Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'? | rumahfiqih.com

Tidak Puasa Karena Hamil dan Nifas, Fidyah atau Qadha'?

Mon 31 July 2006 04:19 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 11.726 views

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum.

Ustadz yang semoga dirahmati Allah. Bulan Ramadhan yang lalu isteri saya tengah hamil tua (9 bulan). Dia sudah mencoba berpuasa pada hari pertama dan kedua. Tetapi ternyata fisiknya tidak kuat. Tidak hamil saja dia tidak kuat. Isteri saya pernah mengalami malnutrisi sebelum ia menikah dengan saya. Di hari kedua Ramadhan, akhirnya saya menyarankan ia untuk membatalkan puasanya untuk kesehatannya dan keselamatan bayi dalam kandungan. Tanggal 18 ramadhan, isteri saya melahirkan. Pasca nifas (sudah tidak bulan Ramadhan) ia masih menyusui bayi kami, dan tidak berpuasa karena bila berpuasa insya Allah ASI-nya kurang.

Saat ini sudah hampir bulan Ramadhan lagi. Bolehkah saya membayar fidyah atas isteri saya, ataukah isteri saya tetap harus meng-qadha puasanya? Karena bisa jadi, hutang puasa-nya numpuk dengan puasa Ramahdan berikutnya karena kondisi fisiknya yang kurang begitu kuat terlebih harus mengurus bayi seorang diri. Terima kasih atas jawabannya.

Assalamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Seorang wanita yang hamil atau menyusui dibolehkan untuk tidak berpuasa. Para ulama sepakat mengatakan bahwa keduanya adalah orang yang mendapat 'udzur syar'i. Hanya mereka berbeda pendapat ketika memasukkan kategori.

Sebagian mengatakan bahwa wanita hamil dan menyusui termasuk kategori orang yang sakit. Sehingga konsekuensinya harus mengganti dengan berpuasa di hari lain, sebagaimana umumnya orang sakit. Dalilnya adalah firman Allah SWT:

Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan, maka sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah: 184)

Sebagian lagi mengatakan bahwa keduanya termasuk orang yang lemah atau sudah udzur. Sehingga konsekuensinya bukan dengan mengganti puasa di bulan lain, melainkan sebagaimana orang yang lemah, yaitu memberi makan orang miskin. Atau kita kenal juga dengan membayar fidyah. Dalilnya adalah ayat yang sama dengan di atas yang merupakan kelanjutan ayat tersebut.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah,: memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah: 184)

Dan ada juga kalangan yang menyerahkan langsung kepada yang bersangkutan, apakah termasuk kategori orang sakit atau orang lemah. Yaitu dengan cara melihat kepada motivasi ketika tidak puasa. Kalau dia mengkhawatirkan keadaan dirinya, maka termasuk kategori orang yang sakit. Dan konsekuensinya dengan mengganti puasa di hari lain. Tapi kalau dia mengkhawatirkan bayinya sehingga tidak berpuasa, maka termasuk kategori orang lemah, sehingga konsekuensinya hanya membayar fidyah.

Sedangkan khusus wanita yang nifas, bila meninggalkan puasa, maka caranya hanya dengan mengganti dengan puasa di hari yang lain. Bukan dengan bayar fidyah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Wasiat Tidak Dilaksanakan
31 July 2006, 03:16 | Mawaris > Masalah terkait waris | 7.433 views
Pentingnya Jamaah, Sejauh Mana?
28 July 2006, 03:43 | Umum > Sosial | 5.878 views
Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
28 July 2006, 03:43 | Puasa > Qadha Fidyah Kafarat | 7.705 views
Adakah Hak Waris bagi Anak Adopsi?
27 July 2006, 04:36 | Mawaris > Ahli waris | 7.131 views
Kotoran dan Air Kencing Binatang yang Dihalalkan, Najiskah?
27 July 2006, 04:02 | Thaharah > Najis | 7.803 views
Keluarnya Mazi dan Wadi, Apakah Hadats Besar dan Harus Mandi Janabah?
27 July 2006, 01:24 | Thaharah > Hadats | 7.366 views
Adakah Perbedaan Pengertian antara Nabi dan Rasul?
27 July 2006, 00:40 | Aqidah > Nabi | 7.304 views
Membaca Ayat Pendek di Rakaat Ketiga dan Keempat
26 July 2006, 06:05 | Shalat > Bacaan Shalat | 19.675 views
Kencing Berdiri, Menghadap Kiblat dan Cebok Pakai Tissue, Bolehkah?
26 July 2006, 03:55 | Thaharah > Buang Hajat | 8.063 views
Shalat di Lantai tanpa Alas dan Najis Hukmiyah
25 July 2006, 23:33 | Thaharah > Najis | 10.499 views
Satpam Wanita
25 July 2006, 05:57 | Wanita > Peran wanita | 6.076 views
Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan
24 July 2006, 08:07 | Shalat > Shalat Dalam Berbagai Keadaan | 7.224 views
Bolehkan Makan Daging Kodok dan Perlukan Disembelih Dulu?
24 July 2006, 00:37 | Kuliner > Hewan | 6.498 views
Bagaimana Akad Bagi Hasil yang Baik?
21 July 2006, 10:20 | Muamalat > Bagi Hasil | 6.040 views
Khitan untuk Anak Perempuan, Adakah Syariatnya?
21 July 2006, 03:43 | Wanita > Khitan | 9.877 views
Mengkreditkan Emas sebagai Solusi, Bolehkah?
21 July 2006, 03:36 | Muamalat > Riba | 26.209 views
Belum Yakin Nikah Jarak Jauh Lewat Wakil Dibolehkan
20 July 2006, 06:24 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 6.099 views
Asuransi yang Dibolehkan
20 July 2006, 01:11 | Muamalat > Asuransi | 8.656 views
Kebajikan dengan Niat Balasan Duniawi
19 July 2006, 06:26 | Umum > Tasawuf | 6.460 views
Mungkinkah Nabi Salah Berijtihad?
19 July 2006, 02:03 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 6.519 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,826,660 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-1-2021
Subuh 04:28 | Zhuhur 12:05 | Ashar 15:29 | Maghrib 18:20 | Isya 19:32 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img