Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tata Cara Mandi Wajib yang Benar | rumahfiqih.com

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar

Wed 7 June 2006 03:37 | Thaharah > Mandi Janabah | 16.879 views

Pertanyaan :

Ass. wr. wb.

Saya ingin mengerti tata cara mandi wajib yang benar itu bagaimana?

Wass. wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara ringkas, yang pertama dilakukan adalah kedua tangan dicuci, kemudian mandi kepala, kemudian terus dari bagian sebelah kanan, kemudian kiri, terakhir cuci kaki.

Adapun urutan-urutan tata cara mandi junub, adalah sebagai berikut:

  1. Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukkan ke wajan tempat air.
  2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
  3. Mencuci kemaluan dan dubur.
  4. Najis-najis dibersihkan.
  5. Berwudhu sebagaimana untuk shalat, dan menurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki.
  6. Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah.
  7. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.
  8. Membersihkan seluruh anggota badan.
  9. Mencuci kaki.

Semua hal di atas disusun berdasarkan hadits shahih yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Aisyah RA berkata, "Ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian ia menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu ia mencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orang shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali, kemudia beliau membersihkan seluruh tubhnya dengan air kemudia diakhir beliau mencuci kakinya. (HR Bukhari/248 dan Muslim/316)

Namun hadits ini bukan satu-satunya hadits yang menerangkan tentang sifat mandi janabah.

Rukun dan Sunnah Mandi Janabah

Lalu para ulama memilah mana yang merupakan pokok (rukun) dalam mandi janabah, sehingga tidak boleh ditinggalkan, mana yang merupakan sunnah sehingga bila ditinggalkan tidak merusak sah-nya mandi janabah itu.

A. Rukun

Untuk melakukan mandi janabah, maka ada 3 hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun/pokok:

1. Niat.

Sabda Nabi SAW: Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya. (HR Bukhari dan Muslim)

2. Menghilangkan Najis Kalau Ada di Badan

Menghilangkan najis dari badan sesunguhnya merupakan syarat sahnya mandi janabah. Dengan demikian, bila seorang akan mandi janabah, disyaratkan sebelumnya untuk memastikan tidak ada lagi najis yang masih menempel di badannya.

Caranya bisa dengan mencucinya atau dengan mandi biasa dengan sabun atau pembersih lainnya. Adapun bila najisnya tergolong najis berat, maka wajib mensucikannya dulu dengan air tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.

3. Meratakan Air Hingga ke Seluruh Badan

Seluruh badan harus rata mendapatkan air, baik kulit maupun rambut dan bulu. Baik akarnya atau pun yang terjuntai. Semua penghalang wajib dilepas dan dihapus, seperti cat, lem, pewarna kuku atau pewarna rambut bila bersifat menghalangi masuknya air.

Sedangkan pacar kuku (hinna') dan tato, tidak bersifat menghalangi sampainya air ke kulit, sehingga tetap sah mandinya, lepas dari masalah haramnya membuat tato.

B. Sunnah-sunnah yang Dianjurkan dalam Mandi Janabah:

  1. Membaca basmalah.
  2. Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air
  3. Berwudhu` sebelum mandi Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAW berwudku seperti wudhu` orang shalat. (HR Bukhari dan Muslim).
  4. Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan.
  5. Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu'

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alakum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Menghina Al-Qur`an, Murtadkah?
6 June 2006, 07:29 | Al-Quran > Hukum | 6.771 views
Hukum Belajar Bahasa Arab, Sunnahkah?
6 June 2006, 07:21 | Kontemporer > Hukum | 5.604 views
Shalat Dulu atau Kuliah Dulu?
6 June 2006, 07:13 | Shalat > Ritual Terkait Shalat | 5.742 views
Ritual Syar'i Menjelang dan Sesudah Kelahiran Bayi
5 June 2006, 03:34 | Pernikahan > Anak | 10.294 views
Harta Warisan Ibu
5 June 2006, 03:28 | Mawaris > kadar bagian ahli waris | 6.286 views
Bagaimana Rasul SAW Bertayamum?
5 June 2006, 02:46 | Thaharah > Tayammum | 7.826 views
Menghajikan Orang Lain, Tidak Masuk Logika
2 June 2006, 07:59 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 6.851 views
E-mail Berita dari Masjid Nabawi
2 June 2006, 03:50 | Umum > Medsos | 4.907 views
Madzi, Bagaimanakah Penyikapannya
2 June 2006, 03:46 | Thaharah > Najis | 7.706 views
Pembagian Harta Warisan
1 June 2006, 05:29 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 6.857 views
Perlukah Kita Bermadzhab?
1 June 2006, 05:24 | Ushul Fiqih > Mazhab | 7.688 views
Wudhu, Dibasuh atau Disiram?
31 May 2006, 04:50 | Thaharah > Wudhu | 7.831 views
Zodiak dalam Pandangan Islam
31 May 2006, 03:23 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 5.839 views
Zakat Maal untuk Korban Bencana Alam
30 May 2006, 09:23 | Zakat > Alokasi Zakat | 5.425 views
Syahidkah Mereka Korban Gempa Yogya?
30 May 2006, 06:29 | Aqidah > Syahid | 5.849 views
Syarat Jama' Ta'khir
30 May 2006, 06:25 | Shalat > Shalat Jama | 8.497 views
Pernikahan Keturunan Rasulullah SAW
29 May 2006, 09:18 | Umum > Ritual | 5.801 views
Dasar Penggunaan Hadits
29 May 2006, 03:32 | Hadits > Penerapan hadits | 5.765 views
Negara Syariah: Murtad Harus Dihukum Mati?
24 May 2006, 07:50 | Jinayat > Murtad | 5.036 views
Kotoran Hewan Sebagai Pupuk
24 May 2006, 07:46 | Thaharah > Najis | 7.034 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,276,232 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-10-2020
Subuh 04:12 | Zhuhur 11:39 | Ashar 14:48 | Maghrib 17:49 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img