, untuk memotivasi ana dalam belajar Bahasa Arab. Syukron.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kesimpulan ringkasnya begini, belajar bahasa Arab buat umat Islam yang awam hukumnya sunnah. Namun buat mereka yang aktif dalam kegiatan dakwah dan menyampaikan ajaran Islam, hukumnya fardhu, bahkan fardhu 'ain.

Mengapa dibedakan?

Dibedakan karena keduanya memang berbeda. Umat Islam yang awam itu adalah orang yang menggantungkan segala sesuatunya tentang agama ini dari orang lain. Kadang disebut juga dengan muqallid, yaitu orang yang bertaqlid dalam urusan agama kepada orang lain.

Baginya, tidak masalah bila tidak menguasai bahasa Arab, sebab dia tidak pernah punya kewajiban untuk menyampaikan atau mendakwahkan agama Islam ini kepada orang lain. Agama yang dijalankannya hanya dalam format yang minimal sekali.

Dan secara hukum, orang yang shalat dan berdoa meski tidak paham apa yang dibacanya, tetap sah hukumnya. Meski hal itu sangat tidak wajar dan sangat tidak beretika kepada Allah. Bayangkan, shalat dan doa itu adalah dialog yang Allah tetapkan buat kita, tapi dengan enaknya kita acuh saja dengan kesempatan itu. Bahkan lafadz shalat dan doa pun hanya kita ucapkan bak burung beo, tanpa pernah kita pahami maknanya.

Namun shalat dengan tanpa memahami maknanya tetap sah dan kewajiban shalat telah gugur. Walau pun dari segi moral dan akhlaq kepada Allah sangat kurang. Sebab kita berdialog dengan-Nya tanpa memahami apa yang kita bicarakan.

Sedangkan buat para juru dakwah, aktifis, serta mereka yang terlibat dengan beragam aktifitas keIslaman lainnya, hukumnya wajib untuk belajar bahasa Arab.

Sebab semua rujukan agama Islam hanya dari bahasa Arab, mulai dari Al-Quran, Asunnah, kitab-kitab rujukan dan bahkan semua dokumen tertulis dalam bahasa Arab. Mustahil seseorang mengenal dan mengerti ajaran Islam tanpa menguasai bahasa Arab. Dan otomatis mustahil juga dia menjadi da'i atau juru dakwah.

Paling jauh, dia hanya boleh bicara tentang aspek-aspek luar dan paling mendasar saja. Selebihnya, tentu merupakan wilayah yang tak terjamah, kecuali oleh mereka yang punya kapasitas tertentu, yaitu penguasaan bahasa Arab sebagai dasar dan penguasaan ilmu-ilmu syariah sebagai bangunan di atasnya.

Padahal masyarakat tidak bisa membedakan mana juru dakwah yang mengerti syariah dan mana yang terbatas ilmunya. Dalam pandangan mereka, ketika seorang sudah tampil ceramah, berpeci dan berpidato, semua dianggap mengerti syariah. Dan otomatis selalu dijadikan rujukan pertanyaan yang terkait dengan syariah. Lalu ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, secara legowo dia mengaku terus terang bahwa dirinya tidak mengerti hal itu. Dan ini tentu mengecewakan audience-nya. Kedua, entah karena malu atau gengsi, dia tetap berupaya menjawab sebisa-bisanya, meski tidak yakin jawabannya benar atau salah. Dan ini tentu sebuah dosa.

Karena itulah tidak ada jalanlain buat para aktifis dakwah, kecuali secara sadar mulai menyiapkan diri dan meluangkan waktu untuk belajar bahasa Arab. Karena bahasa Arab itu kunci untuk memahami syariah, tafsir, hadits dan lainnya.

Alasan sibuk, tidak ada waktu, banyak amanah, kelebihan beban dan sebagainya merupakan alasan yang selalu muncul. Alasan seperti ini hanya alasan klasik yang setiap orang sudah mengucapkannya sejak zaman dahulu kala. Nyaris tidak ada gunanya mengemukakan alasan kuno seperti ini.

Kesibukan dakwah memang tidak ada habisnya kalau mau dituruti, Undangan ceramah, mengisi pengajian, menjadi nara sumber dan berbagai aktifitas lainnya, memang penting. Tapi apalah arti semua itu, ketika ruang lingkup pembicaraan kita hanya terbatas pada kulit-kulit terluar dari Islam?

Maka hukum belajar bahasa Arab buat para juru dakwah adalah fardhu 'ain. Tidak gugur kewajiban itu kecuali yang bersangkutan sudah mampu berbahasa Arab dengan benar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 5.682 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Pernikahan > Anak | 10.244 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.228 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah > Tayammum | 7.756 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 6.800 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum > Medsos | 4.855 views
Madzi, Bagaimanakah Penyikapannya
2 June 2006, 03:46 | Thaharah > Najis | 7.637 views
Pembagian Harta Warisan
1 June 2006, 05:29 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.795 views
Perlukah Kita Bermadzhab?
1 June 2006, 05:24 | Ushul Fiqih > Mazhab | 7.613 views
Wudhu, Dibasuh atau Disiram?
31 May 2006, 04:50 | Thaharah > Wudhu | 7.626 views
Zodiak dalam Pandangan Islam
31 May 2006, 03:23 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 5.783 views
Zakat Maal untuk Korban Bencana Alam
30 May 2006, 09:23 | Zakat > Alokasi Zakat | 5.373 views
Syahidkah Mereka Korban Gempa Yogya?
30 May 2006, 06:29 | Aqidah > Syahid | 5.797 views
Syarat Jama' Ta'khir
30 May 2006, 06:25 | Shalat > Shalat Jama | 8.435 views
Pernikahan Keturunan Rasulullah SAW
29 May 2006, 09:18 | Umum > Ritual | 5.749 views
Dasar Penggunaan Hadits
29 May 2006, 03:32 | Hadits > Penerapan hadits | 5.716 views
Negara Syariah: Murtad Harus Dihukum Mati?
24 May 2006, 07:50 | Jinayat > Murtad | 4.990 views
Kotoran Hewan Sebagai Pupuk
24 May 2006, 07:46 | Thaharah > Najis | 6.934 views
Apakah Air di Kantor Kami Suci?
24 May 2006, 07:43 | Thaharah > Air | 6.188 views
Jama' Taqdim dan Ta'khir, Kapan Dilakukan dan Apa Syaratnya?
24 May 2006, 07:33 | Shalat > Shalat Jama | 67.203 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,018,582 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

12-8-2020
Subuh 04:43 | Zhuhur 11:59 | Ashar 15:21 | Maghrib 17:58 | Isya 19:07 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img